Tikus Menjauh karena Kebisingan

Jika tidak ingin terhindar dari gangguan tikus, gunakan gelombang ultrasonik yang terpancar dari alat ini. Suara yang memekakkan telinga akan membuat tikus menjauhi rumah kita.

Rumah - - Peranti - TEKS PUSPITA DEWI dewi@tabloidrumah.com FOTO JOU ENDHY PESUARISSA

Tikus termasuk binatang pengganggu yang sering ada di sekeliling kita. Kadang kita mendengar ceruwit suaranya tanpa tahu keberadaannya. Tiba-tiba dengan penuh keberanian ia nyelonong berlari dari dapur ke depan kita ketika kita santai di ruang keluarga. Dapur memang kerap menjadi sasaran empuknya.

Melihat tikus kita pun langsung bergidik, membayangkan kehidupannya yang jorok di got atau tempat sampah. Terbayang pula bermacam-macam penyakit yang bisa menjangkiti kita yang disebabkan oleh kotorannya. Selain menjadi penyebab sakit pes, air kencingnya juga menyebabkan penyakit leptospiroris. Penyakit yang paling ditakutkan ketika musim penghujan. Penderitanya akan pusing, menggigil, kejang otot, muntah, mata merah, sakit pada otot perut, dan bisa berakhir pada kegagalan fungsi hati.

Tikus yang menjadi momok bagi kita, tampaknya juga semakin pintar saja. Keranjang perangkap dan lem seolah sia-sia, karena tidak berhasil menangkapnya. Serba salah! Mau dikejar, tentu tidak mungkin karena kita tidak tahu di mana sarangnya. Bisa di liang dekat got, atau jangan-jangan sarangnya justru ada di plafon rumah kita. Jika berhasil menangkapnya pun, kita pasti takut untuk membuang apalagi membunuhnya. Karena bangkainya menimbulkan bau yang bikin perut kita mual.

Diusir dengan Gelombang Ultrasonik

Banyak alat pengusir tikus dijual di pasaran, baik tidak bersuara maupun yang bersuara mirip jangkrik yang juga dimaksudkan untuk mengusir kecoa. Jika Anda masih bingung mengatasi masalah tikus yang seolah tidak ada habisnya, bisa mencoba alat yang satu ini. Alat yang disebut Pest Contro 2000 ini bekerja dengan sistem gelombang suara. “Alat ini aman bagi manusia sehingga bisa digunakan di rumah. Namun tidak disarankan jika Anda memelihara hamster, marmut, dan tikus putih,” kata Wiwit Astuti, bagian pemasaran Pest Contro 2000, De Marco.

Cukup dipasang pada stop kontak 220V. Lampu indikator warna merah tanda medan magnet bekerja, sedangkan lampu hijau tanda gelombang ultrasonik sedang aktif. Gelombang ultrasonik ini tidak terdengar oleh telinga kita tetapi sebenarnya suaranya sangat memekakkan telinga tikus sebagai sasaran utamanya. Jika Anda ingin mendengar suara gelombang ultrasonik yang sesungguhnya, Anda dapat mencobanya dengan menekan tombol “praktik”. Suara mirip sirine kebakaran tetapi dengan nada yang sangat tinggi akan membuat Anda cepat-cepat menutup telinga.

Mekanisme Kerja Alat

Gelombang suara pada Pest Contro 200 berukuran 2,4cm x 8,5cm x 13cm ini berasal dari IC ( Integrated Circuit) yang ada di dalamnya. Jangkauan suaranya hingga mencapai 460m2 yang dilengkapi dengan double speaker yang masing-masing kekuatannya hingga 110 dB.

Pasanglah alat pengusir ini di ruang terbuka sehingga suaranya tidak terhalang oleh benda lain, misalnya sofa, lemari, atau tempat tidur. Semakin terbuka, suaranya semakin bisa memantul antardinding. Suara yang memantulmantul ini akan membuat tikus bingung menahan bising, lalu menjauh dari rumah kita.

Alat pengusir tikus seharga Rp385.000 dan hanya mengosumsi listrik 3 watt ini, sebaiknya dipasang di tempat yang aman, jauh dari jangkauan anak-anak.

Pasanglah alat pengusir tikus ini pada stop kontak di tempat yang terbuka sehingga suaranya bisa memantul ke berbagai arah.

Jika Anda khawatir si tikus kebal pada suara ultrasonik dan menyadarinya sebagai jebakan, mungkin ia tidak bisa terkecoh lagi. Oleh karena itu, sekali waktu, Anda mengubah suara dengan continuous yang panjang seperti sirene atau random

yang suaranya terputus-putus.

Gelombang ultrasonik yang memantul ke dinding akan dipantulkan ke dinding lainnya hingga dapat menjangkau ruang

seluas 460m2.

Dilengkapi dengan double speaker yang masing-masing kekuatannya mencapai 110 dB yang membuat tikus akan lari terbirit-birit menjauhi rumah kita.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.