Coba-coba Berujung Sukses

Nova - - Ragam - MARIA ERMILINDA HAYON FOTO: INSTAGRAM

Ni Nengah Widiasih, atlet angkat berat kelahiran Bali, 12 Desember 1992 ini nyatanya sudah menggeluti dunia olahraga angkat berat sejak masih SD. Padahal, awalnya Widi—begitu sapaannya—mengaku tak berniat serius menekuni cabang olahraga (cabor) ini. Hanya coba-coba, namun siapa sangka kini prestasinya malah menembus dunia.

Asal tahu saja, Widi sebenarnya sudah sering ikut kejuaraan olahraga sejak kelas 4 SD. Tapi bukan di cabang olahraga angkat berat. Sebelumnya dia telah jadi atlet pelajar untuk olahraga balap atletik. Akhirnya hatinya berlabuh pada cabang olahraga angkat berat dan membawanya masuk pelatnas hingga sekarang.

“Dulu aku cuma ikut-ikutan kakak saja. Sampai pelatihnya melihatku dan dilatihnyalah aku. Ikut perlombaan, sampai dapat juara dan ditarik masuk pelatnas di Solo,” ungkap Widi.

Setelah masuk pelatnas, Widi mengikuti pertandingan pertamanya di ASEAN Para Games Thailand 2001 dan meraih prestasi. Saat ikut cabor angkat berat, sebenarnya keluarga Widi masih ragu karena usianya masih sangat kecil, tubuhnya hanya seberat 35 kg. Wajar jika orangtuanya khawatir.

Sempat tak Percaya diri

Widi pernah mengalami krisis kepercayaan diri saat kecil. Dia telah mengalami polio sejak usia tiga tahun akibat kesalahan dokter. Saat bersekolah, gadis Bali ini kerap merasa down melihat temantemannya bermain dan berlarian, sedangkan dia hanya bisa duduk melihat.

“Saat itu pulang sekolah, aku menangis dan memeluk kedua orangtuaku. Aku tanya sama Ayah, kenapa aku berbeda? Kenapa kakiku tidak bisa berfungsi selayaknya anak-anak, sih? ” ujar Widi.

Beruntung, orangtuanya selalu memberi penguatan hingga dia bisa berprestasi. “Kamu tidak berbeda, kamu spesial,” kenang Widi menirukan ucapan ayahnya.

Sekarang Widi tengah mempersiapkan diri mengikuti Asian Para Games 2018. Saat ditanya target, Widi mengaku tak ada target spesifik. “Yang pasti, lakukan yang terbaik. Masalah nanti hasilnya bagaimana, yang penting aku sudah berjuang. Hasil akhir itu Tuhan yang mengatur,” tutup Widi.

Semangat! Kita mendukungmu!

“Yang pasti, lakukan yang terbaik. Masalah nanti hasilnya bagaimana, yang penting aku sudah berjuang.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.