Rumah Subsidi BURUAN BELI, SEBELUM HABIS!

Per 31 Maret 2015 peraturan mengenai rumah tapak bersubsidi bakal dihapus. Makanya, ayo beli sekarang sebelum stoknya ludes terjual!

Rumah - - Sudut - TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com FOTO ABDUL HAKIM SANTOSO

Memiliki rumah kini tak lagi dipersulit dengan alasan harga selangit dan cicilan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang terlampau tinggi. Kini, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat menikmati promo hunian murah yang digembar-gemborkan Kemenpera (Kementerian Perumahan Rakyat).

Bayangkan saja, harga rumah dibandrol mulai dari Rp105 juta hingga Rp120 juta dengan luas bangunan maksimal 36m2 dan luas lahan minimal 60m2. Khusus untuk Papua, harga maksimalnya Rp165 juta. Tentu saja program ini langsung menarik perhatian masyarakat, khususnya masyarakat yang selama ini kesulitan mencari rumah murah.

Namun, program rumah murah ini hanya berlaku sampai 31 Maret 2015. Setelah tanggal tersebut, jangan berharap mendapatkan harga murah. Bisa jadi harga yang ditawarkan 2-3 kali lipat dari harga yang ditawarkan saat ini. Jadi buat apa tunggu tahun depan?

Rumah Istimewa Khusus MBR

Rumah Sejahtera atau akrab disebut rumah subsidi ini merupakan solusi atas masalah kepemilikan rumah yang sulit didapatkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera, Sri Hartoyo mengatakan rumah subsidi khusus disediakan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan belum pernah memiliki rumah subsidi sebelumnya.

“Sasaran pemerintah mengenai sistem KPR adalah mereka yang memiliki penghasilan tetap atau tidak tetap paling banyak Rp4 juta per bulan. Penghasilan tersebut adalah gaji pokok per bulan atau pendapatan bersih per bulan,” ia menjelaskan.

Dengan berbagai kemudahan tersebut, program rumah ini terbilang istimewa. Selain harganya yang murah, rumah subsidi ini juga dapat dicicil selama 20 tahun dengan suku bunga rendah dan bersifat tetap selama jangka waktu kredit (fixed rate mortgage).

Keistimewaan lainnya akan dibahas secara tuntas pada halaman selanjutnya, mulai dari program KPR-FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), keuntungan apa saja yang diperoleh, tip mencari lokasi terbaik, serta daftar harga dan lokasi yang tersebar di kota-kota lainnya. Jadi pastikan Anda tidak beranjak, ya!

Meski subsidi rumah tapak akan dicabut pada 31 Maret 2015 mendatang, Kemenpera telah menyiapkan program lanjutan yang akan memfokuskan pada rumah susun

bersubsidi. Rumah subsidi hanya boleh dialihkan

kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah. Sertifikat

kepemilikan rumah ini pun rencananya bakal berbeda dari sertifikat rumah pada umumnya, yakni sertifikat khusus

rumah bersubsidi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.