Cegah dan Kenali Penyebab Gangguan Tidur

Sudahkah Anda cek kebersihan perangkat tidur Anda, mulai dari seprai, bantal, hingga kasur? Hatihati! Bila Anda luput merawatnya, kesehatan keluarga Anda bisa menjadi taruhannya.

Rumah - - Rumah Sehat - TEKS CANDELLA SARDJITO candella@tabloidrumah.com

Sudah beberapa hari, Herlina (35) sulit tidur nyenyak. Setiap terbangun, tubuhnya gatal-gatal dan memerah. Ketika ia periksa tempat tidurnya, ia tak menemukan seekor serangga pun. Tak terlihat sama sekali. “Padahal, saya selalu membersihkan area tidur ini, meskipun memang saya jarang mengganti alas tidurnya,” ungkap Herlina kebingungan. Alhasil, tidur yang berkualitas menjadi hal langka bagi Herlina.

Menurut Dalai Lama, tidur merupakan bentuk meditasi terbaik yang pernah dimiliki manusia. Ketenangan emosional bisa Anda dapatkan, setelah Anda mulai mengistirahatkan mata, lantas nyenyak terlelap. Stres dan depresi pun bisa teratasi.

Tak hanya itu, kesehatan jasmani pun bisa Anda capai. Selain membiarkan otot-otot Anda beristirahat, ketika tidur, tubuh manusia juga akan mengalami perbaikan dan mengeluarkan racun. Hormon-hormon kekebalan tubuh pun dihasilkan dalam keadaan tidur. Tak heran bila ada yang mengatakan pola tidur seseorang memengaruhi kualitas hidupnya pula.

Namun, apa jadinya bila Anda bernasib sama dengan Herlina? Apa jadinya bila alas tidur— yang seharusnya memberikan kenyamanan—malah menjadi momok berbahaya bagi kesehatan Anda?

Jadi Sarang Persembunyian

Coba Anda bayangkan, berapa lamakah Anda menghabiskan waktu di tempat tidur? Sebagai ilustrasi, waktu tidur ideal seorang manusia tidak kurang dari 8 jam setiap harinya. Artinya, selama 8 jam tersebut, Anda langsung bersentuhan dengan perangkat tidur—mulai dari seprai, bantal, guling, dan selimut. Pernahkah Anda berpikir, intensitas tinggi sang penghuni dengan area tidur menjadi salah satu sasaran empuk bagi kuman dan bakteri untuk bersarang?

Meskipun Anda rajin membersihkannya setiap hari dan rutin mencucinya sebulan sekali, kebersihan perangkat tidur ini belum tentu terjamin. Ingatlah, setiap hari, Anda meninggalkan ampas metabolisme tubuh—seperti sel kulit mati, minyak, keringat, air liur, dan cairan lainnya—di perangkat-perangkat tidur tersebut. Ditambah lagi, debu dan kotoran lain,—seperti remah-remah makanan,—yang mudah terikat oleh kain seprai.

Satu hal yang harus Anda ketahui, ampas metabolisme tubuh tersebut ternyata bisa mengundang organisme lain, seperti kutu dan tungau, untuk menghampirinya. Contohnya adalah sel-sel kulit mati. Normalnya, setiap hari, seorang manusia melepaskan kurang lebih satu juta sel kulit mati. Terlebih lagi, ketika sedang tertidur lelap. Yang menjadi masalah, keberadaan sel-sel kulit mati ini merupakan santapan favorit bagi tungau, hewan kecil bertungkai delapan yang dapat menyebarkan penyakit bagi manusia. Alhasil, tungau pun gemar mampir dan bersarang di balik seprai.

LOKASI RUMAH CONTOH TIPE THE SUMMIT, PERUMAHAN CITRA 6, JAKARTA BARAT ARSITEK VHS ARCHITECT DESAIN INTERIOR: TREND INTERIOR

FOTO ADRIAN MULYA

Sarcoptes scabiei penyebab skabies, penyakit kulit yang mudah tertular akibat kotornya seprai.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.