Body After Baby.

Pregnancy (Indonesia) - - Contents -

Tubuh kembali ideal setelah melahirkan adalah hal yang diidamkan banyak wanita. Akan tetapi, mengembalikan bentuk tubuh setelah melahirkan bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa kondisi yang patut diperhatikan terlebih dahulu.

Hamil dan melahirkan adalah momen spesial bagi setiap wanita. Namun setelah itu, tak sedikit wanita terkejut dengan tampilan tubuhnya yang berubah cukup drastis. Mengapa bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?

Kembali Secara Alami

Bayangkan perut Anda adalah sebuah balon yang perlahan membesar karena terisi udara. Begitu pula dengan kehamilan, perut Anda akan membesar karena ada janin yang tumbuh di dalamnya. Namun, melahirkan tidak sama dengan 'memecahkan balon'. Melahirkan dapat digambarkan seperti adanya kebocoran udara pada balon, yang nyatanya, setelah bayi Anda lahir, secara perlahan ukuran perut akan mengalami penurunan hingga kondisi semula yang stabil.

Dr. Prima Progestian, SP.OG menyebutkan bahwa wanita pada umumnya akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 6,5 - 16,5 kg pada masa kehamilan. Pada kondisi ini, janin yang tumbuh akan memengaruhi

ukuran rahim yang kian membesar, sehingga perut calon ibu juga ikut membesar.

“Begitu melahirkan, rahim sebenarnya akan mengecil dan kembali ke bentuk semula dengan sendirinya, setelah masa nifas 40 hari,” ujar dr. Prima menjelaskan awal mula kembalinya bentuk tubuh secara alami setelah melahirkan.

Seiring pengembalian bentuk rahim, sejak bayi lahir, akan terjadi perubahan hormon yang menyebabkan rahim mengecil secara alami. Semua sel di dalam tubuh yang membengkak juga akan mengempis. Air di jaringan tubuh akan keuar melaui keringat.

“Sebenarnya, secara alami tubuh Ibu sudah bisa kembali. Cukup dengan menyusui secara teratur serta bergerak aktif mengurus bayi, maka lama-kelamaan lemak juga akan menyusut. Tapi, ini tentu tergantung dengan waktu dan juga kondisi tertentu untuk melihat hasil yang nyata,” ungkap dr Prima.

Semua Butuh Waktu

Kesabaran adalah salah satu kunci dari keberhasilan pengembalian bentuk tubuh setelah melahirkan. Jika kehamilan harus melewati waktu 9 bulan, butuh waktu yang cukup lama pula untuk mengembalikan tubuh Anda seperti semula.

“Pada dasarnya, proses ini memang membutuhkan waktu. Apalagi pada ibu yang melahirkan dengan metode operasi Caesar, mereka butuh waktu sekitar beberapa bulan untuk tahap penyembuhan terlebih dahulu. Aktivitas berat yang diupayakan untuk mengembalikan bentuk tubuh sangat tidak disarankan karena dapat menimbulkan komplikasi seperti keluhan nyeri atau berdampak pada luka bekas operasi di perut,” papar dr. Prima.

Untuk mendukung jalannya waktu, terdapat beberapa hal lain yang memiliki pengaruh besar terhadap lamanya proses pengembalian bentuk tubuh. Yang pertama ialah bentuk tubuh wanita itu sendiri. Apakah tubuh Anda sudah gemuk sejak sebelum hamil? Jika ya, tubuh Anda pun akan kembali ke bentuk semula seperti demikian. “Kehamilan pada setiap wanita memang berbeda-beda. Ada yang mengalami kegemukan di seluruh bagian tubuh, namun ada pula yang hanya membesar di bagian perut saja. Ada juga yang gampang naik berat badannya tetapi susah pula turunnya,” sambung dr. Prima.

Lalu, berapa banyak berat badan Anda yang bertambah saat hamil? Pertanyaan tersebut adalah aspek kedua yang berpengaruh pada proses ini. Semakin banyak kenaikan, maka semakin lama waktu yang Anda butuhkan untuk dapat kembali ke bentuk semula.

“Selain itu, gaya hidup tentu juga memengaruhi hal ini. Seberapa aktif Si Ibu, bagaimana pola makan, serta apa saja olahraga yang dilakukannya, akan berkaitan dengan hasil yang ia peroleh,” lanjut dr. Prima.

Jika dalam waktu yang cukup lama tubuh belum juga menunjukkan adanya perubahan, aspek berikut ini mungkin dapat menjawabnya. Sebagaimana dilansir dari babycentre.co.uk, jika usaha yang sudah Anda lakukan tidak juga memberikan hasil, alasannya ialah karena faktor genetis.

“Untuk mengurangi berat badan, cobalah untuk berolahraga ringan di tahap awal seperti senam pernapasan, melakukan gerakan yang berguna untuk mengencangkan otot, hingga olahraga berat seperti aerobik. Lalu, Kardio dan mengangkat beban bisa Anda lakukan setelah melewati proses penyembuhan,” jelas dr Prima.

Jadi, tak perlu memaksakan diri. Ingatlah, yang penting Anda dan Si Kecil sehat dan bahagia. Embrace and love your body, it is the most amazing thing you will ever own. Be happy, Moms!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.