Jeli Mendaur Ulang Barang Usang

Menyadari bahwa barang yang diminatinya sangat mahal, Nova mengembangkan produk kreatif sendiri, dengan mengolah barang bekas.

Rumah - - Profil - TEKS PUSPITA DEWI dewi@tabloidrumah.com FOTO ARIF BUDIMAN

Minat untuk memiliki benda-benda kerajinan yang berciri khas country mengantarkan Noviarti, yang akrab disapa Nova (50), pada suatu kenyataan bahwa benda-benda tersebut susah dijumpai. Kalaupun ada, saat itu harganya jauh tinggi di awangawang alias mahal sekali. Maklum saja, barang–barang tersebut berasal dari Amerika atau Jepang. Barang yang dimaksud oleh Nova adalah rumah untuk boneka dan signs, misalnya “welcome” dan “home sweet home”.

Berbekal pada minatnya yang tinggi pada seni kerajinan, pada tahun 2000 Nova mengutak-atik sendiri kayu yang ada di sekitarnya lalu mengolahnya menjadi kerajinan bergaya country yang kemudian menuai pujian dari temantemannya. Dua tahun berselang, kali ini berbekal tekad kuat, Nova mengikuti pameran Pekan Anak dan Balita di Jakarta Convention Center. Tanpa disangkanya, barangbarang buatannya langsung laris manis, habis tak tersisa. Tak hanya itu, deretan pesanan suvenir pun tergenggam di tangannya.

Merambah ke Boneka

Nova yang berlatar belakang bidang pendidikan ini seolah menemukan passion pada dunia kreativitas menjahit dan melukis. Nova terus menambah pengetahuan seninya. Ketika di Arizona, ia memanfaatkan waktunya untuk belajar membuat boneka. Ia pun mengikuti kursus singkat melukis dekoratif di Australia untuk memperkaya kemampuan melukisnya, yang sebelumnya dipelajari secara autodidak.

Seiring dengan tingginya pesanan barang, permintaan untuk memberi kursus singkat bagi

Tak ada barang-barang bekas yang terbuang percuma. Karena orang yang kreatif akan menyulapnya menjadi sesuatu yang berdaya guna dan bernilai ekonomi tinggi.

penggemar produknya pun satu demi satu bermunculan. Dengan senang hati Nova membagi ilmu dan keterampilan yang dimilikinya, termasuk membuat boneka kain yang lucu dan unik. Ketika muridnya telah mampu membuatnya, pesanan boneka pun dialirkan ke murid-muridnya. “Tentu saja modelnya harus sesuai dengan standar yang saya buat,” kata Nova. Di luar produk pesanan, muridmuridnya tentu saja didorong untuk meningkatkan kreativitas sendiri agar produknya memiliki ciri khas.

Berkah di Balik Proyek Batal

Nova yang aktif di berbagai kegiatan, pada tahun 2007 terlibat pada proyek insinerasi atau penghancuran sampah. Tibatiba, tanpa kejelasan, proyek itu dibatalkan. Proyek itu menyisakan sampah berupa kaleng bekas susu dan biskuit dalam berbagai ukuran. Nova tak tahu harus berbuat apa, karena sebelumnya Nova hanya mengolah kayu dan boneka. “Tiba-tiba ada seorang teman yang meyakinkan saya, bahwa barangbarang bekas ini akan menjadi sesuatu yang bermanfaat di tangan saya,” ungkap Nova mengenang.

Tidak meleset, kaleng-kaleng bekas itu diubahnya menjadi berbagai barang, di antaranya kotak pos, tempat bunga, kaleng kerupuk, dan wadah alat jahit. Tentu saja, barang-barang ini tetap bercirikan country dengan warna cokelat terakota, merah marun, dan biru awan gelap. Produknya semakin berkembang, merambah ke bidang furnitur dengan lukisan tangan.

Di tengah derasnya aliran pesanan, bak aliran air sungai yang kadang berbelok dan tersendat, usahanya sempat mengalami hambatan. Tanpa disangka, produknya discontek oleh teman karibnya lalu diam-diam dipasarkannya berjejer dengan produk Nova di tempat lain. “Saya yang saat itu sedang semangat tinggi, tentu saja jadi kecewa karena dia menyalahgunakan kepercayaan saya,” kata Nova mengenang. Tentu itu tak melunturkan semangatnya karena pelanggan tetap setia dan bisa membedakan produk tiruan dengan produk asli buatan Nova.

Proyek Pemberdayaan

Di luar permintaan kursus dari para peminat produknya, Nova juga memberikan kursus gratis bagi orang, termasuk anak-anak yang ingin maju tetapi terbatas secara ekonomi. “Ada kepuasan tersendiri bisa membagi ilmu dan berbagi rezeki dengan cara membuat produk kerajinan yang menyenangkan ini,” kata ibu 6 orang anak ini. Nova yakin, “Tak ada barang-barang bekas yang terbuang percuma. Karena orang yang kreatif akan menyulapnya menjadi sesuatu yang berdaya guna dan bernilai ekonomi tinggi.”

Saat ini Nova ingin segera mewujudkan cita-citanya yaitu mengembangkan toko online, menyulap garasi rumahnya menjadi galeri, dan membuat yayasan untuk lebih menguatkan program pemberdayaan ini.

Rubrik Profil edisi ini masuk dalam program OPEN (Optimistic Entrepreneur) Tabloid RUMAH. Profil seperti ini akan ada setiap bulan sekali. Rubrik PROFIL OPEN seperti ini menjadi ajang berbagi informasi

dan inspirasi dari setiap jasa dan upaya yang dilakukan oleh setiap sosok yang kami angkat. Jika ada pertanyaan dan masukan terkait dengan rubrik PROFIL OPEN ini, atau JIKA ANDA pemilik salah satu usaha dan jasa yang berkaitan

dengan rumah, dan ingin menjadi bagian dari program OPEN, silakan informasikan dan kirim data diri dan usaha Anda ke Telp. 021 5330150 ext 33810-12, Fax. 021 5320549, email: redaksi@tabloidrumah.com.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.