KPR RENOVASI SOLUSINYA!

Mencari dana tambahan untuk renovasi lewat KPR renovasi? Pastikan RAB renovasi yang Anda buat sesuai dengan kebutuhan.

Rumah - - Sudut - TEKS MARIA JACLYN jaclyn@tabloidrumah.com FOTO JOU ENDHY PESUARISSA

Umumnya kita melakukan renovasi rumah karena 3 hal, yaitu: rumah yang baru dibeli kurang memadai untuk ditinggali; rumah yang sudah lama ditinggali mengalami kerusakan di sana-sini; dan ada kebutuhan mendesak untuk menambah ruang.

Sayangnya, 3 jenis renovasi di atas membutuhkan dana besar. Makin besar perbaikan dan pengerjaan yang dilakukan, makin besar juga dana yang dibutuhkan. Misalnya, ngedak, mengganti rangka atap, menambah ruang dan mengecat rumah.

Untuk Anda yang mengalami ini, ada solusi untuk mendapatkan dana darurat untuk merenovasi rumah, yaitu menggunakan program KPR renovasi. Program ini merupakan turunan dari program KPR pembelian rumah yang dikeluarkan bank. Hampir semua bank yang mengeluarkan program KPR pembelian rumah memiliki KPR renovasi. Secara umum, KPR renovasi sama dengan KPR pembelian rumah, namun ada perbedaan mengenai cara pencairan dana dan syarat pengajuan.

Jika Anda berniat menggunakan program KPR renovasi, hal yang harus diperhatikan antara lain: besar dana kredit dan cicilan bulanannya; harta yang akan diagunkan; kredibilitas bank penyedia program ini; bunga bank; dan proses pengajuan KPR renovasi. Namun sebelum masuk lebih dalam tentang KPR renovasi, ada hal paling krusial yang harus dibuat untuk mengajukan KPR renovasi, yaitu rencana anggaran biaya (RAB) renovasi.

Apa Fungsi RAB Renovasi?

Secara umum, proses pengajuan KPR renovasi tak jauh berbeda dengan pengajuan KPR pembelian rumah. Perbedaannya ada pada elemen tambahan yang wajib ada dalam pengajuan KPR renovasi, yaitu RAB rumah yang akan direnovasi.

RAB renovasi akan menentukan jumlah dana yang kita butuhkan untuk merenovasi rumah. Bagian rumah mana saja yang akan dibetulkan? Apa saja yang akan dibuat atau dibangun baru? Material apa saja yang akan dibeli? Furnitur apa saja yang dibutuhkan? Tak hanya itu, RAB juga mencakup detail pengerjaan renovasi. Misalnya, kusen harga berapa yang akan digunakan? Atau berapa kebutuhan bahan bangunan?

Dari Mana Dapat RAB Renovasi?

Anda bisa membuat sendiri RAB renovasi, atau memintanya dari arsitek atau kontraktor yang merenovasi rumah. Pilihan terakhir biasanya lebih efektif, karena arsitek dan kontraktor dapat membantu kebutuhan kita menentukan prioritas kebutuhan renovasi rumah. Misalnya, lebih efektif menambah ruang secara horizontal atau vertikal, dan lainnya. Mereka juga memiliki pengetahuan yang luas tentang jenis dan harga produk terbaik yang bisa didapat di pasar.

Jenis Renovasi Seperti Apa yang Bisa Diajukan?

Umumnya masing-masing bank memiliki kebijakan tersendiri mengenai jenis renovasi yang bisa dilakukan untuk mengajukan KPR renovasi. Beberapa bank melarang renovasi total hingga merubuhkan rumah dan menghancurkan fondasi, karena nilai agunan dihitung dari nilai bangunan. Namun ada pula bank yang mengizinkan renovasi total, karena nilai agunan dihitung dari nilai tanah.

Untuk menentukan jenis renovasi, kembalilah pada kebutuhan dasar Anda dan keluarga. Jangan mengajukan RAB dan gambar kerja yang berlebihan dan tidak masuk akal karena akan membuat dana membengkak secara tidak efektif. Selain itu, dengan mengajukan proposal renovasi yang lebih masuk akal, perizinan IMB renovasi akan lebih mudah dikeluarkan oleh dinas tata kota.

Berapa Besar Dana yang Diberikan Bank?

Nilai harta agunan, masa cicilan, besar penghasilan bulanan, dan nilai renovasi yang didapat dari total RAB, merupakan 4 hal yang saling berkaitan dalam menentukan besar-kecilnya dana yang diberikan. Bank bisa memberikan dana 70–80% dari nilai RAB yang diajukan, meski akan kembali pada kemampuan konsumen untuk membayar cicilan setiap bulannya.

Kebanyakan bank mencairkan dana dengan sistem bertahap, misalnya 40%40%-20%, atau 50%-40%-10%, tergantung kebijakan masing-masing bank. Berbeda dengan KPR pembelian rumah di mana uang dicairkan langsung ke pihak penjual, dalam KPR renovasi uang dicairkan ke tangan debitur yang melakukan renovasi.

Nilai properti selalu mengalami peningkatan seiring waktu. Untuk memaksimalkan jumlah pinjaman dari bank, Anda dapat mengakalinya dengan cara memaksimalkan masa cicilan KPR, yang umumnya 10–20 tahun tergantung kebijakan masing-masing bank. Meski begitu, tindakan ini tentu akan membuat total bunga bank yang harus kita bayar semakin besar.

Dana Apa Saja yang Harus Disiapkan Sendiri?

Dana yang diberikan bank umumnya tak mencapai 100%, sehingga otomatis kita harus menanggung sendiri sisanya, yaitu sekitar 20–30% biaya renovasi dari RAB. Misalnya, untuk total renovasi yang menghabiskan dana Rp100 juta, kita harus menyiapkan dana sendiri sebesar Rp20–Rp30 juta.

Selain menyiapkan dana untuk akad kredit jika KPR sudah disetujui, pertimbangkan juga untuk memiliki dana darurat yang bisa digunakan mengatasi keperluan tambahan saat renovasi berlangsung.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.