WANITA TANGGUH PENAKLUK PASAR ELEKTRONIK

Tak banyak wanita yang bergelut di bidang yang biasa dikuasai kaum pria ini. Tapi, Nana dengan antusias menjalaninya selama hampir 19 tahun.

Rumah - - Profil -

Padu padan celana jeans pensil dengan seragam kemeja biru muda membalut tubuh mungil Herdiana Anita Pisceria, atau yang biasa disapa Nana. Sepasang sepatu kets putih tanpa tali membuat langkah Nana terlihat lincah dan gesit. Aroma keceriaan langsung terasa begitu ia memasuki ruang tempat kami menunggu. Meski dibalut busana kasual, polesan makeup tipis pada wajah Nana rupanya tidak luput memancarkan aura cantiknya. “Staf saya baru banget memoleskan lipstik, tahu saya mau difoto,” ujarnya malu-malu.

Ya, Nana memang memiliki karakter sedikit tomboi, namun ia tetap terlihat modis meski lewat balutan seragam kantor.

Satu-satunya Wanita

Sudah hampir 19 tahun Nana bergelut di bidang elektronik, khususnya tim produksi. Diakui Nana, sangat jarang kaum wanita yang berkecimpung di bidang produk elektronik kalau pun ada hanya di bagian tertentu seperti public relation atau marketing.

“Memang sangat sedikit wanita yang menyukai bidang ini, ya khususnya bagian produk seperti saya,” tuturnya lagi. Namun karakter yang kuat dan pembawaannya yang santai membuatnya tidak risih memiliki rekan yang kebanyakan adalah kaum pria.

Terjerumus Kesuksesan

Sebagai seorang General Manager dari merek elektronik ternama, Nana diharuskan menciptakan peranti yang dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh sebab itu, ia harus jeli merespon apa yang diinginkan masyarakat dan mewujudkannya dalam sebuah peranti pintar. Tantangan itulah yang Nana sukai dari posisi yang ia duduki saat ini.

“Banyak dinamika yang terjadi selama 11 tahun saya di Sharp. Banyak tantangan menarik yang saya hadapi,” ujarnya antusias.

Namun sebelum akhirnya menemukan ritme kerja yang sesuai dengan kepribadiannya, siapa sangka Nana muda berkeinginan untuk menjadi seorang dokter. Namun, karena ragu akan kemampuannya, wanita beranak dua ini pun mengurungkan impiannya tersebut. Rupanya ia berada pada jalur yang benar. Nana melenggang ke sebuah perusahaan internasional dengan status lulusan Ilmu Tanah saat itu. Sangat bertolak belakang? Memang. Namun, ajang coba-coba ini rupanya membawa Nana pada sebuah langkah awal menuju sukses karier.

“Saat itu lulusan Ilmu Tanah banyak yang melamar untuk bank, karena sedang booming pada masa itu. Tapi saya mencoba peruntungan lain, yakni bidang sales and marketing,” tuturnya bercerita.

Ciptakan Produk Baru

Penghujung tahun 2003 menjadi titik penting di mana Nana bergabung bersama Sharp Indonesia dan membawanya pada posisi tertinggi sepanjang karir pekerjaannya, yakni General Manager Product Planning & Export. Salah satu pembuktian kesuksesan Nana adalah ketika ia dan tim pabrik sukses meluncurkan TV dengan suara terbaik, Alexander IIOTO.

Namun, bukanlah perkara mudah bagi Nana untuk mencapai prestasi tersebut. Pasalnya, pada tahun 2005 perusahaan sedang melakukan pengencangan ikat pinggang, sehingga efisiensi pengeluaran dan karyawan pun dilakukan. Momen tersebut rupanya tidak membuat Nana goyah dan patah semangat. Ia bersama tim pabrik berusaha meluncurkan produk inovatif yang bakal menggebrak pasar TV lokal. Ia dan tim pun melakukan riset, produk TV seperti apa yang dibutuhkan dan disukai masyarakat lokal.

Tahun 2006, produk TV Alexander IIOTO rampung dibuat dan mendapatkan sambutan baik dari para petinggi Sharp. Mereka rela mengucurkan dana yang tidak sedikit demi meraih penjualan tertinggi. Benar saja, TV Alexander IIOTO mendapatkan tempat spesial di hati masyarakat lokal berkat kualitas suara dan kemasan elegan yang dimilikinya. Lewat tangan dinginnya, Nana berhasil membuktikan diri bahwa produk yang ia ciptakan selalu sukses di pasaran. Mantap!

Powerfull & Strong Woman

“Kata suami, saya ini wanita tangguh,” ujarnya tertawa. Ya, dalam dunia karir yang kebanyakan dipenuhi kaum pria, Nana tidak lantas merasa takut dan risih. Ia justru merasa beruntung karena dikelilingi oleh tim yang solid.

“Saya beruntung dikelilingi oleh orang-orang yang tidak terlalu mementingkan diskriminasi gender,” tuturnya menambahkan.

Karakter Nana yang sedikit maskulin namun lembut di sisi lain, justru membuat orang-orang di sekitarnya merasa nyaman. Nana kemudian membeberkan rahasia suksesnya dalam berkarir kepada Tabloid RUMAH.

“Selalu membuat target dalam hidup, menjadi prinsip utama saya,” ujarnya penuh semangat.

MENJALANI HIDUP DENGAN SELALU BERPIKIR POSITIF ADALAH TAHAP AWAL MENYELAMATKAN DIRI DARI SEBUAH MASALAH.

Menjalani hidup dengan target yang harus dicapai akan membuat hidup seseorang lebih berarti. Sehingga ia selalu memiliki tujuan untuk akhirnya ia penuhi. Kemudian, selalu positif dan apa adanya. Nana menuturkan pemikiran positif akan menyelamatkan hidup kita di kala genting, sedangkan apa adanya diartikan untuk selalu bertindak selayaknya diri kita apa adanya, tanpa perlu menjadi orang lain hanya untuk menyenangkan orang tertentu.

“Menjalani hidup dengan selalu berpikir positif adalah tahap awal menyelamatkan diri dari sebuah masalah,” tuturnya bijak.

TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com FOTO ARIF BUDIMAN

DOK.SHARP

Produk TV tabung Alexander IIOTO menjadi salah satu pencapaian karier Nana di pasar elektronik.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.