Cara Jitu Basmi Jamur Atasi Kelembapan!

Tak hanya mengganggu estetika dan berpotensi melemahkan konstruksi bangunan rumah, jamur juga mengancam kesehatan keluarga Anda.

Rumah - - Rumah Sehat - TEKS JOHANNA ERLY WIDYARTANTI erly@tabloidrumah.com FOTO TAN RAHARDIAN

Dinding rumah kotor oleh bercak noda, kayu kusen lapuk, dan sesak nafas tak kunjung sembuh. Tahukah Anda, semua ini bisa diakibatkan oleh jamur? Hampir semua rumah mengalami gangguan jamur. Kebanyakan baru menyadari setelah serangan jamur mencapai tahap serius. Artinya, jamur sudah menampakkan gejala fisik yang dapat dilihat secara kasat mata. Jamur dapat tumbuh di aneka benda yang terbuat dari bebatuan, kayu, ataupun kain, yang acap digunakan di rumah. Batu-batuan yang Anda gunakan di taman atau aksesori rumah lainnya, kayu pada papan iris (talenan) di dapur, atau handuk di kamar mandi. Serangan jamur pada benda-benda ini akan mengganggu estetika dan merusak fungsi benda. Jamur juga tumbuh di dinding, lantai, atau plafon rumah. Pada elemen-elemen ini, pertumbuhan jamur yang kronis akan dapat meruntuhkan kekuatan bangunan dan membuatnya rusak.

Bahaya Jamur bagi Kesehatan Manusia

Jamur adalah sejenis fungi yang tumbuh dari spora yang berkembang melalui udara. Spora jamur yang beterbangan di udara dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui jalur pernafasan. Selain tembok yang lembap, tanah dalam pot, dan sampah organik (kompos) juga dapat menjadi sumber spora jamur. Orang yang mengidap alergi dan gangguan saluran nafas lainnya seperti asma, merupakan kelompok yang paling rentan terhadap bahaya jamur. Walaupun demikian orang yang sehat pun tak luput dari serangan jamur. Hal ini tergantung pada ketahanan tubuh masing-masing. Serangan jamur yang kronis dapat menimbulkan infeksi paru juga gatal-gatal pada kulit.

Atasi Sumbernya

Yang banyak dilakukan orang saat memberantas jamur selama ini, umumnya hanya merupakan tindakan sementara. Karenanya, banyak yang putus asa, serangan jamur datang dan datang lagi. “Membasmi jamur harus dilakukan dengan mengatasi serangannya dan mencegahnya muncul kembali. Berantas sampai ke akarnya atau sumbernya,” ujar Siswanto, arsitek yang beberapa kali membantu klien-nya mengatasi serangan jamur pada dinding rumah yang dibangunnya. Lebih jauh Siswanto menambahkan, pada kebanyakan orang yang mengalami masalah jamur pada dinding rumahnya, melakukan tindakan pengecatan ulang, mengecat dengan cat minyak, menutupinya dengan wallpaper, atau tripleks. Tindakan tersebut hanya sementara, karena jamur akan muncul lagi dan tetap tumbuh. Ini terjadi lagi karena sumber masalah tidak dihilangkan atau dihambat.

Sumber Masalahnya

Dari beberapa kasus yang dialami Siswanto, beberapa hal bisa menjadi penyebab munculnya jamur. Di antaranya adalah kondisi tanah tempat bangunan didirikan, momen membangun yang salah (saat musim hujan), proses membangun yang tak tepat (penyemenan pada waktu yang tak tepat), kelembapan udara dalam ruang, atau dinding yang banyak terpapar air. Mengapa hal-hal di atas dikaitkan dengan tumbuhnya jamur? Hal ini dilihat dari sifat pertumbuhan dan perkembangbiakan jamur. Pada daerah lembap dan kurang terpapar oleh cahaya matahari jamur dapat tumbuh subur. Kelembapan pada ruang atau pada elemen bangunan terjadi karena sering terpaparnya objek oleh air padahal pengeringannya minimal. Kandungan air yang terjebak cukup lama inilah yang menyebabkan

kelembapan dan pertumbuhan jamur yang cepat.

