Biar Aman, Pakai Desainer Aja!

Sadar dengan ketidaktahuannya soal interior, pemilik rumah ini menyerahkan sepenuhnya penataan rumahnya ke tangan sang desainer interior.

Rumah - - Rumah Kita - TEKS RAHMA YULIANTI rahma@tabloidrumah.com FOTO ABDUL HAKIM SANTOSO

Tidak setiap orang bisa memilih furnitur dan melakukan penataan interior yang tepat untuk rumahnya. Apalagi, jika ilmu yang dipelajarinya di bangku kuliah bukan ilmu desain. Menyerahkannya ke tangan yang lebih ahli—desainer interior—adalah pilihan yang bijak.

Inilah yang dilakukan oleh pasangan Maya Kusmaya (34) dan Verininta Geleenia Arman (30). Seluruh isi rumah yang mereka diami bersama dua buah hati mereka, dipercayakan kepada Fadli Sirajuddin, desainer dari A+ Plan Architecture and Interior Works.

“Kita enggak ada pengalaman soal ngisi rumah. Jadi daripada salah, mending pasrah aja,” tutur Veni, panggilan akrab Verininta, sambil tertawa ramah. Pasrah bukan berarti tak ada permintaan dan keinginan sama sekali. Wanita muda berjilbab yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi ini tetap meminta beberapa hal kepada sang desainer.

Rumahnya simpel, warnanya cokelat. Ini permintaan utama Veni dan Maya. Mereka memang lebih menyukai warna cokelat yang aman. Permintaan ini diwujudkan Fadli lewat furnitur yang didominasi warna cokelat. Namun untuk dindingnya, Fadli memberi saran berbeda. Ia menambahkan beberapa warna di beberapa dinding, sebagai aksen dan penghidup suasana. Misalnya saja di ruang makan. Di salah satu dinding ruang yang menyatu dengan dapur ini, Fadli membubuhkan warna kuning kecokelatan. Begitu pun di ruang tidur utama. Di sana, dinding di belakang tempat tidur diberi sentuhan warna cokelat tanah. Warna-warna ini, meskipun cerah, tetap dipilih yang berunsur cokelat sehingga tak terlalu jauh dari permintaan Veni.

Pilihan Buah Hati

Kalau di ruang lain Veni meminta warna yang netral, lain halnya dengan ruang-ruang untuk anaknya.

“Permintaan khususnya untuk kamar anak. Saya diskusi dengan Mas Fadli, di usia (anak-anak) segini yang asyik itu kamarnya gimana,” tutur Veni.

Anak pertama Veni, Alifa Naira Kusmayaputri (9), suka warna merah muda dan segala sesuatu yang girlie. Ia meminta kamarnya dicat dengan warna kesukaannya itu. Fadli memberinya warna merah muda, yang dipadu dengan warna ungu. Sementara sang adik, Yusuf K. Kusmayaputra (6), sangat suka sepakbola. Ia tidak meminta warna khusus sehingga Fadli memberinya warna biru, warna netral untuk anak laki-laki.

Banyak Rak Buku

Permintaan lain Veni kepada Fadli adalah rak buku. Ya, Veni memang pecinta buku. Mulai dari buku agama, buku filsafat, hingga buku pop dilahap ibu muda ini. Ia jelas butuh rak buku di semua ruang di rumah.

Fadli memenuhi permintaan itu dengan membuat rak di semua ruang. Di ruang tidur ada rak, di ruang keluarga ada rak. Pun di ruang tamu di bawah yang bersebelahan dengan ruang makan dan dapur. Di sana diletakkan partisi rendah yang sekaligus berfungsi sebagai rak pajang dan rak buku.

Banyak Untungnya

Ketika ditanya apakah memakai jasa desainer lebih memuaskan, Veni menjawab sambil tertawa, ”Kalau saya yang mengisi rumah ini sendiri, pasti jadinya standar banget, deh.”

Ia lantas menunjuk ke arah ruang tidur anak laki-lakinya. “Contohnya di sini, saya mikirnya kalau tempat tidur mesti ada di tengah. Ternyata bisa ditaruh di pojokan begitu. Kamarnya jadi lega, Yusuf bisa main di kamarnya.”

Ya, kamar ini jadi salah satu tempat favorit Veni dan anakanaknya. Apalagi kamar ini berdekatan dengan ruang keluarga, tempat mereka biasa bermain piano. Seperti yang mereka lakukan siang itu, di sela-sela pemotretan hunian. Suara merdu denting piano mengiringi hingga kami meninggalkan hunian mungil ini.

Sisi lain ruang tidur anak Yusuf. Di sini ada juga rak buku yang lagi-lagi dibuat tak biasa.

Ruang tidur anak Alifa. Sesuai permintaan, warna merah muda terlihat dominan di sini.

Dapur mungil yang berbentuk lurus. Untuk menambah kesan luas, bagian backsplash kitchen set dilapisi dengan cermin.

Untuk membatasi ruang makan dan ruang tamu, digunakan partisi rendah yang juga berfungsi sebagai rak buku.

Karena keterbatasan ruang, dapur dibuat berbentuk lurus. Namun tetap ada jarak antara dapur dan ruang makan. Dinding di sisi kiri ruang makan, dibubuhi warna kuning sehingga ruang ini terlihat lebih segar.

Ruang tidur anak perempuan pasti perlu cermin. Agar irit tempat, cermin ini disatukan dengan rak buku dan

rak pajang.

Kamar mandi simpel yang didominasi warna cokelat. Agar rapi, di bawah wastafel dibuat lemari.

Ruang keluarga yang menjadi ruang favorit seluruh keluarga. Pada dinding tergantung rak buku yang sangat dinamis.

Ruang kerja yang “menyempil” di ruang tidur. Untuk membedakan ruang ini dengan ruang tidur, Fadli menggunakan warna lantai yang berbeda.

Ruang tidur utama. Di dinding belakang tempat tidur terdapat “lukisan” yang dibuat dari printed glass, yakni kaca yang dicetak

dengan gambar tertentu.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.