RANGKA ATAP PAKAI BAJA RINGAN, DIJAMIN AMAN

Ingin hati Anda bebas dari rasa was-was akibat rangka atap yang sewaktu-waktu akan rubuh? Rangka atap baja ringan jadi salah satu solusinya.

Rumah - - Sudut - TEKS CANDELLA SARDJITO candella@tabloidrumah.com

Setelah beberapa tahun merampungkan renovasi, Budiyanto kembali mengeluhkan kondisi rumahnya yang ada di Kota Cimahi ini. Genting rumahnya bergeser lagi. Diduga, rayap kembali melahap rangka kayu yang melindungi rumahnya.

Sejak awal proses renovasi, ia memang tak memakai rangka baja, karena ia menduga harganya akan lebih melambung, ketimbang memakai rangka kayu. “Tapi jadinya begini, terpaksa harus rombak lagi, renovasi lagi, biaya lagi,” ujar Budiyanto sembari menghela napas.

Kisah tersebut merupakan sebuah contoh kecil kekurangan rangka kayu. Daya tahan rayap yang minim membuatnya mudah keropos dan rapuh. Belum lagi, sifat dasar kayu yang mudah lapuk, membuat rangka tersebut gampang goyah.

Otomatis, bila rangka rubuh, gentinggenting serta plafon pun ikut ambruk. Harta menghilang, nyawa pun terancam. Mengerikan, bukan?

Tak heran, kini baja ringan mulai menggantikan posisi rangka kayu yang semula digilai konsumen, baik itu para pemilik hunian, pengusaha ruang publik, ataupun pengembang kawasan.

Keunggulan Rangka Atap Baja Ringan

Berbeda dengan kayu, mutu rangka atap baja ringan ini lebih stabil, dengan jaminan proses sertifikasi yang telah dilalui. Material yang terbuat dari baja CRC ( Cold Rolled Cold) ini juga memiliki daya kuat tarik (kemampuan sebuah benda menerima tarikan) sebesar 550MPa, melebihi baja konvensional, yang memiliki kuat tarik sebesar 240MPa saja.

Selain itu, baja ringan dilindungi pula oleh lapisan pencegah korosi (karat). Umumnya, lapisan coating pada baja ringan ini terdiri atas galvanis dan galvanum, yang merupakan campuran antara zinc (seng) dan aluminium. Namun, beberapa produsen memiliki inovasi lapisan tersendiri, seperti lapisan ZAM (zinc, aluminium, dan magnesium) pada produk J-Steel; dan Zincalume pada Smartruss-produk Bluescope Lysaght.

Untuk Renovasi, Memakan Waktu Agak Lama

Menurut Gito Prasetio, Marketing Manager dari J-Steel, proses penggantian rangka kayu menjadi rangka baja ringan akan memakan waktu lebih lama, ketimbang membangun rumah dari awal. “Yang harus dipikirkan adalah proses membongkarnya, karena pemasangan rangka baja ringan harus lebih detail, sehingga ukuran ketinggian ring baloknya harus pas,” ujar Gito menjelaskan.

Satu hal yang harus ditekankan, proses renovasi rangka menjadi baja ringan ini juga tidak bisa dilakukan setengah-setengah, karena satu rangka dengan rangka yang lain seperti pasangan yang saling mengikat. Saling sambung menyambung.

Tan Wie Sung, General Manager Residential NS Bluescope Lysaght Indonesia pun mengungkapkan, bahwa proses renovasi harus dilakukan secara bertahap dan hatihati, demi mencegah kerusakan pada plafon, dan melindungi barang yang ada di bawah ruang.

DOK. TABLOID RUMAH

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.