BANGUN RUMAH UNTUK IBUNDA

Rumah - - Konsultasi -

Q- - - Halo Pak Wijoyo, Saya baru saja membeli sebuah kaveling di town house yang letaknya di Jakarta Selatan. Kaveling ini berukuran 7m x 11m, menghadap ke sebuah jalan yang lebarnya tak lebih dari 4m, dan menghadap ke selatan. Rencananya di tanah ini akan dibangun sebuah rumah dua lantai, untuk digunakan ibu saya nanti jika anak-anaknya semuanya sudah berkeluarga. Kebetulan town house ini dimiliki oleh keluarga besar ibu saya, sehingga nantinya tetangga kanan dan kiri ibu saya adalah adik-adiknya.

Karena ini akan dipakai ibu saya, ruang yang dibutuhkan adalah sebagai berikut. - Ruang keluarga yang luas. - Ruang tamu kecil, yang hanya dipergunakan untuk menampung tamu yang bukan keluarga. Ibu saya termasuk orang yang kerap menerima tamu. Dapur Ruang makan kecil. Ruang tidur utama dengan bukaan yang cukup besar. Ibu saya mengidap asma jadi kamar harus cukup terang dan sirkulasinya baik. Kamar utama ini jika memungkinkan terletak di lantai bawah sehingga ibu tidak harus naik tangga. - Dua kamar untuk anak-anaknya jika menginap. - Kamar mandi (tidak perlu ada kamar mandi utama). - Musala. - Gudang, karena ibu saya memiliki cukup banyak peralatan. - Ruang servis.

Ibu saya sangat suka dengan taman, sehingga sebisa mungkin ada taman di belakang dan depan rumah. Untuk gaya rumah, jika bisa adalah gaya yang tidak terlalu minimalis agar bisa bertahan lama.

Terima kasih atas waktunya dan desainnya. Semoga permintaannya tidak terlalu neko-neko ya Pak Wijoyo. M. Firmansyah, Lenteng Agung

APak Firmansyah yth., Terima kasih untuk kiriman pertanyaannya. Alangkah mulianya rencana Anda untuk membuatkan rumah bagi Ibunda. Saya sangat salut untuk citacita mulia ini.

Rumah untuk orang yang lanjut usia pada prinsipnya adalah memenuhi kriteria sebagai berikut. 1. Terang, karena dengan penglihatan yang telah berkurang, orang tua membutuhkan cahaya yang lebih terang dibandingkan orang yang lebih muda. 2. Lapang dan terbuka. Lebih baik memilih perabot atau furnitur yang fungsional daripada yang bersifat dekoratif atau pajangan, agar tak mengganggu langkah orang tua ketika harus berjalan. Lantai yang landai, minimalkan perbedaan ketinggian lantai. Jika ada perbedaan, sebaiknya dibuat menjadi lantai slope, bukan seperti anak tangga. 4. Orang tua lebih menyukai udara segar dibandingkan udara yang terkondisi. Karena itu, rumah untuk orang tua perlu bukaan yang cukup banyak dan luas, agar udara dapat berganti secara maksimal tanpa perlu bantuan alat elektronik.

3.

Tangga Diganti Ramp

Karena ada keterbatasan lahan, maka mau tidak mau rumah ini harus dibuat menjadi 2 lantai. Memang, ibunda bisa menempati ruang tidur dan melakukan aktivitas sehari-hari di lantai 1. Namun ada kalanya orang tua ingin melihat dan mengontrol semua ruangan di rumahnya, termasuk lantai 2 tentunya. Agar langkah beliau nyaman dan aman, akses untuk ke lantai 2 dapat dibuat berupa ramp, bukan berupa tangga seperti pada umumnya.

Dengan menggunakan ramp, langkah orang tua untuk mencapai lantai 2 akan lebih mudah, nyaman, dan tidak melelahkan; meski jalannya menanjak. Kekurangan dari penggunaan ramp ini adalah ruang yang digunakan lebih banyak dibandingkan dengan tangga konvensional. Sebab untuk mendapatkan ramp yang nyaman, dibutuhkan jalur yang panjang, supaya sudut kemiringannya tidak curam.

Di lantai 1 dapat Anda lihat ramp tersebut berada di ruang tamu, memanjang hingga ke atas dapur/ ruang makan.

Ruang Tamu Masih Ada

Ruang tamu kecil diperlukan sehingga ibunda bisa menerima tamu yang bukan anggota

keluarga. Untuk menerima kerabat dan keluarga, bisa dilakukan di ruang makan yang terbuka dengan dapur dan taman, atau di lantai 2 seandainya memang diperlukan.

Antara ruang tamu dengan dapur/ruang makan juga saya buat terbuka, hanya dibatasi dengan penyekat ruang. Hal ini agar rumah dapat terasa lebih luas. Ruang terbuka juga dimaksudkan agar ruangan juga bisa difungsikan sebagai ruang untuk berkumpul, jika ada acara pengajian atau arisan.

Untuk ruang tidur Ibunda, saya berikan bukaan ke arah taman atau ruang terbuka di belakang. Diharapkan bukaan ini dapat membuat sirkulasi udara dan sinar matahari menjadi optimal. Kamar mandi yang letaknya di sebelah ruang tidur juga akan memudahkan ibunda, terutama pada malam hari.

Ruang Keluarga di Atas

Di lantai 2, ada ruangan yang dapat dijadikan sebagai ruang keluarga, terutama apabila anak- anak ibunda berkunjung. Ruang ini bisa juga dijadikan sebagai ruang salat bersama. Untuk sehari-hari, ibunda tentunya akan lebih nyaman bersalat di dalam ruang tidurnya yang cukup luas.

Selain ada 2 ruang tidur dan kamar mandi, di belakang ada gudang dan ruang cuci jemur. Saya tidak tahu apakah ibunda Anda memerlukan asisten rumah tangga atau perawat untuk menemani beliau kelak. Kalau berdasarkan pengalaman orang tua saya, perawat atau asisten rumah tangga menemani beliau tidur malam hari di kamarnya. Perawat akan menjaga ketika beliau harus ke kamar mandi, sehingga dapat terhindar dari risiko tergelincir, jatuh, dan sebagainya.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Semoga citacita mulia untuk membuatkan rumah bagi orang tua Anda dapat terlaksana. Saya turut mendoakan.

Salam hormat saya untuk ibunda.

TAMPAK MUKA

Anda punya masalah seputar pengembangan rumah? Layangkan pertanyaan sejelas mungkin dan sertakan denah asal rumah ke Tabloid RUMAH melalui surat ke alamat Jl. Raya Panjang No. 8A Gedung Unit 1 Lt 5 Jakarta 10270 atau melalui e-mail di redaksi@ tabloidrumah.com. Cantumkan kata “Konsultasi” pada amplop surat atau judul e-mail.

300cm

200cm

LANTAI 1

700cm

100cm

200cm

700cm

400cm

200cm

LANTAI 2

300cm

300cm

700cm

300cm

700cm

400cm

100cm

100cm

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.