“Main Saham itu, Ngeringeri enak!”

Kalau artis muda yang baru saja hendak menginjak 22 tahun ini sudah berani berinvestasi, mengapa kita tidak? Biar ngeringeri, yang penting tetap enak!

Nova - - Isu Spesial - JEANETT VERICA | FOTO: ROY SILITONGA

“Pas lagi naik, kita lihat wah investasi kita sudah besar, ya. Tapi waktu lagi turun, kita harus was-was apa enggak, ya? Depends on feelings banget, sih.”

Baru berusia 22 tahun, Prilly Latuconsina rupanya sudah mantap “nyemplung” di dunia investasi. Bahkan lewat transaksi saham, pula.

Bukan soal berani atau tidak, tapi apa iya sepenting itu berinvestasi untuk dirinya?

“Penting banget! Karena kita enggak pernah tahu apa yang akan terjadi di pekerjaan kita sekarang. Aku enggak tahu di karier entertainment aku akan seperti apa. Makanya, investasi itu penting,” ungkap aktris berdarah Ambon dan Sunda ini mantap.

Ketertarikan Ily di dunia investasi rupanya berawal dari tercatatnya MD Pictures sebagai perusahaan film Indonesia pertama yang melantai di bursa, tepat per 7 Agustus 2018. Sebagai pilihan baru bagi para investor, rupanya, MD Pictures juga sukses menggaet sederet investor baru untuk menanam modal di sana. Termasuk pun mereka yang datang dari kalangan selebritas. Selain Dwi Sasono, Shandy Aulia, atau Pandji Pragiwaksono, ikut hadirlah nama Ily di lantai bursa.

Perempuan yang aktif berbicara mengenai body shaming ini mengaku, faktor “kenalan” cukup jadi pertimbangan penting baginya untuk mengambil keputusan.

Artinya, di satu sisi ia cukup kenal dengan sang empunya perusahaan, Manoj Punjabi. Di sisi lain, ia

pun punya keyakinan bahwa perusahaan ini tak bakal merugikan. Terakhir, Ily memang sering bekerja sama dengan rumah produksi pencetak film sukses, Habibie & Ainun ini. “Pak Manoj enggak mungkin menawarkan sesuatu ke aku, yang akan merugikan aku. Jadi, aku percaya untuk menanam saham di situ,” beber aktris yang juga giat menulis ini.

Pantau Lewat aplikasi

Namanya berinvestasi—lewat saham pula—ily tentu tak bisa hanya mengandalkan orang lain untuk mengelola dananya. Karenanya, ia mengaku harus menceburkan diri lebih dalam demi belajar saham. Eitsss, apa dirinya tak kesusahan?

Katanya, sih, enggak. Sebaliknya, Ily malah mengaku pengin serius belajar saham.

“Oh iya, aku belajar banget! Kan ada konsultannya. Jadi aku benar-benar belajar, tanya ini maksudnya apa. Lihat saham itu kan harus per detik, per menit. Setiap detik, menit, sudah berubah lagi angkanya. Aku sempat tanya terus, kok bisa turun, kok bisa naik, sih? Aku tanya juga kapan harus jual sahamku. Jadi aku nanya terus untuk tahu,” celoteh Ily.

Nah, guna memantau investasinya, Ily pun tak bosan-bosan menengok aplikasi di smartphone. Kalaupun alpa mengecek, konsultan keuangannya siap mengingatkan.

“Main saham itu ngeri-ngeri enak. Pas lagi naik, kita lihat, wah investasi kita sudah besar, ya. Tapi waktu lagi turun, bingung. Kita harus was-was apa enggak, ya? Depends on feelings banget, sih,” celoteh kekasih Maxime Bouttier ini bersemangat.

Bila melihat grafik pertumbuhan nilai saham MD Pictures, geraknya memang melesat naik dibanding kali pertama saham ini dibuka ke publik—dengan beberapa kali diselingi titik turun. Dengan kata lain, bisa jadi feeling Ily tak salah pilih tempat menaruh modal untuk berinvestasi. Ngeri-ngeri tapi aman!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.