Jatuh Hati pada Konsep Resor

Tiga hal yang kental dengan kenyamanan sebuah resor adalah hangatnya mentari, segarnya udara, dan indahnya pemandangan. Paduan ketiganya dimaksimalkan pada hunian ini.

Rumah - - Rumah Kita - TEKS HOTMIAN SIAHAAN hotmian@tabloidrumah.com FOTO ABDUL HAKIM SANTOSO

C“ita-cita saya ketika punya rumah, saya ingin punya rumah yang nyaman, udara luar masuk dengan lancar dan terang, serta bernuansa resor.“Sepenggal kalimat itu diutarakan sang pemilik rumah Desy Purnama Dewi (39), ketika berbincang dengan Tabloid RUMAH pertengahan September lalu. Sepenggal kalimat itu pula yang turut menjelaskan konsep dari rumah dua lantai ini.

Nyatanya, memang begitulah kesan yang muncul saat kami memasuki rumah ini. Hawa sejuk dan hembusan angin terasa menyelimuti rumah di siang yang terik, meskipun tidak ada pendingin udara di ruang bawah.

Hasil dari Proses Renovasi

Ternyata, kesejukan ini didapatkan oleh Desy melalui sebuah proses renovasi rumah. Bangunan awal rumah yang berada di kawasan Baros, Cimahi ini, awalnya tak dikonsep dan dibangun dengan memperhatikan pengudaraan yang baik. Bangunan satu lantai seluas 70m² ini selama beberapa tahun dikontrakkan. Sementara Desy dan keluarganya menempati rumah lainnya.

Tahun 2013 lalu, ia dan suaminya, Dewi Sudarsono (49), berniat untuk menempati rumah yang mereka beli tahun 2010 tersebut. Ingin lebih nyaman dan sejuk di rumahnya, maka mereka memutuskan untuk merenovasinya terlebih dahulu.

Menggunakan Jasa Desainer

Desy mengaku tak begitu paham bagaimana cara mewujudkan impiannya mendapatkan hunian yang nyaman. Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, pasangan ini mempercayakan renovasi rumah mereka pada desainer Aufa Alfarabi, yang merupakan anak dari teman kantor Desy.

Pasangan ini tidak mempermasalahkan latar belakang Aufa sebagai desainer (bukan arsitek). “Yang penting dia paham dan bisa mewujudkan keinginan kami,” ujar Desy.

Meningkat dan Menata Ulang Ruang

Menambah luas bangunan adalah langkah utama untuk memperoleh kenyamanan. Mereka

merasa ruang-ruang pada rumah asal terlalu kecil, terutama ruang tidur utama dan ruang keluarga.

Karena tak tersedia lagi lahan di samping dan belakang rumah, maka meningkat menjadi satusatunya cara. Lantai 1 difungsikan sebagai ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, dan ruang tidur utama. Sedangkan lantai 2 diperuntukkan ruang keluarga yang merangkap sebagai ruang TV, serta ruang tidur kedua anak mereka.

Kini, setelah renovasi, semua ruangan menjadi lebih lega. Ruang tidur utama misalnya, selain dilengkapi kamar mandi pribadi, juga ada walk-in closet. Ruang ini juga dimanfaatkan Desy untuk menyimpan koleksi pribadi produk fashion-nya, seperti tas, sepatu, dan berbagai aksesori lainnya.

Atap Bisa Buka Tutup

Untuk mengoptimalkan sirkulasi udara di dalam rumah, Aufa memberikan beberapa solusi. Salah satunya membuat void yang luas dengan desain atapnya yang bisa dibuka tutup. Aufa berpendapat, kehadiran void, selain memberi kesan lapang, juga membuat sirkulasi udara di dalam ruangan lebih lancar.

Sirkulasi udara dan cahaya dari atas void bisa optimal saat atap dalam posisi terbuka. Jika hujan turun, atap bisa ditutup kembali. Buka tutup atap yang terbuat dari aluminium ini dioperasikan menggunakan tali yang dihubungkan ke rangka atap.

Optimalkan Bukaan

Agar penghawaan di dalam rumah lebih lancar, Aufa membuat bukaan menyesuaikan arah datangnya angin. Di rumah Desy, arah datang angin berasal dari arah selatan, sehingga bukaan lebih banyak dihadirkan di sepanjang sisi selatan rumah, yaitu bagian depan. Mulai dari pintu masuk hingga jendela depan rumah, sengaja dipasangi pintu dan jendela berukuran besar. Hal ini pun juga diterapkan di lantai 2. Keadaan seperti ini membuat udara dapat masuk dengan bebas tanpa halangan, sehingga hawa sejuk senantiasa terasa di dalam rumah.

