Ganggu Lingkungan Saat Membangun Rumah

Rumah - - Konsultasi Properti Tahukah Anda -

QPak Yulius, selama 2 bulan terakhir ini tetangga sebelah rumah saya membangun rumahnya. Ia membangun rumahnya tanpa minta izin tetangga sebelah-sebelahnya, termasuk saya sendiri. Selain itu, proses pembangunan rumahnya juga kerap mengganggu penghuni rumahrumah sekitarnya (dari suara yang ditimbulkan dan penempatan material yang sembarangan di jalan umum).

Nah, pertanyaannya, apakah kegiatan pembangunan yang sudah mengganggu kenyamanan tetangga, termasuk pelanggaran hukum? Atau setelah menimbulkan kerusakan di rumah lainnya, baru bisa dikatakan melanggar hukum? Mohon nasihat hukum dari Bapak. Terima kasih. Karmelia Taloga

Jakarta Pusat

AIbu Karmelia yth., Seperti sudah diketahui secara umum bahwa untuk mendirikan bangunan (dalam hal ini rumah tinggal), diperlukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). IMB merupakan salah satu jenis retribusi perizinan tertentu yang harus dibayarkan kepada Pemerintah Daerah (Pasal 141 huruf a UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah). Untuk wilayah DKI Jakarta, ketentuan mengenai kewajiban untuk memiliki IMB sebelum membangun rumah ini, dapat kita temui antara lain dalam Pasal 15 ayat (1) Perda Provinsi DKI Jakarta No. 7 Tahun 2010 tentang Bangunan Gedung (Perda 7/2010).

Pada dasarnya, tidak ada kewajiban bagi orang yang ingin membangun rumah untuk meminta izin kepada tetangganya. Namun, dalam praktiknya di sebagian daerah, seseorang yang hendak membangun rumahnya merasa perlu memberitahu tetanggatetangga yang tinggal bersebelahan dengan rumahnya. Hal ini boleh jadi telah merupakan kebiasaan atau tata krama yang berlaku di sebagian masyarakat Indonesia. Hal demikian dapat dipahami karena pembangunan rumah akan menimbulkan bunyi-bunyi gaduh, kotornya area sekitar (karena bahan-bahan bangunan) atau halhal lainnya serta tidak menutup kemungkinan dapat merusak pagar pembatas rumah milik tetangga.

Untuk itulah, sangat penting adanya sikap saling toleransi dan pengertian di lingkungan setempat, termasuk tetangga. Karena setiap orang bisa saja suatu saat akan membangun rumah (termasuk Anda). Sepanjang orang yang membangun rumah tersebut telah memiliki IMB dan melaksanakan kegiatan pembangunan sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam IMB, maka secara hukum pembangunan tersebut tidaklah melanggar hukum (Pasal 231 Perda 7/2010).

Pada prinsipnya setiap pelaksanaan kegiatan membangun harus memperhatikan (Pasal 145 Perda 7/2010). a. Kesesuaian antara pelaksanaan pembangunan bangunan gedung dengan dokumen rencana teknis yang disetujui dalam IMB; b. Keselamatan dan Kesehatan

Kerja (K3); c. Kebersihan dan ketertiban

lingkungan; dan d. Dampak pelaksanaan pembangunan terhadap lingkungan.

Namun, jika pembangunan rumah tersebut ternyata mengganggu tetangga (dalam hal ini Anda), sehingga Anda mengalami kerugian secara moril, idiil, maupun materiil, kami sarankan untuk dapat menyelesaikannya secara kekeluargaan dengan menegur secara pribadi kepada tetangga Saudari. Dan apabila hal ini tidak bisa dilakukan, maka Saudari dapat meminta bantuan kepada ketua RT/ RW setempat untuk memfasilitasi permintaan saudari agar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

Namun, apabila hal-hal tersebut di atas tidak juga memperoleh jalan keluar, Anda secara hukum dapat menggugat tetangga Anda ke pengadilan dengan alasan melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) sesuai dengan Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang dikutip sebagai berikut, ”Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada seorang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut”.

Demikian penjelasan yang bisa saya sampaikan. Semoga penjelasan singkat ini dapat berguna bagi Anda.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.