LANTAI PRAKTIS DENGAN SISTEM TILE-ON-TILE

Agar tidak ribet mengganti keramik lantai, gunakan saja sistem tile-on-tile yang lebih praktis dan hemat waktu.

Rumah - - Sudut - TEKS MARIA JACLYN jaclyn@tabloidrumah.com FOTO JOU ENDHY PESUARISSA

Ketika merenovasi rumah, ada beberapa penyebab yang mengharuskan kita mengganti keramik lantai. Pertama, keadaan keramik lama tak lagi indah dipandang karena sebagian ada yang lepas,

popping (terangkat), atau retak. Kedua, lantai rusak karena proses renovasi. Ketiga, keinginan untuk mengganti model, corak, dan ukuran untuk disesuaikan dengan desain ruangan baru.

Namun, sebelum memasang keramik baru, cara konvensional mengharuskan kita melepaskan keramik lama satu per satu, membersihkan permukaan lantai, barulah memasang keramik baru. Ini tentunya menyita waktu, boros tenaga, dan membutuhkan pengeluaran tambahan, sehingga banyak orang yang lantas urung mengganti keramik.

Untuk mengatasi ketidakpraktisan ini, kita dapat menggunakan sistem pemasangan

tile-on-tile, yaitu memasang keramik di atas keramik. Sistem ini lebih praktis dan cepat karena keramik lama tidak perlu dilepas untuk memasang keramik baru. Tak hanya keramik, cara ini juga memungkinkan kita memasang jenis penutup lantai lainnya seperti granit,

homogenous tile, dan parket. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengerjakan sistem tile

on tile.

Perekat Keramik

Semen biasa tidak bisa menggantikan fungsi perekat keramik karena kandungannya berbeda. Di dalam perekat keramik, terdapat zat aditif yang memungkinkan perekat untuk muai-susut karena suhu ruangan. Namun sama seperti cara menggunakan semen, dalam penggunaannya bubuk perekat keramik cukup ditambahkan air dengan takaran sesuai penunjuk.

Jenis perekat keramik yang digunakan untuk merekatkan keramik ke keramik, tidak sama dengan jenis perekat keramik ke lantai telanjang. Produsen perekat keramik seperti Sika dan AM, biasanya menyediakan 2 komponen perekat yang daya rekatnya sangat kuat namun tetap fleksibel.

Untuk menjaga kualitas perekat, ada beberapa tip yang bisa dilakukan. • Jangan menambahkan bahan lain ke

dalam adonan perekat keramik. • Saat digunakan, buatlah adonan dengan jumlah terbatas agar tidak cepat kering. • Jangan merendam keramik sebelum

digunakan. • Cara terbaik mengaplikasikan perekat adalah mengoleskan adonan ke sisi belakang keramik. • Sisir adonan dengan trowel untuk mencegah udara terjebak saat keramik dipasang.

Pengisi Nat

Seperti halnya yang terjadi pada perekat keramik, banyak orang salah kaprah dengan bahan pengisi nat. Banyak yang menyamakannya dengan semen biasa. Padahal, saat mengering semen umumnya menjadi keras dan getas, sehingga mudah retak. Sedangkan bahan pengisi nat memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki semen, yaitu fleksibel mengatasi muai-susut, tidak mudah kotor, anti-jamur, dan tersedia dalam berbagai pilihan warna.

Untuk area yang banyak berinteraksi dengan air, adonan pengisi nat dapat ditambahkan dengan cairan bonding agent, yaitu cairan perekat tambahan, supaya lebih kuat dan kedap air. Selain itu, adonan pengisi nat juga harus dibuat sesuai takaran. Terlalu encer akan membuatnya lebih cepat retak, menyusut, dan melesak saat kering. Sedangkan jika terlalu kental, adonan akan sulit menutupi rongga nat secara merata.

Dengan memilih perekat keramik dan pengisi nat yang sesuai dan berkualitas, Anda dapat memasang keramik dengan sistem tile-on-tile yang tentunya lebih menghemat waktu, tenaga, dan biaya renovasi.

FOTO ARIF BUDIMAN

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.