Good Education:

Pregnancy (Indonesia) - - Contents -

Pelajaran Penting untuk Balita: Bergerak!

Di sekolahnya, Si Kecil diajarkan beragam keterampilan. Salah satunya adalah keterampilan fisik yang dilakukan sambil bermain. Apa sih manfaat aktivitas ini?

Berlari, melompat, berguling, merangkak, dan menari selalu menjadi aktivitas favorit Si Kecil. Di sekolahnya pun, materi pelajaran ini cukup besar porsinya. Aktivitas fisik terstruktur untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun, menurut Center of Disease Control and Prevention (CDC) sangat penting bagi tumbuh kembangnya. Berikut alasan mengapa Si Kecil wajib melakukan aktivitas fisik.

Menanamkan Gaya Hidup Sehat

Anak-anak masa kini rentan mengalami obesitas dini. Gaya hidup sedikit bergerak dan makanan berlemak dengan gizi tidak seimbang menjadi salah satu penyebabnya. Obesitas di usia bawah 5 tahun memperbesar risiko penyakitpenyakit berbahaya di masa dewasa. Anak obesitas bahkan cenderung mengalami masalah gangguan jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes di usia mudanya.

Di sekolah, anak-anak akan diajarkan melakukan aneka kegiatan fisik terstruktur untuk memaksa mereka bergerak. Sambil melatih otot dan keterampilan fisik, gerak terstruktur juga mengajarkan Si Kecil disiplin, toleransi, matematika, bahasa, dan seni. Lagi pula bergerak memicu otak menghasilkan hormon dopamine yang membuat orang bahagia. Anak yang banyak bergerak pasti lebih lincah dan riang.

Melatih Koordinasi dan Motorik

Balita punya banyak energi. Mereka merangkak, berguling, melompat, berlari, sesuka hatinya. Melakukan gerakan-gerakan terstruktur melatih mereka untuk mengoordinasikan anggota tubuh mereka. Dengan bergerak mereka juga melatih koordinasi motorik kasar dan halus. Bergerak memicu jaringan saraf di otak terhubung dengan baik. Motorik kasar yang terlatih akan memicu keterampilan motorik halusnya kelak. Batita perlu bergerak dengan bebas. Alat bantu yang dipakai hanyalah untuk memandu mereka bergerak sesuai dengan koordinasi. Guru, misalnya akan mengajarkan memindahkan bola,atau melompat melewati sebuah hula hoop.

Guru juga akan mengajarkan anak-anak bergerak mengikuti irama lagu atau hitungan tertentu. Lembaga Early Childhood merekomendasikan gerak terstruktur minimal 1 jam per hari.

Meningkatkan Kepercayaan Diri

Bagaimana aktivitas fisik terstruktur bisa meningkatkan kepercayaan diri? Inilah yang terjadi: anak-anak memiliki kebutuhan diri untuk mengaktualisasikan diri mereka. Dengan gerakan terstruktur yang mereka lakukan, Si Kecil akan memiliki kepercayaan diri karena mereka tahu apa yang harus dilakukan dan mereka bisa memperkirakan hasil akhirnya.

“Berhasil melakukan perintah dengan baik, akan membuat si kecil percaya diri, mengurangi kecemasan, dan stres,” tulis American Academy of Pediatrics.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.