Kayu Olahan yang Menyaingi Kayu Solid

Tidak kalah unggul dengan kayu solid, OSB siap menggeser popularitas kayu alami di kancah konstruksi bangunan. Tertarik mencoba?

Rumah - - Material - TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com

Kayu memang selalu menarik untuk diaplikasikan ke dalam sebuah hunian. Saat ini kayu olahanlah yang sedang berjaya. Rasanya kayu olahan sudah menjadi elemen wajib sebagai pengisi interior maupun eksterior. Bagaimana tidak, hampir setiap rumah saat ini menggunakan kayu olahan sebagai pengisi interior mereka, entah pada kabinet dapur, panel TV, ataupun dinding partisi.

Kemunculan kayu olahan diharapkan dapat mengurangi penggunaan kayu solid mengingat pasokan kayu berkualitas di hutan alam sudah semakin langka. Kayu olahan pun terus mengalami perkembangan, bahkan tidak jarang ada yang berinovasi dengan bahan baru sebagai bahan dasar pembuatannya. Salah satu inovasi kayu olahan ini adalah oriented strand board atau lebih dikenal dengan nama OSB. Kayu komposit ini berfungsi sebagai papan struktural untuk konstruksi bangunan. Namun, tidak hanya sebagai bahan kontruksi, OSB juga dapat digunakan untuk keperluan interior dan eksterior rumah. Enggak percaya?

Bagian dari Kayu Solid

OSB merupakan produk kayu olahan yang terbuat dari strand ( helai) kayu berbentuk persegi panjang yang dipres menggunakan mesin khusus dengan suhu yang sangat tinggi. Seperti anyaman, pola strand disusun saling bersilang tegak lurus untuk menghasilkan kekuatan dan kepadatan yang tinggi.

Jenis kayu yang digunakan bisa apa saja, Swiss Krono Group dari Jerman misalnya, yang khusus menggunakan potongan kulit kayu pinus untuk menghasilkan kekuatan dan kepadatan yang maksimal. Beberapa produk OSB dihasilan dari limbah serutan kayu meranti, pinus, dan lainnya. OSB bukanlah barang baru dalam industri kayu olahan. Keberadaannya sudah diakui dan diaplikasikan untuk hunian di luar negeri seperti Jerman, Amerika Serikat, Kanada, dan lainnya.

Banyak Unggulnya

Juni Heru, Marketing PT Intranesia Deco Pratama, distributor tunggal OSB di Indonesia mengungkapkan kayu OSB memiliki banyak keunggulan dibandingan jenis kayu olahan lainnya. Bahannya yang terbuat dari kulit kayu pinus membuatnya lebih kuat dan tahan terhadap sinar matahari.

“Bayangkan kulit pohon yang dijadikan pelindung pohon dari sinar matahari dan hujan digunakan sebagai bahan dasar OSB. Pasti kuat dan awet,” tuturnya menegaskan.

Kelebihan lainnya dari kayu OSB adalah tidak adanya muaisusut yang biasanya terjadi karena suhu ruangan yang terlalu tinggi atau rendah. Teknologi canggih yang dimiliki kayu olahan asal Jerman ini membuatnya memiliki banyak keunggulan. Nah, berikut ini beberapa keunggulan yang dimiliki OSB yang tidak dimiliki kayu olahan lainnya.

Menghambat api. Produk OSB dilapisi material pilihan yang memiliki sifat dapat memperlambat proses menjalarnya api pada kayu, sehingga aman digunakan.

Tahan lembap. Biasanya material berbahan kayu tidak akan tahan terhadap kelembapan. Lain halnya dengan OSB. Tingkat kerapatan dan kepadatan yang tinggi membuat produk kayu olahan ini dapat bertahan di segala kondisi.

Tahan rayap dan serangga lainnya. Juni mengungkapkan produk OSB sudah dilapisi finishing sehingga membuat OSB tidak mudah diserang rayap atau serangga lainnya. Meski tidak dapat dipungkiri segala material berbahan kayu rentan oleh rayap dan serangga, namun Juni memastikan produk OSB akan tahan lebih lama dari hama perusak tersebut.

Bebas formalin dan ramah kesehatan. Beberapa produk kayu olahan memiliki sifat pedih di mata dan serbuknya dapat mengganggu pernapasan. OSB tidak demikian, produk ini bebas bahan formalin sehingga ramah untuk kesehatan si pemiliknya. Bahannya juga tidak mengandung zat berbahaya bagi tubuh.

Tahan terhadap air. Tidak seperti kayu olahan pada umumnya yang mudah lapuk bila terkena air, OSB memiliki daya tahan kuat terhadap air. Tingkat kerapatan yang tinggi pada permukaannya

DOK. INTRANESIA DECO PRATAMA

WWW.KRONOPLY.COM

Perhatikan acian dan rangka pada setiap bagian yang ingin diaplikasikan OSB. Jangan sampai ada yang rusak atau rangka tidak kuat.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.