13 Langkah Kurangi Penipisan Ozon

Lapisan ozon yang menipis dapat menyebabkan kanker kulit dan matinya tanaman. Cegahlah dengan melakukan berbagai langkah, seperti di bawah ini.

Rumah - - Rumah Sehat - TEKS HOTMIAN SIAHAAN hotmian@tabloidrumah.com ILUSTRASI ANTON NUGROHO

PLangkah Konkret

ada tanggal 16 September lalu, masyarakat di muka bumi ini memperingati Hari Ozon Sedunia. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan dilakukannya penandatanganan Protokol Montreal pada 16 September 1987 oleh 188 negara, termasuk Indonesia. Penetapan peringatan itu tidak lain untuk selalu membangkitkan kepedulian masyarakat dunia terhadap penipisan lapisan ozon bumi.

Menipisnya lapisan ozon ini disebabkan oleh perbuatan manusia sendiri. Pendingin dengan halokarbon seperti CFC, halon, dan freon yang dilepaskan ke atmosfer, menjadi penyebab utamanya. Zatzat ini disebut sebagai senyawa penipisan ozon, yang dalam bahasa Inggris disebut Ozone Depleting Substances atau ODS. Senyawasenyawa tersebut sangat berbahaya bagi ozon, karena segera setelah menyerang ozon, senyawa tersebut akan memecahnya.

Dengan menipisnya lapisan tersebut, bumi terbuka untuk sinar ultraviolet yang berbahaya. Banyak sekali penyakit yang bisa ditimbulkan karena kurangnya lapisan ozon di bumi. Kanker kulit, katarak, rusaknya tanaman dan plankton adalah beberapa contoh nyata dari terbentuknya lubang pada lapisan ozon. Oleh sebab itu, banyak negara yang sudah melakukan langkah konkret untuk mengurangi penipisan lapisan ozon ini.

Melindungi lapisan ozon dari kehancuran tidak hanya menjadi tugas pemerintah, masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi. Ada banyak langkah konkret yang bisa dilakukan. 1. Kurangi penggunaan AC. Manfaatkan keteduhan pohon untuk mengurangi penggunaan AC. 2. Hemat listrik. Manfaatkan cahaya matahari dari alam untuk pencahayaan rumah atau kantor. 3. Jangan menggunakan parfum semprot yang menggunakan aerosol. Gunakan parfum isi ulang dan atau yang berbentuk roll-on. 4. Perbanyak menanam tumbuhan, pohon-pohonan, atau tanaman dalam pot di sekitar kita. Hal itu akan memberikan kesejukan pada lingkungan sekaligus mengurangi efek rumah kaca. 5. Cabut sakelar listrik. Jangan biarkan kabel barang elektronik masih tertancap ketika Anda tidak menggunakannya lagi. 6. Hemat air. Pergunakanlah air sehemat mungkin, bersihkan saluran dan got di sekitar rumah Anda. 7. Bersepeda. Gunakan sepeda sesering mungkin jika memungkinkan. 8. Hindarilah penggunaan plastik. Biasakan berbelanja membawa kantong plastik sendiri atau tas dari bahan-bahan yang ramah lingkungan, seperti tas kain. 9. Gunakan kertas seefisien mungkin. Manfaatkan belakang kertas yang masih kosong. 10. Gunakan sapu tangan sebagai

pengganti tisu. 11. Kurangi pemakaian mobil pribadi. Emisi yang dikeluarkan oleh mobil yang Anda kendarai membahayakan keberadaan lapisan ozon di atmosfer. Ada banyak alternatif transportasi yang bisa digunakan untuk bepergian. Naik bus, berjalan kaki, bersepeda, atau menebeng teman, akan mengurangi produksi emisi kendaraan. 12. Menggunakan pembersih yang

ramah lingkungan. 13. Menghindari penggunaan pestisida. Pestisida adalah solusi yang paling mudah untuk menghilangkan hama pada tanaman. Tapi dampak yang diberikan oleh pestisida terhadap lingkungan sangat buruk. Menggunakan pembasmi hama yang terbuat dari bahan-bahan alami adalah tindakan yang paling baik untuk menyelamatkan lapisan ozon.

Menanam tanaman di sekitar rumah, baik di tanah maupun dalam pot, merupakan salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi penipisan lapisan ozon bumi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.