AJANG ARSITEK MUDA UNJUK GIGI

“Komunitas ini dibentuk untuk memberikan kesempatan kepada arsitek-arsitek muda di bawah 30 tahun yang ingin menjadi arsitek sesungguhnya,” ucap Popo Danes.

Rumah - - Koridor - TEKS IRFAN HIDAYAT irfan@tabloidrumah.com

Nyoman Popo Priyatna Danes atau akrab disapa dengan Popo Danes merasa bersyukur dengan kariernya di dunia arsitek. Ia merasa, apa yang dicapainya saat ini melebihi apa yang ia bayangkan. Semenjak dirinya terjun ke dalam dunia arsitektur, banyak orang yang memercayakan desain kepadanya. Tak hanya di dalam negeri, beragam karya itu terbangun di luar negeri. Yang membanggakan, karya-karya yang yang syarat akan nilai sejarah dan lokalitas ini banyak mendapat apresiasi dan penghargaan dari banyak kalangan. Tak heran, jika namanya masuk ke dalam jajaran arsitek ternama Indonesia yang juga mendunia.

“Saya merasa bersyukur dan beruntung, banyak orang yang bermimpi menjadi arsitek, tetapi hanya sebatas mimpi,” ucap arsitek lulusan Universitas Udayana ini. Rasa syukur inilah yang mendorong Popo Danes membentuk sebuah komunitas arsitektur sebagai wujud terima kasih dan sumbangsihnya terhadap dunia arsitektur yang membesarkan namanya. Melalui program galeri milik Popo Danes sendiri, yang bernama Danes Art Veranda dan dibantu dengan tim Popo Danes Architects, ia pun mendirikan Architects Under Big 3 (AUB3) pada tanggal 7 Mei 2010. AUB3 ini adalah sebuah kegiatan presentasi arsitektural dan diskusi yang dipersembahkan untuk arsitek muda usia di bawah 30 tahun.

Fasilitator Kemampuan Arsitektur

Ada 2 hal yang mendorong Popo Danes mendirikan komunitas arsitektur ini. Pertama, sesuai namanya, ia ingin memberikan kesempatan kepada arsitek-arsitek muda untuk lebih dikenal publik. Karena, Popo menyadari, para arsitek muda ini butuh banyak dukungan untuk menjadi arsitek yang hebat, dari mulai exposure karya-karyanya, jaringan yang luas, belajar peresentasi yang baik dan benar, serta mengetahui tanggapan orang terhadap karya yang ia buat. Ia ingin memfasilitasi arsitek muda ini untuk mengembangkan kemampuan arsitekturnya.

Kedua, ia ingin lebih memasyarakatkan arsitektur. Ia sadar, banyak orang Indonesia yang tidak mengerti profesi arsitek. Banyak orang yang mengira bahwa arsitek itu pemborong. Padahal, arsitek dan pemborong itu sangat berbeda. Hal-hal seperti inilah yang membuat ia memiliki tanggung jawab, bagaimana memasyarakat arsitektur agar arsitektur banyak diperbincangkan hingga makin dikenal. Melalui komunitaslah, ia menilai bahwa perbincangan itu akan terus hidup.

Event Besar di Akhir Tahun

Karena judulnya Architects Under Big 3, pembicaranya adalah arsitek muda usia di bawah 30 tahun, serta memiliki karya yang berani untuk dipresentasikan dan didiskusikan. Pembicara diberi kesempatan untuk mempresentasikan karya arsitektur beserta pemikiran mereka kepada publik atau sesama teman-teman arsitek yang diteruskan dengan diskusi santai.

Popo menjelaskan bahwa pembicara arsitek muda di sini bukan hanya ia yang memiliki karya berbentuk bangunan. Tetapi, arsitek muda yang memiliki hobi spesial. Misal, hobi travellng, menulis arsitektur, fotografi karya arsitektur, ikut sayembara, dan lain sebagainya. Adanya keberagaman ini untuk memberi banyak masukan arsitektur muda dalam memperkaya khasanah kearsitekturannya.

Tak hanya kegiatan bulanan, AUB3 juga memiliki event besar di akhir tahun. Konsep acara setiap tahunnya pun dikemas berbeda. Di tahun pertama berupa pameran sketsa arsitektur dan talkshow. Di tahun kedua berupa workshop arsitektur dan talkshow. Di tahun ketiga berupa pameran foto arsitektur dan talkshow. Tahun keempat berupa ekskursi (jalanjalan arsitektur) ke Bali Utara.

Popo Danes bersyukur makin banyak orang yang tertarik menjadi bagian dari AUB3 ini. Bahkan, pendengarnya tidak hanya datang dari Bali, tetapi dari luar kota dan mancanegara.

Jika Anda tertarik, acaranya diselenggarakan pada jumat pertama setiap bulannya dari pukul 19.00 hingga 22.00 WITA, bertempat di Danes Art Veranda, Bali.

DOK. ARCHITECTS UNDER BIG 3 (AUB3)

Yang menarik, pembicara dapat memilih sendiri tempat presentasi sesuai dengan kenyamanannya berbagi cerita. Ia bisa memilih lokasi di halaman, ruang tertutup, galeri pameran, atau atap bangunan.

Di akhir tahun, kegiatan ini juga ditambahkan acara yang berbau adat istiadat.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.