KINI BISA LEBIH PRAKTIS

NGEDAK Jika lahan tidak memungkinkan untuk dikembangkan, meningkat merupakan cara yang dipilih untuk menambah ruang. Tersedianya material praktis untuk dak bisa menjadi pilihan selain cara konvensional.

Rumah - - Sudut - TEKS PUSPITA DEWI dewi@tabloidrumah.com FOTO TAN RAHARDIAN

Renovasi, walaupun disebut kecil-kecilan tetap saja yang terbayang adalah kerepotan dan kotor. Terlebih jika renovasi yang dilakukan adalah meningkat rumah, misalnya membuat kamar tambahan, ruang kerja, atau ruang servis.

Setidaknya ada 3 cara untuk menambahkan ruang di lantai atas, yaitu membuat cor secara konvensional, keraton, dan pelat metal. Ketiganya memiliki ciri khas masing-masing yang efektif untuk kondisi yang berbeda.

Dak Konvensional

Saat membuat atap carport, ruang servis di belakang, atau kamar anak di dalam, yang terlintas adalah repotnya membuat dak karena setidaknya diperlukan waktu 3 minggu hingga cor-coran beton mengering. Pembuatan beton coran pun ribet, karena kayu perancah untuk menopang penampang cetakan beton malang melintang mengganggu kegiatan di bawahnya. Material yang digunakan yang teronggok di halaman rumah juga mengganggu kebersihan rumah, yaitu besi, wire mesh, pasir, semen, bekisting tripleks, dan kaso untuk bekisting.

Cara konvensional ini cocok jika di bawah dak itu tidak digunakan untuk beraktivitas, karena proses kerjanya sangat merepotkan dan membuat ruang berantakan. Contohnya, jika membuat tambahan kamar anak di dalam, mungkin lebih baik menggunakan material keraton atau pelat metal yang lebih praktis pemasangannya.

Bagaimana dengan harganya? Alfred Wiran dari Ina House and Build, memberikan kisaran harga mengedak area servis ukuran seluas 2m x 4m dengan tebal 12cm, yakni sekitar Rp600.000/m2. harga ini sudah termasuk ongkos tukang borongan.

Keramik Beton

Jika Anda tidak ingin disibukkan dengan pengecoran beton secara konvensional pada dak, ada cara lain yang lebih praktis yaitu menggunakan keraton—singkatan keramik dan beton. Dibuat dari tanah liat, keraton dicetak dengan ukuran 20cm x 25cm x 10cm, lalu dibakar dengan suhu 1.1000C. Keraton dibuat dengan sistem hampa udara sehingga padat sempurna. Merek keraton yang di pasaran di antaranya adalah Wina Ceiling Brick dan Dwidjo Blockvloer.

Keraton yang terbentang sepanjang 4m bisa menahan beban tinggi hingga 300kg/m2. Keraton juga lebih ringan 40% dibandingkan dak beton karena adanya rongga di tengahnya. Bobot beton sekitar 280kg/m2, sedangkan keraton bobotnya 130—150kg/m2.

Jika dicermati, dak keraton memiliki kekuatan yang tak kalah unggul daripada dak konvensional. Selain tidak banyak menggunakan scafolding atau perancah pada saat pemasangannya, keraton juga bisa meredam panas dan suara karena terdapat rongga di dalamnya dan materialnya terbuat dari bahan alami, yaitu tanah liat.

Keterangan yang diberikan oleh Paryono, pemborong yang biasa membuat dak keraton, untuk tambahan ruang di atas seluas 2m x 4m, harga yang dipatok sekitar Rp550.000/m2 sudah termasuk ongkos tukang. Sedangkan jika ditambah dengan struktur (kolom), harganya sekitar Rp1.600.000.

Pelat Metal

Ada satu cara lain membuat dak yang praktis, yaitu menggunakan pelat metal. Terbuat dari baja ringan yang kuat dengan ketebalan 0,75mm dan lebar 600mm, membuatnya cepat terbentang membentuk pijakan pada lantai di ruang atas. Berbeda dengan dak konvensional yang membutuhkan tiang perancah yang banyak, pelat metal ini hanya memerlukan perancah pada jarak tertentu, yaitu setiap 2m. Pelat metal yang bentuknya bergelombang serupa huruf “W” ini juga perlu dicor, tetapi cukup sekitar 6-7cm. Bandingkan dengan dak konvensional yang biasanya dicor setebal 12cm.

Dengan membandingkan aspek material, waktu, dan kebersihan, pelat beton ini dinilai lebih praktis dibandingkan dak konvensional. Untuk tambahan ruang di atas ukuran 2m x 4m, Aris Hartono dari Alsun Suksesindo memberi gambaran harga Rp3.015.000 atau sekitar Rp377.000/m2. Harga tersebut sudah mencakup pelat, besi, dan beton, dan ongkos pemasangan. Semakin luas, angkanya akan menjadi lebih murah, terlebih jika dibandingkan dak konvensional.

Merek pelat metal yang ada di pasaran, contohnya Bondex, Floordek, dan Metal Deck.

KEDIAMAN DEBBY SUSANTI, JOGLO, JAKARTA BARAT

LOKASI Ngedak dengan cara konvensional, walau dinilai merepotkan, kerap dipilih jika renovasinya total (satu rumah) sehingga bisa dikerjakan borongan oleh tukang bangunan sekaligus dengan bagian lainnya.

FOTO JOU ENDHY PESUARISSA

Pelat metal mudah dipasang untuk menambah ruang secara praktis, tidak banyak menggunakan perancah

sehingga tidak mengganggu ruang di bawahnya.

HOTMIAN

Keraton terbuat dari tanah liat dengan pembakaran

khusus, sehingga padat.

FOTO

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.