Agar Betah, Bikin Area ”Me Time”

Tak hanya sebagai tempat berkumpul, rumah bagi keluarga ini juga menjadi tempat yang nyaman bagi setiap anggotanya ketika ingin menikmati “me time”, waktu untuk diri sendiri.

Rumah - - Renovasi - TEKS JOHANNA ERLY WIDYARTANTI erly@tabloidrumah.com FOTO ABDUL HAKIM SANTOSO

Berada di hoek sehingga punya kelebihan tanah, adalah salah satu alasan bagi pasangan Akhmad Chirshon (34) dan Indri Atiyyatul Aziz (35) membeli rumah ini. Pasangan yang sudah dikarunia 2 orang putri ini sangat menyadari bahwa kebutuhan ruang pada rumah yang didesain oleh pengembang itu, belum memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Selain butuh ruang tambahan, layout ruangnya pun perlu diubah sesuai selera mereka.

Tambah 2 kamar, memindahkan area servis ke lantai atas, dan membuat taman adalah jenis renovasi pokok yang mereka lakukan. Pengembangan ini sekaligus juga memperbaiki kondisi bangunan asal, mengolah ruang lama dan barunya sesuai dengan suasana yang ingin dibangun oleh Akhmad dan Indri.

Ganti Dinding dan Lantai

“Seluruh dinding kami kerok dan aci ulang. Cat ulang juga kami lakukan. Juga, melapisi dinding dengan material berbeda untuk membentuk suasana,“ujar Indri sambil menunjuk dinding bata ekspos di area makan.

Lantai rumah seluruhnya diganti, dari semula keramik putih menjadi keramik hitam. Mengapa pilih warna hitam? Ibu dari Luneta (6) dan Reinata (7 bln) ini beralasan, warna hitam terkesan lebih hangat dan intim, serta tak terkesan dingin. Itulah yang ingin diciptakan di rumahnya. Khusus untuk area makan, ubin tegel merek Kunci yang digunakan sebagai lantai. “Supaya cocok dengan suasana santai yang kami ingin ciptakan. Sesuai juga dengan meja kayu bulat bergaya country ini,” ujar Indri sambil menunjuk meja bulat kuning yang ada di ruang itu.

Tambah dan Ubah Layout Ruang

Menambah 2 ruang tidur untuk anak, mengakibatkan beberapa ruang harus berpindah tempat. Ruang servis dipindahkan ke atas, dapur bergeser dan menyatu dengan ruang makan. Saat ini, ruang servis hanya digunakan untuk kamar asisten rumah tangga dan gudang kecil penyimpan peralatan menukang serta untuk cuci jemur. Ke depannya, akan dikembangkan sebagai ruang keluarga.

Carport merupakan satu bagian rumah yang dipindahkan juga. Dulunya, rumah ini memiliki 2 buah carport, 1 di depan dan satu di samping kiri rumah bagian

belakang. Demi keamanan dan kenyamanan, Indri memindahkan

carport bagian belakang ke depan rumah, sehingga carport depan yang tadinya hanya muat untuk 1 mobil, kini jadi lebih luas, memuat 2 mobil. Pintu carport yang dulunya juga menjadi gerbang utama, kini menjadi pintu servis saja.

Nyaman untuk Bersama dan Sendiri

Setiap ruang memiliki daya tarik tersendiri dan dibuat nyaman untuk digunakan bersama-sama maupun sendirian. Menurut Indri, saat-saat tertentu, baik dia maupun sang suami butuh waktu untuk sendiri. Karena itu, diciptakanlah ruangruang untuk “me time” di rumah ini, menurut ukuran kenyamanan anggota keluarga ini. Namun Indri memastikan bahwa ruang-ruang itu tetap dapat dipakai oleh seluruh anggota keluarga.

Ada 3 area yang digambarkan Indri sebagai ruang bersama dan ruang me time ini. Pertama, adalah ruang tamu yang difungsikan juga sebagai ruang keluarga. Fasilitas yang disediakan di sini seperti seperangkat alat elektronik, lighting, dan furnitur dibuat senyaman mungkin. “Duduk bersama keluarga inti di sini cukup leluasa dan nyaman,” ujar Indri.

“Di saat malam, ketika suami dan anak-anak sudah tidur, ruang ini juga sering saya gunakan untuk duduk membaca bacaan kesukaan seorang diri. Suasana yang tenang menciptakan kenyamanan yang luar biasa. Itulah saat-saat me time saya,” kata Indri menjelaskan.

Area kedua adalah area makan yang menjadi satu dengan dapur mungil. Didesain menghadap ke taman belakang yang berisi taman kering dan kolam ikan, ruang ini menjadi area berkumpul keluarga. “Kami menonton televisi sambil bersantap dan saya bisa melakukan kegiatan memasak pada saat yang bersamaan di tempat ini,” ujar Indri.

Browsing internet atau membaca koran bisa berlama-lama dilakukan di area ini oleh sang suami maupun Indri di saat senggang. “Pagi-pagi saat suasana masih sepi, duduk di tempat ini enak banget lho,” ucapnya lagi.

Area ketiga adalah taman yang dilengkapi gazebo di sudut belakang rumah. Setiap weekend, saat cuaca panas, duduk-duduk di sini bersama keluarga diakui Indri—yang adalah desainer taman ini—sangat menyenangkan. Mereka bisa melihat hijaunya tanaman di tengah semilir angin dan menikmati kelincahan ikan bercengkerama di kolam. “Gazebo ini jadi tempat favorit kami bertiga, baik bersama ataupun ketika sendirian,” ujar Indri, menutup perbincangan siang itu.

Lemari TV adalah focal point di ruang ini. Dinding dilapisi dengan wallpaper, sehingga menambah daya tarik area ini.

Dapur mungil dari bahan MDF dilapis HPL bermotif kayu berserat. Pas dengan ukuran ruang yang tak begitu besar.

Me time bagi Indri adalah sesuatu

yang sangat menyenangkan.

Ruang kerja ini berada di ruang tidur utama, memanfaatkan lahan yang semula direncanakan sebagai area walk-in closet.

Pencahayaan alami di ruang tidur ini didapat dari dinding kaca yang ada di area ruang kerja.

Teras belakang yang diisi dengan taman kering dan kolam ikan menjadi sumber kesejukan ruangan dalam rumah. Dua kayu soko menjadi aksen yang mengandung makna: rumah dibangun atas dua kaki Akhmad dan Indri.

Tangga servis dari pijakan kayu dan rangka besi ini mengantarkan penggunanya ke kamar asisten rumah tangga, ruang cuci, dan ruang jemur.

Sesudah

Lantai 2

Lantai 1

Tampak depan rumah.

Sebelum

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.