Menyimpan dengan Indah

Rumah - - Serambi -

Di Amerika dan Eropa, banyak rumah yang memiliki ruang bawah tanah. Ruang ini sering kali digunakan sebagai tempat penyimpanan. Di Indonesia, membangun ruang bawah tanah mungkin dirasa terlalu mahal—atau mungkin juga dirasa tidak umum. Pada rumah-rumah lama yang cenderung berukuran besar, untuk penyimpanan disisakan sebuah ruang khusus yang disebut gudang. Di sanalah kita menyimpan barang-barang yang frekuensi penggunaannya rendah atau bahkan barang yang sudah tidak digunakan sama sekali tapi sayang dibuang.

Semakin lama, lahan untuk rumah semakin terbatas. Semakin kecil ukuran lahannya, semakin kecil ruang yang tersedia untuk gudang. Lama-lama, tidak ada lagi yang namanya gudang. Boro-boro gudang, untuk ruang tidur saja kurang.

Tapi selalu ada barang yang harus disimpan. Lalu bermunculan berbagai trik menyimpan yang hemat ruang, mulai dari tempat tidur berkolong laci, meja tamu berbentuk boks untuk menyimpan, lemari setinggi plafon, dll. Muncul pula berbagai macam furnitur penyimpanan dengan bentuk yang unik dan menarik.

Mengapa perlu unik? Karena dengan tidak adanya gudang, semua barang yang harusnya disimpan alias disembunyikan di suatu tempat khusus, terpaksa disembunyikan secara menyebar. Alat makan disimpan di ruang makan, majalah dan buku disimpan di ruang tamu, perlengkapan olah raga disimpan di ruang keluarga.

Konsekuensinya, semua barang harus disimpan dengan indah. Tempat menyimpannya harus cantik, cara menyimpannya pun perlu unik. Pada tingkat kreativitas yang tinggi, banyak orang malah menjadikan area penyimpanan itu menjadi sebuah sudut menarik, aksen yang mencolok, atau titik fokus perhatian dalam sebuah rumah. Akhirnya, menyimpan dengan indah bukan lagi keterpaksaan, melainkan sebuah kebutuhan. Kebutuhan untuk mengekspresikan diri melalui barang-barang yang kita miliki.

Ya, kreativitas memang sering muncul dari keterbatasan.

Made Mardiani Kardha

Editor in Chief

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.