AGUNAN HARUS MEMENUHI SYARAT

Seperti apa syarat agunan yang akan dilirik bank? Ini dia jawabannya.

Rumah - - Sudut - TEKS MARIA JACLYN jaclyn@tabloidrumah.com FOTO JOU ENDHY PESUARISSA

Kredit yang dikeluarkan bank umumnya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu kredit dengan agunan dan kredit tanpa agunan (KTA). Seperti halnya KPR pembelian rumah, KPR renovasi merupakan program kredit yang menggunakan sertifikat kepemilikan harta sebagai agunan atau jaminan.

Dalam program KPR renovasi, harta yang dapat diagunkan adalah sertifikat bangunan, yang akan diambil oleh bank jika debitur terkena penalti karena tidak dapat membayar cicilan kreditnya. Umumnya bank tidak menerima jenis harta lainnya, seperti emas atau BPKB kendaraan.

Kenali Jenis Agunan

Pada sistem KPR renovasi, ada 2 macam agunan yang biasanya dijaminkan ke bank. Pertama, rumah yang direnovasi. Beberapa bank, misalnya Bank BNI dan Bank BTN, mengambil pilihan ini karena lebih efisien dan menyeluruh. Skema yang dipilih adalah pembangunan dilaksanakan di atas lahan yang dijaminkan.

Kedua, rumah lain milik debitur. Ada beberapa bank, salah satunya Bank BRI, yang memilih skema ini sebagai alternatif, namun akan membantu Anda dalam kondisi tertentu. Misalnya, Anda memiliki 2 rumah di mana nilai jual rumah yang diagunkan lebih besar daripada nilai jual rumah yang akan direnovasi. Keadaan ini akan memberikan 2 keuntungan, yaitu dana kredit yang lebih besar dan keleluasaan untuk melakukan renovasi total karena rumah yang direnovasi tidak terikat peraturan bank.

Cek Kelayakan Surat

Pemilik rumah harus memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) rumah yang akan diagunkan. Untuk rumah yang masih berstatus Hak Guna Bangunan (HGB), pemilik sebaiknya mengurus surat SHM terlebih dahulu sebelum mengajukan KPR renovasi. Mengalihkan HGB menjadi SHM akan meningkatkan nilai jual bangunan sekitar 2%, sehingga nilai kredit yang diambil otomatis bisa lebih besar.

Selain itu, pemilik juga harus mengecek apakah SHM yang dimiliki masih merupakan surat gabungan antar-kaveling dalam perumahan yang bersangkutan atau sudah dipecah per kaveling. Jika sudah dipecah, pastikan ukuran kaveling yang tertera di sertifikat sesuai dengan keadaan di lapangan. Hal ini dimaksudkan agar pemilik lebih bebas melakukan perubahan pada bangunannya dan tidak terkena sengketa di kemudian hari.

Syarat Agunan Ideal

Selain membutuhkan surat-surat kepemilikan rumah yang lengkap, bank juga perlu menjamin bahwa agunan merupakan aset yang nantinya mudah dijual-belikan jika suatu saat jatuh ke tangan bank. Oleh karena itu, bank memiliki persyaratan tersendiri untuk rumah yang cocok diagunkan.

Syarat utama agunan yang ideal adalah lokasi yang strategis. Rumah yang diagunkan harus berada di pinggir jalan dengan luas minimum 3m, atau harus bisa dilewati kendaraan roda 4. Selain itu, rumah tidak boleh berada dekat fasilitas yang dapat mengurangi nilai jual bangunan, seperti sutet dan kuburan. Lokasi perumahan juga pastinya tidak boleh rawan banjir dan longsor.

Hal ini menjadi pertimbangan pokok agar nantinya jika rumah disita karena debitur tidak dapat memenuhi kewajibannya, rumah akan cepat laku saat dilelang bank, sehingga modal yang hilang dapat kembali dengan mudah.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.