MEBNGADWINKAN Budaya B KINI DAN LAMPAU

Mengawinkan nuansa kekinian dengan warisan budaya masa lalu, inilah cara konkret melestarikan budaya Nusantara ke dalam interior rumah.

Rumah - - Interior - TEKS MARIA JACLYN jaclyn@tabloidrumah.com

Sebagai masyarakat Indonesia, jauh di lubuk hati terdalam, kita tahu betapa kaya budaya bangsa. Kita pun tahu harus melestarikannya agar tak punah. Yang kita tak tahu—dan seringkali justru membuat kita menyerah— adalah cara memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kita menyadari, meski melestarikan budaya penting, tak lantas harus kembali ke zaman tradisional. Lalu, sejauh mana harus menggunakan unsur budaya ini? Sebanyak apa diaplikasikan? Dipadukan dengan apa? Mana warna yang bagus? Mana motif yang cocok? Bagaimana cara mengaplikasikan dengan benar agar tetap kelihatan modern tanpa kehilangan jati dirinya? Dan segudang pertanyaan lainnya.

Mengaplikasikan unsur budaya Nusantara ke dalam ruang interior memang terbilang susahsusah gampang. Kita tak ingin ruangan terkesan seperti museum karena terlalu banyak unsur yang dimasukkan, tak ingin juga pernik bernuansa budaya itu kelihatan “asal taruh” karena porsinya terlalu kecil dan kelihatan terlalu kontras dengan unsur modern di dalam ruangan.

Selain itu, ada sangat banyak unsur budaya yang bisa dipilih untuk kita masukkan ke dalam ruangan. Mana yang cocok dan “harus” dimasukkan, kembali lagi pada konsep yang ingin diciptakan di dalam ruangan. Nah untuk memasukkan unsur budaya ke dalam ruang interior, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan.

Pilihan Tak Terbatas

Motif bukan satu-satunya pilihan unsur budaya yang bisa kita masukkan ke dalam ruangan. Ada banyak kekayaan budaya yang bisa kita adaptasikan, mulai dari unsur yang terdapat dalam bangunan rumah adat, pakaian tradisional, aksesori, kesenian daerah, sejarah, hingga peranti rumah tangga.

Dari bangunan rumah adat saja, kita dapat mengadaptasi berbagai material lokal yang digunakan, misalnya ijuk, rotan, bambu, dan lainnya. Dari pakaian tradisional, kita dapat mengambil motif kain, warna, hingga jenis kain. Dari aksesori dan kesenian daerah, material yang digunakan, bentuk, hingga detailnya dapat menginspirasi. Sedangkan sejarah budaya, dapat kita tuangkan dalam bentuk aksesori ruangan modern, misalnya komik.

Porsinya Harus Pas

Setelah mengenal beragam jenis unsur budaya yang bisa diadaptasi, saatnya mengaplikasikannya ke dalam ruangan. Agar rumah tak terkesan seperti museum, gunakan pada porsi yang pas.

Anda bisa menjadikan unsur budaya ini sebagai focal point dengan menonjolkan fungsi, ukuran, dan desainnya. Sehingga meski pemakaiannya sedikit, akan tetap terlihat mencolok. Misalnya, sebagai bagian dari lukisan dinding berukuran besar atau sebagai material pelapis salah satu dinding ruangan.

Unsur budaya ini bisa juga diaplikasikan di beberapa tempat secara harmonis, sehingga terlihat menyatu dengan seisi ruangan. Misalnya, sebagai motif kain pelapis sofa, kursi, tirai, bantal, atau aksesori kecil lainnya.

Padukan dengan Unsur Modern

Unsur budaya yang sudah diambil, tak harus diaplikasikan sepenuhnya ke dalam ruangan. Kita bisa mengambil salah satu bentuk motifnya sebagai inspirasi. Misalnya motif batik kawung menjadi inspirasi bentuk furnitur, atau dipasang pada instalasi kesenian modern sebagai bagian dari aksesori ruangan.

Cara kedua adalah mengawinkan material tradisional dengan material modern, agar didapat nuansa modern yang cocok diaplikasikan di rumah masa kini. Misalnya, rotan dipadukan dengan besi stainless sebagai material furnitur, sehingga dapat ditempatkan pada interior modern.

Begitu banyak cara memasukkan unsur budaya Nusantara ke dalam ruangan, sehingga Anda tak akan kehabisan ide untuk mengeksplorasi segala kemungkinan. Cobalah bereksperimen dalam padu-padan warna, motif, serta tekstur, untuk mendapatkan kesan orisinal yang unik. Jangan lupa juga padukan dengan nuansa masa kini sehingga rumah Anda tak terkesan jadul atau terlalu tradisional. Selamat bereksperimen!

FOTO DOK. THE SILK ART AND DESIGN HOTEL LOKASI THE SILK ART AND DESIGN HOTEL DESAINER INTERIOR GINA HAVIER, PT AHHA NALAR DIAGONAL

Mural berupa komik Indonesia dilukis pada dinding, menghasilkan nuansa Indonesia dalam balutan modern yang fun.

Unsur komik tradisional berpadu dengan interior ruangan modern dengan aksen merah menyala pada salah satu bidang dinding. Bentuk lampu tidur segitiga 3D pada dinding di antara komik, memberi kesan kertas yang tertarik dan terlipat

Motif batik membentuk siluet aktris Amerika Audrey Hepburn yang ikonik. Permainan warna kuning yang cerah dan modern pada lemari built-in, membawa nuansa batik ke dalam suasana modern tanpa kehilangan sentuhan budayanya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.