Jarang Membersihkan Seprai, BEGINI AKIBATNYA!

Rumah - - Rumah Sehat -

Jangankan dibiarkan sampai berbulan-bulan. Rutin dicuci sebulan sekali saja, seprai dan perangkat tidur Anda masih menyimpan jutaan organisme kecil dan zat lainnya, yang dapat membahayakan para pemakainya. Berikut adalah beberapa gangguan kesehatan yang rawan diderita, apabila Anda luput memperhatikan kebersihan perangkat tidur.

1Penyakit Kulit

Gangguan kesehatan utama yang mungkin Anda derita, adalah penyakit kulit. Tentu saja, karena perangkat tidur—khususnya seprai—bersentuhan langsung dengan kulit manusia. Salah satu penyakit yang awam hadir akibat seprai kotor adalah skabies. Penyakit ini dikenal juga dengan nama kudis.

Skabies merupakan salah satu penyakit kulit yang lahir dari tungau berjenis Sarcoptes scabiei, hewan parasit yang membuat sarang atau liang di kulit manusia ketika akan berkembang biak.

Ciri-ciri penyakit ini mirip seperti alergi pada umumnya, yakni gatal-gatal dan kulit berwarna merah. Bedanya, ketika Anda menggaruknya, timbullah benjolan kecil berwarna putih keabuan. Bahkan, tak jarang, terdapat nanah di dalamnya. Biasanya, penyakit ini terlihat di sela-sela jari, telapak tangan, dan telapak kaki. Gatal yang hebat pun akan terasa ketika Anda akan tidur, ataupun setelah bangun tidur.

Berhati-hatilah! Penyakit skabies ini bisa menular dengan mudah, bisa dengan kontak langsung—berpegangan dengan sang penderita—ataupun tidak langsung, seperti pada seprai. Sarcoptes scabiei menularkan penyakit skabies ini dengan melompat dari satu permukaan kulit ke permukaan kulit lain.

2Gangguan Pernapasan

Salah satu penyakit yang banyak diderita oleh penduduk Indonesia adalah gangguan pernapasan. Bukan hanya perihal udara luar yang telah tercemar, gangguan pernapasan ini banyak disebabkan pula oleh polusi dalam ruang. Salah satu contohnya, penumpukan debu yang menempel di permukaan seprai, bantal, dan selimut.

Terdapat beberapa jenis bahan, seperti beludru, yang mampu mengikat debu lebih erat, ketimbang kain-kain lainnya. Waspadai pula pemakaian bantal bulu angsa yang dapat menyimpan banyak debu di dalamnya. Penumpukan debu ini akan membahayakan sistem pernapasan sang pemakainya, terutama jika perangkat tersebut merupakan alas tidur bayi, anak kecil, dan para penderita alergi, asma, serta ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan).

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.