MERANCANG DENGAN HATI, BUKAN EMOSI

Passion yang tinggi di dunia arsitektur, membawanya mewujudkan mimpi masa kecilnya.

Rumah - - Profil -

Di usianya yang masih muda, pemuda kelahiran Surabaya ini memiliki banyak prestasi dan aktivitas kearsitekan yang padat. Tak hanya sukses menjadi arsitek muda dengan segudang karya, ia juga menjadi penggiat Komunitas Desainer Muda Surabaya (Demaya), pembicara di komunitas desainer, dan pernah menjadi pemegang konsultasi arsitek di Jawa Pos. Karyanya tak hanya berdiri di Surabaya, tetapi mencapai Jakarta, Solo, Bogor, Makasar, dan Palembang. Bahkan, beberapa karya mendapat penghargaan. Inilah wawancara Tabloid RUMAH dengan Andy Rahman, arsitek muda Surabaya yang tengah bersinar.

T: Siapa yang mendorong Anda menjadi seorang arsitek dan memilih jurusan arsitektur?

J: Guru SD dan teman-teman sekolah saya. Mereka melihat saya suka menggambar. Saya juga menyadari bakat saya itu dari kecil. Makanya, saya mantap memilih jurusan arsitektur.

T: Setelah Anda lulus, tak perlu waktu lama, Anda mendirikan konsultan arsitek sendiri. Dari mana keberanian itu muncul?

J: Sejak kuliah, saya sudah bercita-cita memiliki konsultan arsitek sendiri. Namun, bayangan saya waktu itu, saya akan membuka usaha ini setelah 5 tahun bekerja di konsultan orang. Lima tahun itu saya anggap sebagai proses menimba pengalaman. Ternyata, Tuhan berkehendak lain. Setelah 1 tahun lulus (tahun 2005), ada teman (kontraktor) yang mengajak bekerja sama. Kesempatan ini saya jadikan momentum mendirikan konsultan arsitek sendiri.

T: Dari 2005 hingga 2014, katanya karya yang Anda buat sudah lebih dari 100? Benarkah?

J: Sebetulnya karya kami sudah lebih dari 200 dan itu tersebar di Indonesia. Ada kliennya semua dan tidak asal mendesain. Namun, memang tidak semuanya terbangun. Bagi kami, terbangun atau tidak, kami tetap menyebutnya sebagai sebuah karya. Karena, pada dasarnya karya itu adalah hasil pemikiran, ide, serta kerja keras. Terlepas terbangun atau tidak.

T: Lebih dari 200 karya? Jumlah yang luar biasa. Bagaimana cara Anda meyakinkan klien?

J: Dalam meyakinkan klien, kami dibantu dengan website, www.andyrahmanarchitect.com. Karya-karya yang ditampilkan merupakan representasi dari gaya desain kami. Portolio ini terbukti ampuh dalam meyakinkan klien. Selain itu, karya terbangun juga menjadi bukti nyata sekaligus media marketing yang efektif.

T: Tentang karakteristik, Anda penganut langgam arsitektur apa?

J: Saya tidak pernah mau terjebak langgam tertentu. Bagi saya, gaya dalam mendesain adalah proses kreatif yang terus berkembang. Jadi, saya lebih mengutamakan inovasi dalam menghasilkan sebuah karya. Karena inovasi tidak akan pernah habis dan terus berkembang, sehingga desaindesain yang dibuat selalu tampil progresif dan up-to-date.

T: Apakah sisi ini yang mengantar beberapa karya Anda meraih penghargaan?

J: Kalau berbicara penghargaan, saya menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat atau ahli yang menilai karya kami. Dengan penghargaan ini, kami bersyukur berarti karya kami diapresiasi. Saya dan tim jadi semakin bersemangat untuk belajar dan semakin meningkatkan pencapaian-pencapaian di masa mendatang.

T: Selain sibuk dengan konsultan, Anda juga sibuk di Demaya? Apa peran Anda?

J: Demaya adalah komunitas desainer muda Surabaya (enggak hanya arsitek). Kini, keberadaan Demaya memiliki peran cukup signifikan dalam mewarnai Kota Surabaya. Ini dikarenakan banyak karya anggotanya mampu memberi dampak cukup besar bagi kota Surabaya. Salah satu karya yang terkenal adalah Taman Pelangi. Demaya juga telah menerbitkan buku arsitek Surabaya berjudul “Contemporary / Surabaya / Architecture Vol I” di tahun 2011 di mana saya sebagai ketuanya. Acara teranyar yang baru digelar adalah “Open House Rumah Kos Keputih”, pada tanggal 30 Agustus 2014.

Dalam berkarya, arsitek yang baik adalah arsitek yang peduli dengan lingkungan, menghargai alam, dan akar budayanya. Senantiasa merancang dengan hati bukan emosi. Tempatkan klien sebagai partner yang bisa diajak bersinergi, bukan memaksakan egoisme pribadi.

T: Apa tip bagi para junior yang ingin menjadi seorang arsitek yang baik?

J: Untuk menjadi seorang arsitek yang baik, kita harus memiliki passion yang kuat terhadap dunia arsitektur. Bila kita memiliki

passion yang kuat, akan lebih enjoy dalam menjalaninya. Intinya, cintailah dunia arsitektur dengan sepenuh hati, maka langkah Anda menjadi seorang arsitek akan ringan dan mudah. Dalam berkarya, arsitek yang baik adalah arsitek yang peduli dengan lingkungan, menghargai alam, dan akar budayanya. Senantiasa merancang dengan hati bukan emosi. Tempatkan klien sebagai partner yang bisa diajak bersinergi, bukan memaksakan egoisme pribadi.

TEKS IRFAN HIDAYAT irfan@tabloidrumah.com DOK. ANDY RAHMAN. A

Beberapa karya yang dibuat Andy Rahman A.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.