PERANGKAP NYAMUK MODERN Nyamuk Mati karena Dehidrasi

“Nyamuknya sih satu, tapi temennya banyak!” Ungkapan kekesalan ini kerap kita dengar. Jika Anda tak mau mengejarnya dengan raket nyamuk atau menyemprotkan pembasmi serangga, kini Anda bisa “menipunya” dengan alat ini.

Rumah - - Peranti - TEKS PUSPITA DEWI dewi@tabloidrumah.com FOTO JOU ENDHY PESUARISSA

Bau tubuh manusia yang khas, menarik perhatian nyamuk. Daya penciumannya yang tajam, cepat mendeteksi keberadaan manusia yang akan menjadi sasaran empuknya. Setelah berhasil mendekat, ia dengan cepat menusukkan moncongnya yang runcing ke kulit manusia. Seketika itu pun darah segar mengalir, memenuhi tubuhnya yang membuat perutnya membuncit.

Orang yang digigit dan disedot darahnya kemudian merasa gatal. Lalu dengan gemas, ia akan menepuk nyamuk tersebut. Kalau nyamuk yang menggigitnya sudah tak bisa lincah bergerak karena kekenyangan, tiada ampun lagi, nyamuk akan dibinasakan dalam satu tepukan.

Nyamuk biasanya datang bergerombol. Suara dengungan seekor nyamuk bagaikan ajakan bagi nyamuk lainnya untuk berpesta pora. Tinggallah kita, manusia, yang sibuk mengusir kawanan nyamuk itu dengan beragam cara. Jika jurus tepukan sudah tidak mempan, maka raket sengatan listrik pun beraksi. Tak juga teratasi, semprotan pembasmi serangga pun siap memusnahkan serbuan nyamuk di rumah kita. Nyamuk pun langsung mabuk, kelabakan, lalu mati.

Semprotan pembasmi nyamuk menyisakan bau yang tajam, menyesakkan pernapasan, terlebih bagi penderita alergi pernapasan. Kondisi inilah yang menyisakan dilema. Semprotan nyamuk yang dianggap sebagai dewa penyelamat dari serbuan nyamuk, membuat kita terganggu pernapasannya karena udara yang tercemar oleh aromanya.

Bak Aroma Tubuh Manusia

Nyamuk selalu tertarik oleh aroma tubuh manusia dan siap untuk menyerbu dan menggigit kita. Kondisi inilah yang disimulasikan pada alat perangkap nyamuk elektrik bermerek Black Hole. “Adalah TiO atau Titanium Dioksida dan lampu ultra violet yang memegang peranan jebakan untuk nyamuk,” kata Putri Andriani, bagian pemasaran De Marco, distributor Black Hole.

TiO yang terkena pancaran sinar ultra violet ini menciptakan reaksi fotokatalis yang menghasilkan CO yang aromanya seperti tubuh manusia. Bau ini menebar hingga mampu menarik perhatian nyamuk hingga radius 30m. Nyamuk pun berbondong-bondok datang mengelilingi alat yang bentuknya mirip lampu gantung ini.

Cara Kerja Alat

Ketika mencium bau tubuh manusia, nyamuk-nyamuk pun mengelilingi alat ini. Kipas yang ada di dalam lampu ini bekerja seperti exhaust fan yang berputar dan menyedot sehingga nyamuk masuk ke dalam alat melalui jendela perangkap. Tiada ampun lagi, dengan daya isap kipas yang tinggi, nyamuk bisa kering karena cairannya tersedot. Nyamuk yang sudah kering ini kemudian jatuh ke dalam lubang jaring perangkap lalu mati karena dehidrasi atau kehabisan cairan tubuh.

Kadang kala, nyamuk-nyamuk itu masih berupaya untuk bisa keluar dari lubang perangkap, tetapi tentu saja mereka kesulitan. “Jaring-jaring perangkap yang ada di sekeliling lubang itu akan menyulitkan mereka untuk keluar lagi. Terjebak sampai mati,” Putri menjelaskan.

Bagi nyamuk, alat ini berbau tubuh manusia, tetapi bagi kita alat ini tidak berbau dan tidak berasap. Alat ini juga bekerja tanpa disertai suara bising seperti yang biasanya terjadi jika memakai energi listrik. “Dari penelitian yang kami lakukan, alat perangkap nyamuk ini efektif memusnahkan nyamuk atau serangga penyebab sakit demam berdarah, malaria, dan chikungunya,” ucap Putri menambahkan.

Agar lebih efektif, pasanglah alat ini di sebuah ruang terbuka, tidak tertutup benda lain. Letakkan 30 menit sebelum kita memasuki ruang yang akan kita gunakan sehingga ketika kita memasuki ruangan tersebut, diharapkan ruang tersebut telah bebas nyamuk. Jika perlu, pindahkan alat ini ke ruang lainnya yang masih banyak gangguan nyamuknya.

Black Hole seharga Rp399.000 dan menggunakan listrik 30 watt ini digaransi 5 tahun tetap mampu “menipu” nyamuk, tergantung pemakaian. Jika kerjanya menurun, bisa diservis dan gantilah elemennya dengan yang baru dengan biaya sesuai harga elemen tersebut.

Alat perangkap nyamuk ini bentuknya seperti lampu duduk. Lampu yang juga bisa menerangi ruang ini sesungguhnya adalah jebakan bagi

nyamuk agar tertarik untuk menyerbunya.

Lubang yang dikelilingi oleh jaring akan menghalangi nyamuk yang mungkin masih punya tenaga untuk melarikan diri dari perangkap.

Kipas yang ada di dalam alat ini sistem bekerjanya menyerupai exhaust fan. Ia akan menyedot nyamuk hingga cairan di tubuhnya mengering dan menyebabkan nyamuk mati karena dehidrasi. Di atasnya terdapat lempengan TiO atau Titanium Dioksia yang ketika terkena sinar lampu ultra violet akan menimbulkan bau seperti bau tubuh manusia.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.