Yuk, Beli Rumah!

Rumah - - Belanja -

Sehubungan dengan membeli rumah, saya punya pengalaman yang membuat saya menyesal. Kira-kira 4 atau 5 tahun lalu, saya berencana membeli rumah di sekitar Serpong, Tangerang. Dari sebuah koran, saya mendapatkan iklan satu perumahan (saya lupa namanya), dengan harga yang cukup reasonable untuk saat itu. Saya pun pergi ke sana di suatu weekend.

Tapi ternyata lokasinya lebih jauh dari perkiraan saya. Daerah menuju lokasi sangat sepi, jalanannya buruk, dan ketika sudah melewati jam 6 sore, sangat gelap. Sudah tanya kiri-kanan, saya tidak juga kunjung menemukan perumahan tersebut. Akhirnya saya menyerah. Kalaupun ketemu, kayaknya saya juga tidak mau tinggal di sana.

Kira-kira pertengahan tahun lalu, muncul berita bahwa lokasi yang menurut saya sangat jauh itu akan dilewati kereta dari Tanah Abang, yang juga melewati stasiun Dukuh Atas—stasiun yang mengakomodasi para pekerja di kawasan Sudirman-Thamrin. Kabarnya stasiun di kawasan itu juga akan dikembangkan dan dilengkapi dengan pusat pertokoan, gedung parkir, bahkan apartemen.

Sekarang, kalau saya cari-cari iklan rumah di kawasan itu, harganya sudah 3-4 kali lipat! “Ah, coba dulu saya beli-beli aja.”

Ternyata benar nasihat yang pernah saya dapat dari seorang pakar keuangan: semakin kita menunda membeli rumah, semakin kita merasa harga rumah tidak terjangkau.

Sedangkan, saya punya pelajaran tersendiri dari kasus ini, yang kemudian sering saya bagikan kepada teman-teman saya. Jauh, ternyata relatif. Lokasi yang dulu kita anggap sangat jauh dari pusat kota, sekarang bisa saja menjadi tidak terlalu jauh. Alasannya, karena pengembangan untuk lokasi permukiman semakin melebar ke pinggiran. Jalan-jalan tembus pun terus bermunculan, membuat lokasi yang awalnya jauh, jadi lebih dekat.

Untuk Anda yang saat ini sedang mencari rumah, kami hadirkan informasi rumah bersubsidi yang tersebar di berbagai kota provinsi. Yang jelas harganya lebih murah! Umumnya lokasinya jauh dari pusat kota. Tapi, melihat perkembangan kawasan di sekeliling Jakarta yang begitu pesat, yang sekarang jauh kelak bisa terasa lebih dekat.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.