Minor Behaviour:

Pregnancy (Indonesia) - - Contents -

Etika Media Sosial.

Kini sangat mudah untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan orang lain. buka saja timeline sosial media Anda. secepat itu pula Anda akan mengetahui apa yang sudah bisa dilakukan anak atau usia kehamilan teman Anda, atau baju apa yang dipakai sepupu Anda hari ini.

secepat internet berkembang, secepat itu pula cara orang berinteraksi secara online berubah. facebook adalah standar emas media sosial. Walaupun kini banyak situs sosial media bermunculan, kurang lebih aturannya tetap sama. berikut beberapa aturan bagaimana menggunakan media sosial secara bijak.

Friending dan Unfriending

moms, pernah membaca posting teman media sosial Anda yang seperti ini?

saat ini, memberitakan apa yang sedang kita lakukan di media sosial telah menjadi sesuatu yang biasa. saking terbiasanya, kadang kita lupa bahwa sebenarnya sedang ‘berbicara’ dengan semua orang di dunia maya, bukan hanya teman-teman terdekat.

“Ya Allah, maaf bangun kesiangan gara­gara bergadang sama Ale. Ayahh maaf yaa .... Ayahhh

makashhh ya, Sayang .... Ya Allah punya suami baik dan soleh banget kaya gini. Nitip satu lagi ya Allah yang kaya gini buat Ninda besar nanti. Love u too, Ayahh!”

saat pertama kali bergabung dengan media sosial, salah satu kegiatan

utamanya adalah menghubungkan Anda dengan teman, keluarga, dan rekan saat ini ataupun yang telah lama tak terdengar. Tetapi, jika menurut Anda mengetahui romansa teman Anda dengan suaminya adalah tidak penting dan berlebihan, Anda berhak untuk tidak menerima permintaan pertemanannya. Ataupun jika Anda sudah telanjur berteman, Anda berhak untuk mengeluarkannya dari daftar pertemanan Anda. Ingat, Anda berhak memilih siapa teman Anda. “Jika ia bertanya atau meminta Anda untuk menerima pertemanannya, jelaskan saja bahwa Anda perlu mengaturnya kembali,” saran Jodi R. R. smith, penulis The Etiquette Book: A Complete Guide to Modern Manners.

Atau mungkin Anda pernah mendapatkan yang seperti ini:

“Kerjaan satu belum selesai, udah dikasih kerjaan baru.

Plis deh, Bos!”

“Dede rewel, Kaka ngga mau

makan, di luar hujan deras, Si Ayah lembur, lengkap sudah .... ”

Jika ada sesorang yang menurut Anda ‘mengganggu’ tapi Anda merasa tidak enak untuk memutuskan pertemanan dengannya, misalnya sepupu yang oversharing atau teman dekat yang suka mengeluh, Anda bisa ‘menyembunyikannya’ dari timeline Anda.

saat ini facebook sudah memiliki menu ‘unfollow’, yang artinya Anda tidak akan dapat membaca update satus darinya, namun Anda tetap berteman dengannya. Dengan begitu, Anda tetap bisa ‘memilih’ siapa yang muncul di timeline Anda tanpa me nyakiti perasaan siapa pun.

status Update

Pada dasarnya, aktivitas utama di facebook, Path, Instagram adalah untuk memberitakan apa yang sedang Anda lakukan atau rasakan sekarang. Dari mana lagi Anda bisa tahu apa yang sedang dilakukan anak teman Anda dulu kalau bukan dari media sosial? selalu meng-update berbagai hal memang menyenangkan, tapi hati-hati jangan sampai Anda terjebak 3 hal yang bisa membuat Anda terlihat ‘menyebalkan’: 1. status yang sengaja kabur atau menyindir 2. mengeluh berlebihan 3. Oversharing atau terlalu sering posting.

sebaiknya, pikirkan dulu baik-baik apa yang ingin Anda bagi sebelum menyebarkannya ke seluruh dunia.

Foto

Sharing foto perkembangan anak tentu akan membuat orang tertarik. Tapi, walaupun Anda bisa posting 746 foto, bukan berarti Anda ‘harus’ melakukannya. Rapikan folder foto Anda dan buat foto-foto perkembangan si Kecil menjadi sebuah cerita. Jadikan foto yang paling menarik sebagai cover album foto Anda.

Jika ingin posting foto anak, posting-lah foto yang memperlihatkan prestasi anak Anda dan membuatnya bangga. misalnya saat ia baru pertama melangkah, hasil mewarnai di sekolah, sedang ikut pentas balet, resital musik, pertandingan olahraga, atau mungkin foto saat ia sedang membuat kue pertamanya. Hindari posting foto anak yang bisa membuat mereka malu saat dewasa, walaupun itu lucu, misalnya foto si Kecil saat mandi. Jika Anda tetap ingin posting sebagai dokumentasi pribadi, ubah setting album menjadi ‘Privasi’.

tag with Care

men-tag foto keluarga atau teman adalah cara yang bagus untuk berbagi momen. Tapi ingat moms, tidak semua orang ingin foto-foto dirinya dalam pakaian renang terpampang di internet. Jadi jangan men-tag seseorang saat Anda pertama kali posting sebuah foto. lebih baik kirim ia pesan personal atau email dengan link ke foto tersebut. Tanyakan, bolehkah jika Anda men-tag fotonya lain kali. Itu tentunya akan jauh lebih sopan.

Ada aturan tidak tertulis di media sosial. Posting foto orang lain seperti Anda ingin foto Anda di-posting olehnya. minta teman Anda untuk melakukan hal yang sama. Jika ada posting teman yang men-tag Anda dan membuat Anda tidak nyaman, Anda boleh memintanya untuk diturunkan.

Komentar Negatif

meskipun Anda mungkin tidak bisa selalu menjauh dari kometar negatif, setidaknya Anda dapat mengelolanya dengan baik. Hal pertama dan yang termudah adalah dengan tidak merespons. “Anda tidak perlu terlibat. Dunia tidak akan melihat Anda buruk hanya karena Anda tidak pernah menanggapi mereka,” kata lizzie Post, salah satu penulis di Emily Post’s Etiquette.

Jika Anda merasa perlu untuk menanggapi, luangkan waktu untuk berpikir tentang apa yang akan Anda katakan. “berpikir dua kali sebelum Anda posting sesuatu, dan berpikir beberapa kali sebelum Anda menanggapi sesuatu yang negatif,” kata Post.

Kemudian, baca lagi komentar Anda dengan keras untuk melihat bagaimana kedengarannya, karena kadang-kadang apa yang masuk akal di kepala Anda, tidak sama saat diungkapkan dengan kata-kata. Periksa lagi kesalahan ketik, tanda baca, dan lainnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.