Mengintip gaya Kayu Clean ala industrialskandinavia

Sudah selama hampir lima tahun belakangan, kita sering mendengar istilah hunian bergaya Skandinavia. Namun sebetulnya, apa, sih, keunggulan hunian ini? Samakah dengan gaya minimalis?

Nova - - Griya -

Setelah gaya rumah minimalis, kini rupanya gaya rumah Skandinavia mulai lebih sering dilirik pasangan muda milenial. Sebetulnya, kedua gaya ini memiliki kesamaan, yakni tetap mengedepankan perabotan yang praktis dan sederhana. Hanya saja, gaya interior Skandinavia lebih dikenal dekat dan lekat dengan furnitur-furnitur berbahan dasar kayu.

Biar lebih jelas, mari kita langsung tengok salah satu hunian berupa apartemen milik Listiyo P. Subiyakto (35) berikut. Konon, menurut lelaki yang akrab dipanggil Tiyo ini, interior huniannya dipilih mengadaptasi gaya Skandinavia, dipadu dengan sedikit sentuhan industrial. Apik!

Pertama-tama, seperti kebutuhan hunian umumnya, apartemen yang terletak di Bekasi Timur ini juga terdiri atas dapur, kamar mandi, ruang tidur yang bersatu dengan ruang televisi.

Ruang dapur didominasi warna putih, sementara pada ruang tidur dan ruang televisi, Tiyo lebih banyak menerapkan kayu palet cokelat muda. Batu bata ekspos pun disulap menjadi center point untuk ruang televisi ini.

Meski hanya berukuran 24 m2, sang pemilik tak ingin melupakan penempatan meja kerja yang mengarah ke jendela. Tujuannya, agar bisa melihat pemandangan ke luar. Penggunaan kembali kayu palet, menjadi pilihan yang pas.

Yang menarik, meski tak begitu luas, ruangan ini masih mampu menghadirkan mural vespa dan aksen-aksen warna.

“Vespa bukan soal berkendara, tapi soal taste. Sama seperti desain interior, soal taste juga,” ujar Tiyo.

Beranjak ke kamar mandi, kita bisa melihat kesan berbeda. Pemakaian tegel kunci diterapkan di wastafel yang berada di dalam kamar mandi, untuk menghadirkan sedikit aksen bernuansa vintage yang manis.

industrial-skandinavia

Gaya industrial-skandinavia dipilih, tentu saja karena dianggap memiliki berbagai kelebihan. Misalnya, “Konsep Skandinavia itu bersih, indah, sederhana dan banyak mengeksplor alam, penggunaan kayu, besi, dan batu,” ungkap Tiyo.

Sementara segi industrial dipilih untuk lebih mengekspos material. “Batu bata ekspos menjadi center di ruangan. Fungsinya tentu saja untuk menambah aksen industrial,”

Tiyo mengaku, kolaborasi dua desain ini memang kerap menjadi pilihan banyak orang.

“Desain Skandinavia memang lagi banyak disukai saat ini. Selain mengekspos keindahan, konsep ini memikirkan fungsi, letak, dan furnitur,” beber Tiyo.

pemilihan Bahan Kayu

Dari berbagai pertimbangan, perpaduan gaya industrial-skandinavia yang lantas dilengkapi berbagai unsur kayu pun menjadi pilihan utama bapak dua anak ini.

Alasannya, “Pemilihan kayu clean sengaja diambil karena apartemennya tidak

begitu luas. Sedangkan barang yang harus diakomodasi, banyak jumlahnya.”

Pemilihan desain pun diusahakan seminimalis dan seringkas mungkin, guna menciptakan ilusi luas ruang. “Mulai dari pemanfaatan meja gantung, sangat efektif membuat ruangan terlihat clean dan luas,” jelas Tiyo.

Selain itu, Tiyo juga menggunakan furnitur yang didesain dengan fungsi penyimpanan maksimal. Misalnya, “Tempat tidur dan nakas dengan laci penyimpanan, serta lemari pakaian yang juga dilengkapi rak sepatu,” kisah Tiyo.

Ukuran ruangan yang sempit dan terbatas mau tak mau memang menjadi pertimbangan

dalam mendesain apartemen ini. “Agar lemari pakaian mudah diakses, memakai pintu samping yang dilengkapi dengan kaca. Sehingga, lagi-lagi ruangan terlihat luas.”

Penggunaan bahan-bahan kayu memang menjadi ciri khas gaya Skandinavia yang clean dan asri. “Bahan-bahan yang digunakan (adalah) kayu bekas palet untuk furnitur,” bilang Tiyo.

Harga sebanding

Lalu, bagaimana dengan harga? Apakah gaya ini bakal lebih mahal atau lebih terjangkau?

“Terkait dengan harga, tidak begitu berbeda jauh dengan interior apartemen pada umumnya,” kata Tiyo.

Namun, dengan penggunaan kayu palet solid, perbedaan harga menjadi sebanding. “Tentu saja dari segi ketahanan, lebih tahan lama kayu solid dibandingkan kayu olahan,”

tutur Tiyo sambil menyebutkan harga berkisar Rp35 juga sampai Rp40 juta untuk interior apartemen ini.

Yang jelas, lanjut Tiyo, sangatlah penting membuat hunian menarik agar penghuninya betah. “Jangan takut berkreasi, eksplor hal unik tapi jangan lupakan fungsi. At the end, fungsi juga harus dipikirkan,” tandas Tiyo yang senang utak-atik bersama istri. “Kami malah enggak bisa desain interior. Background saya teknik perkapalan sedangkan istri legal,” imbuhnya.

Bagaimana dengan Anda? Tertarik utakatik interior bersama pasangan?

Pemilihan posisi meja kerja yang mengarah ke jendela tentu membantu Anda menggali inspirasi dan menyegarkan pikiran.

Penempatan dinding bata ekspos sebagai center point dari ruangan ini, sukses menghadirkan kesan industrial yang kental.

Guna mengorganisir barang dengan baik, pemanfaatan laci di lemari juga dilakukan.

Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Penempatan meja kerja dan tempat tidur dengan nuansa clean seperti ini tentu ideal dalam membuat tampilan yang indah, tanpa mengabaikan fungsi.

Lemari dengan pintu geser dipilih untuk menghemat ruang.

Guna menyimpan banyak barang, Anda bisa memanfaatkan laci di ranjang atau nakas samping tempat tidur.

Penggunaan tegel kunci di kamar mandi sukses menghadirkan kesan manis dan vintage.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.