Prinsip desain yang dibuat Aufa ini memang terbukti hasilnya. Desy yang sudah 6 bulan mendiami rumahnya, merasa nyaman dengan udara di rumahnya. “Di bawah, saya enggak pakai AC sama sekali dan ternyata saya dan keluarga saya nyaman-nyaman saja. Belum ada, tuh, yang ngeluh gerah atau kepanasan sejauh ini,” ujar ibu dua anak dari Rakha Octavano (17) dan Sany Veradia (14) ini.

Memasukkan Unsur Alam

Tak hanya optimal dalam memanfaatkan cahaya matahari dan sirkulasi udara, hunian yang kini memiliki luas 250m2 ini juga dirancang bernuansa resor dengan unsur alam yang dominan. Hampir di setiap sudut ruangan dijumpai pemakaian material alam. Salah satunya adalah aplikasi semen kamprot pada satu bidang dinding, mulai dari ruang tamu hingga ruang keluarga. Plesteran semen dibiarkan tanpa finishing warna, sehingga memberi kesan alami dan natural.

Nuansa resor kian terasa ketika berada di ruang keluarga di lantai 1. Ruangan yang diapit oleh ruang tamu dengan dapur ini, didesain terbuka dan menyatu dengan void yang berada di sebelahnya. Penutup lantai dibuat berbeda dengan ruangan lain, yaitu menggunakan kayu solid, sedangkan ruangan lainnya menggunakan keramik. Pemilihan warna furniturnya pun memakai warna-warna alami, seperti sofa berwarna abu-abu.

Untuk memperkuat nuansa resor di ruang keluarga, maka area void yang berada di sebelahnya didesain sebagai taman kering, yang didominasi batu hias putih, ‘rumput hijau’, dan batu alam andesit. “Desainnya mirip taman yang banyak dijumpai di vila-vila,” ujar Desy.

Sejauh ini, Desy dan keluarganya mengaku puas dengan konsep tempat tinggalnya. Selain lebih hemat dalam segi listrik, rumah juga terasa nyaman dengan pencahayaan dan pengudaraan yang baik.

Ruang tamu berukuran sedang dilengkapi seperangkat sofa, yang memanfaatkan furnitur lama. Agar terlihat baru, sofa lama di- finishing sekaligus mengubah warnanya. Awalnya, sofa yang terbuat dari material kayu ini, berwarna natural kayu kekuning-kuningan.

Selain sebagai karyawan BUMN, Desy memiliki bisnis sampingan yaitu menjual produk fashion, seperti tas wanita, sepatu, dan berbagai aksesori. Untuk mendukung bisnisnya, ia memajang koleksi pribadi produk fashion- nya di dalam kamar, yang juga bisa dilihat dari ruang tamu dan ruang keluarga melalui kaca.

Dapur yang didominasi warna putih, dilengkapi meja bar. Meski hanya dilengkapi dua bangku, ruangan ini menjadi salah satu area favorit keluarga untuk berkumpul, terutama saat sarapan atau sekadar diskusi.

LOKASI KEDIAMAN DWI SUDARSONO-DESYPURNAMA DEWI, TAMAN PONDOK MAS INDAH, BAROS, CIMAHI, JAWA BARAT

DESAIN AUFA ALFARABI

Ruang makan didesain sederhana, hanya dilengkapi satu set meja makan.

Satu sisi dinding tempat arah datangnya angin (bagian depan) dijadikan sebagai jendela yang dapat dibuka tutup. Jendela kaca ini diberi shading berupa kisi-kisi kayu, untuk meredam intensitas cahaya matahari masuk ke dalam ruangan.

Selain melalui jendela berukuran besar, sirkulasi udara dan cahaya alami masuk melalui beberapa coakan dinding.

Untuk mengoptimalkan pencahayaan dan pengudaraan alami, bisa dilakukan dengan memberi coakan pada dinding secara horizontal. Coakan dinding yang bertujuan untuk memasukkan cahaya, ditutup dengan kaca sun blast. Sedangkan dinding yang dilubangi untuk memasukkan udara, ditutup dengan kawat kasa.

Untuk member kesan asri, area taman di bawah void didesain sebagai taman kering dengan menghadirkan ‘rumput’ sintetis dan batu koral hias.

Untuk memberi kesan natural dan bernuansa resor, fasad rumah dilapisi dengan berbagai material alam, seperti bambu, kayu, dan batu alam.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.