HATI-HATI, Kamper (Bisa) Mengancam Kesehatan!

Di balik manfaatnya yang cukup banyak, ternyata kamper berisiko mengganggu kesehatan manusia, jika diletakkan dan digunakan tidak benar. Gangguan kesehatan apa saja yang ditimbulkannya? Bagaimana pula meletakkan dan menggunakannya secara tepat? Semuanya d

Rumah - - Rumah Sehat -

Kamper atau banyak juga yang menyebutnya dengan kapur barus, sudah tidak asing lagi di pendengaran kita. Bahkan bisa dibilang, sebagian besar masyarakat Indonesia pernah dan masih menggunakannya hingga saat ini. Polling terhadap pembaca Tabloid RUMAH yang dilakukan awal September 2014 lalu, menunjukkan 98% dari responden masih menggunakan kamper. Hanya 2% yang tidak memakainya.

Produk berbahan kimia ini dapat dengan mudah kita temukan di berbagai sudut ruangan, baik di rumah, gedung perkantoran, dan mal. Di dalam rumah, benda ini paling sering diletakkan di kamar mandi (50%). Ada juga yang meletakkan di sela-sela furnitur (23%), diikuti di lemari (17%), dan dapur (10%).

Banyak Manfaatnya

Tingginya pemakaian kamper di rumah karena benda ini memiliki banyak manfaat. Kamper sering digunakan untuk menghilangkan bau, mencegah jamur, mencegah kelembapan, sampai mengusir ngengat.

Kamper yang diletakkan di dalam lemari pakaian, juga dapat membuat baju lebih awet dan tetap harum walau disimpan cukup lama. Kamper juga berfungsi menjaga aksesori tetap awet dari kerusakan. Untuk sepatu, dengan meletakkan beberapa buah kamper di dalamnya, bisa menghilangkan bau karena keringat.

Pemakaian kamper yang tinggi, juga tidak terlepas dari cara menggunakannya yang cukup mudah dan harganya yang relatif murah. Mudah, karena menggunakannya cukup dengan menggantung atau meletakkannya di sudut ruangan.

Ada Efek Negatifnya

Namun, di balik manfaatnya yang cukup banyak, ternyata memakai kamper ada risikonya. Pasalnya, kamper yang saat ini dijual di pasar, terbuat dari zat-zat kimia. Ini berbeda dengan kamper yang dipakai oleh masyarakat zaman dulu, yang terbuat dari getah pohon kapur ( Dryobalanops aromatic atau Dryobalanops champor). Karenanya, kamper yang terbuat dari unsur tanaman ini, aman bagi kesehatan manusia.

Pada kamper yang banyak dipakai masyarakat saat ini, sedikitnya ada 2 zat kimia berbahaya terkandung di dalamnya, yaitu naftalen dan para-diclorobenzema. Dalam bentuk padat, kedua zat kimia ini mudah menguap ( volatile) dalam bentuk gas. Naftalen (dengan rumus molekul C10H8), yang diklasifikasikan sebagai polutan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH), disinyalir sebagai penyebab peningkatan risiko kanker terhadap orang dewasa.

“Kamper bisa mengganggu kesehatan jika digunakan secara berlebihan atau terjadi kontak langsung melalui sistem pernapasan. Terutama bagi mereka yang berada pada kondisi rentan, seperti ibu hamil, bayi, anak-anak, atau orang yang sangat sensitif terhadap zat pewangi,” tutur Dr. MM. Sintorini Moerdjoko, Mkes, pengajar sekaligus Wakil Dekan II Bidang Kemahasiswaan pada Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan, Unversitas Trisakti.

Selain itu, jika gas kedua zat kimia ini terhirup oleh hidung, dapat menyebabkan kepala pusing, mual, hingga muntah. Sedangkan bagi penderita asma, wewangian yang beraroma tajam juga dapat menyebabkan serangan asmanya.

Paparan kamper melalui mata, juga dapat menyebabkan radang, iritasi, dan kemerahan pada mata. Selain itu, kornea juga dapat mengalami kerusakan sehingga penglihatan korban menjadi kabur. Bila racun terpapar melalui kulit, dapat menyebabkan iritasi kulit, rasa panas, reaksi alergi dan ada rasa gatal-gatal.

Gangguan kesehatan yang lebih serius bisa terjadi jika kamper tertelan. Akibat yang ditimbulkannya adalah iritasi saluran pencernaan dan mengakibatkan mual, muntah, dan diare.

Sebuah studi yang dilakukan oleh organisasi kesehatan dunia, WHO, menyebutkan apabila terjadi kontak langsung antara zat kamper (naftalen) dengan bayi secara perkutan (penyerapan melalui kulit) dan paparannya sering secara berlebihan, maka dapat meningkatkan kadar bilirubin dalam darah dan akan mengganggu sistem syaraf pusat.

Walaupun begitu, bukan berarti kamper tak boleh digunakan. Asal caranya benar, ia bisa dikurangi bahayanya.

TEKS HOTMIAN SIAHAAN hotmian@tabloidrumah.com

ILUSTRASI ANTON NUGROHO

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.