Lebih lanjut Siswanto menuturkan, sebaiknya kondisi tanah yang basah (tanah bekas sawah misalnya), jangan langsung dibangun bangunan tapi dikeringkan dahulu. Karena air pada tanah sawah dapat menyerap ke rongga-rongga dan menyerap ke dalam dinding.

Dinding yang dibangun saat musim penghujan, akan sulit kering, dan jika dilakukan penyemenan di dalam struktur semen terdapat kandungan air yang tinggi dan terjebak. Sehingga kelembapan dinding tinggi, dan berisiko tumbuhnya jamur. Untuk menghasilkan bangunan dengan ruang-ruang yang tidak lembap, maka mesti meminimalisasi dinding bangunan terpapar air secara langsung dan terus-menerus.

Pentingnya Pengudaraan Ruang

Selain memberi kenyamanan, pengudaraan ruang yang baik juga perlu untuk kesehatan. Pengudaraan ruang yang baik akan mengurangi uap air dalam udara yang berlebih dan memperbanyak jumlah oksigen pada ruang.

Selain itu pengudaraan dapat menghindari terbentuknya zat-zat berbahaya yang timbul karena pemakaian material tertentu pada bangunan, misalnya cat, karpet, atau mebel baru (bahan politur) akibat reaksi uap air di udara dengan bahan kimia.

Mengurangi kelembapan udara dalam ruang sampai kisaran 30%60% adalah kunci terhindar dari tumbuhnya jamur. Kelembapan udara terjadi jika ada uap air yang terikat dan mengendap dalam ruang dalam waktu cukup lama.

Menghadirkan bukaan di setiap ruang dan membuka jendela minimal 4 kali dalam sehari adalah cara yang bisa dilakukan. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya pertukaran udara dalam ruang sehingga tak terjadi endapan udara.

Udara alami, sebaiknya mengaliri semua bagian rumah setiap saat, sepanjang hari. Jendela krepyak adalah salah satu bentuk ventilasi agar aliran udara tetap berlangsung meskipun jendela tertutup pada malam hari. Kisi-kisi yang terbuka dapat mengalirkan udara dengan leluasa.

Pada ruanganruangan yang udaranya lembap seperti dapur dan kamar mandi, uap air harus segera dikeluarkan dengan membuka jendela setiap habis menggunakan ruangan tersebut. Gunakan exhaust fan pada ruang-ruang yang memiliki potensi penghasil uap air di dalam rumah.

Exhaust fan dapat menaikkan suhu udara dan mengurangi pengikatan uap air dalam ruang. Arahkan aliran udara dari exhaust fan ke luar rumah. namun, jangan alirkan udara dari exhaust fan ke attic (ruang di antara plafon dan atap). Ini menyebabkan uap air berkumpul di attic dan menjadikan attic tempat ideal bagi jamur untuk berkembang biak, yang pada akhirnya akan merusak plafon dan atap Anda.

Memberi perhatian khusus pada karpet yang terletak pada lantai semen, adalah cara lainnya. Sebab, karpet bersifat menyerap kelembapan dan menjadikannya media pertumbuhan jamur yang ideal. Tidak menggunakan karpet adalah pilihan yang bijak bagi rumah-rumah yang berada pada daerah dengan tingkat kelembaban tinggi.

Memberantas jamur dengan mengatasi sumber penyebab (masalah)-nya akan membuat jamur tak tumbuh lagi.

LOKASI VILA DI MEGA MENDUNG, PUNCAK, BOGOR FOTO ADRIAN MULYA Batuan alami yang digunakan sebagai dinding di kamar mandi ini rawan akan serangan jamur. Menciptakan kondisi ruang dengan sirkulasi udara dan pencahayaan alami akan mengurangi kelembapan ruang ini.

Kebocoran pada atap menjadi penyebab munculnya jamur, karena uap air terperangkap di plafon.

Tanda keberadaan jamur pada dinding yaitu noda hitam.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.