Ouch! Infeksi Saluran Kemih

Pregnancy (Indonesia) - - Health -

Infeksi saluran kemih (ISK) umum terjadi namun bisa berbahaya jika tidak segera diobati. Pada ibu hamil, bahkan bisa mengancam keselamatan janin.

Pernah merasa terganggu karena harus bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil (BAK)? Merasa sakit atau sulit menahan BAK? Jika ya, sebaiknya Anda memeriksakan diri karena ada kemungkinan Anda terkena ISK.

Infeksi biasanya terjadi di uretra dan kandung kemih. Namun bisa mengarah ke infeksi di bagian lainnya. Dan, wanita lebih rentan mengalaminya.

Sederhana vs Kompleks

Menurut dr. Syamsu Hudaya, SP.U dari Eka Hospital, ISK adalah infeksi yang terjadi di saluran kemih, ditandai adanya bakteri dan sel darah putih di urine. Bakteri masuk ke saluran kemih melalui beberapa cara. Antara lain: › TERSUMBATNYA ALIRAN URINE. › HUBUNGAN SEKS. › PENGGUNAAN KATETER. › KOTORAN YANG TERBAWA KE VAGINA.

“Ada infeksi saluran kemih yang bersifat sederhana dan kompleks,” kata dr. Syamsu. Ia menjelaskan bahwa infeksi saluran kemih masuk kategori sederhana jika terjadi pada wanita muda di usia reproduksi muda tanpa kelainan apa pun. Wanita lebih rentan terhadap ISK antara lain karena secara anatomi uretra perempuan lebih pendek dibandingkan pria. Kondisi ini membuat bakteri lebih cepat dan lebih mudah masuk. Selain itu uretra pada wanita lebih dekat ke dubur hingga memudahkan bakteri mencapai uretra.

Hubungan seks juga bisa meningkatkan risiko ISK. Kontak seksual membuat saluran kemih wanita terekspos dengan bakteri. Saat berhubungan seks, terjadi kontak antara uretra dengan bakteri dari organ intim dan dubur. Hal ini memungkinkan bakteri masuk ke uretra, kandung kemih, dan bukan tidak mungkin mencapai ginjal. Akibatnya, terjadi infeksi.

ISK dikategorikan kompleks jika disertai kelainan lain. Risiko ISK pada wanita hamil bisa lebih tinggi karena adanya perubahan-perubahan fisik, antara lain perubahan hormon. Dokter Syamsu menjelaskan bahwa gangguan hormonal menyebabkan saluran kemih rentan kena infeksi.

Kandungan yang makin berkembang juga akan menekan kantung kemih sehingga buang air kecil tidak tuntas. Akibatnya, urine yang tersisa menjadi sumber infeksi. Jika ISK tidak segera diobati dapat menyebabkan infeksi pada ginjal. Jika sampai terjadi, maka ISK dapat berujung pada kelahiran prematur dan bayi lahir dengan berat di bawah normal. Bahkan bisa mengakibatkan keguguran.

Pengobatan Segera

Dengan pengobatan yang tepat, ISK jarang mengakibatkan masalah serius. Pengobatan ISK dilakukan dengan pemberian antibiotik hingga 7 hari atau sesuai kebutuhan. Biasanya, dalam tiga hari, gejalanya sudah hilang. Akan tetapi konsumsi antibiotik tetap harus diteruskan sesuai dosis yang dianjurkan dokter. Jangan menghentikan pengobatan

“ISK adalah infeksi yang terjadi di saluran kemih, ditandai adanya bakteri dan sel darah putih di urine. Bakteri masuk ke saluran kemih melalui beberapa cara. Antara lain, tersumbatnya aliran urine, hubungan seks, dan penggunaan kateter.”

tanpa berkonsultasi dengan dokter. “Pada ibu hamil, pengobatannya juga memakai antibiotik. Tentu saja, obat yang dipakai adalah yang aman untuk ibu hamil,” jelas dr. Syamsu. Selain itu juga dibutuhkan pemantauan dan pemeriksaan intensif seperti USG dan pemeriksaan laboratorium untuk menemukan jenis bakteri penyebab infeksi dan memilih obat yang tepat.

Infeksi saluran kemih dapat menyerang berulang kali. Untuk itu penting melakukan tindakan pencegahan dengan menjaga kebersihan organ intim.

Penggunaan alat kontrasepsi seperti kondom saat berhubungan seks juga dapat membantu pencegahan ISK. “Yang penting, kondom yang digunakan adalah yang berkualitas, steril, dan tidak terkontaminasi,” kata dr. Syamsu.

Menurut dr. Syamsu, ISK tidak ada hubungannya dengan menahan buang air kecil. Namun ia juga tidak menyarankan untuk menahan buang air kecil. Kandung kemih bisa menahan hingga 400 cc dengan rata-rata 3-4 jam sekali buang air kecil. Maksimal delapan kali sehari.

Gejala ISK

› Keinginan buang air kecil yang mendesak atau sering buang air kecil. › Sulit buang air kecil atau anyanganyangan. › Nyeri di pinggang atau perut bagian bawah. › Sakit saat buang air kecil. Urine keruh atau berbau.

Cegah ISK:

› Selalu menjaga kebersihan organ intim. › Basuh organ intim dari arah depan ke belakang. › Jika menyeka organ intim dengan tisu, lakukan sekali, satu arah dari

“Infeksi saluran kemih dapat menyerang berulang kali. Untuk itu penting melakukan tindakan pencegahan dengan menjaga kebersihan organ intim.”

depan ke belakang ( jangan lakukan berulang-ulang dengan tisu yang sama). › Saat membasuh setelah buang air besar, hindari menyemprot dari belakang. › Bersihkan organ intim begitu selesai berhubungan seks. Jika tidak, akan meningkatkan risiko ISK 3 kali lipat. › Kenakan pakaian dalam yang menyerap keringat (katun). Segera ganti jika lembap. › Rajin mengganti pantyliners atau pembalut. › Hindari stres. › Hindari mandi berendam. › Hindari mengenakan pakaian ketat.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.