INVESTASI untuk Yayasan & Pemerintah

Daripada beli sports car mewah, Cinta Laura memilih berinvestasi untuk membantu negara dan membiayai yayasan sosial.

Nova - - Isu Spesial - JEANETT VERICA | FOTO: ROY SILITONGA

Gaya hidup sebagian kaum seleb dan sosialita yang terlihat serba mewah, sepertinya tak menggiurkan bagi Cinta Laura.

Baginya, alih-alih menghamburhamburkan uang demi mengoleksi tas ratusan juta atau sports car yang bisa melaju kencang, dirinya justru memilih berinvestasi.

Yup! Uang hasil bekerja dan berkarier selama hampir 15 tahun di industri perfilman dan musik, dialokasikan Cinta untuk berinvestasi dan membantu pemerintah.

Membantu pemerintah?

“Ya, untuk membantu pemerintah, kita taruh (uang) di obligasi pemerintah, kayak SUKUK (obligasi syariah, red.). Selain karena bunganya tinggi, keamanannya juga tinggi, dan kita membantu pemerintah. Ngapain kita bantu pemerintah lain?

Lebih baik kita bantu pemerintah Indonesia,” ungkap Herdina Kiehl, sang ibunda tercinta dari Cinta Laura.

Well, sebagaimana diketahui, Cinta sendiri memang masih menetap dan meniti karier di Amerika. Sehingga mau tak mau, keuangan Cinta masih dikelola oleh sang mama.

“Impossible Cinta investasi di Amerika, karena saya yakin kita enggak boleh transfer uang lebih dari US$10.000 ke luar negeri, kecuali tertulis alasannya. Misal, mau beli rumah, mobil, harus ada reason-nya. Kalau enggak, nanti bisa diduga melakukan money laundering,” kisah Herdina.

Nah, demi memaksimalkan setumpuk dana hasil kerja keras Cinta itulah, Herdina dan sang suami merasa perlu berinvestasi. Apalagi, ada yayasan milik mereka yang harus dibiayai. Dengan berinvestasi, sumber dana didapat, pemerintah pun bisa didukung karenanya. Lagipula, di tangan orangtua, lebih sedikit, kan, kemungkinannya uang akan hilang? “Jadi, kami investasikan supaya hasil kerja keras Cinta semakin berkembang dengan cara yang benar. Bisa bikin hidup dia nyaman,” aku Herdina, “Kalau enggak ada bunganya, dari mana biayanya? Jadi uang Cinta berbunga karena diperlukan untuk biaya operasional yayasan. Yang jelas, Cinta itu berpikir panjang sekali untuk masa depannya. Semua branded thing dia di bawah Rp100 juta. Daripada beli tas mewah, mending buat yayasannya.”

Tapi bukankah tas mewah bisa juga sebagai modal investasi—seperti yang dilakukan teman-teman Cinta?

“Jadi, kami investasikan supaya hasil kerja keras Cinta semakin berkembang dengan cara yang benar. Bisa bikin hidup dia nyaman,” Herdina, ibunda Cinta Laura.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.