Solusi Ahli

Rumah - - Solusi -

• •

• • • • • •

Musuh besar plafon adalah air. Apapun jenis plafonnya, baik yang terbuat dari tripleks, atau gipsum, tidak tahan terhadap air. Apalagi, jika terkena air akibat bocor terus menerus, dipastikan plafon akan rusak. Inilah langkah yang harus Anda lakukan untuk mengatasinya. Ta1.Ketahuisumber bocor, lalu atasi titik bocornya hingga masalah ini selesai sampai tuntas. npa mengetahui sumber bocor dan memperbaikinya, percuma saja Anda memperbaiki plafon. Masalah akan terus menerus muncul. 2. Cek kondisi plafon dengan cara mengetuknya menggunakan tangan Anda. Jika plafon masih keras, berarti Anda dapat langsung memperbaiki. Ini dia cara memperbaikinya. • Bersihkan plafon dari kotoran atau jamur dengan menggunakan ampelas atau kape. • Agar pengecatan tampak rata dan tidak belang-belang, lapisi plafon yang bernoda dengan alkali sealer. Diamkan dalam waktu 1-2 jam hingga lapisan alkali benar-benar kering. Setelah kering lakukan pengecatan sebanyak dua kali. Pengecatan pertama menggunakan campuran cat dinding dan air sebanyak 10% jumlah cat, sedangkan pengecatan kedua menggunakan campuran cat dan air 20%. Gunakan roller agar pengecatan merata. Gunakan kuas cat pada bagian plafon yang tidak dapat dicat dengan roller seperti bagianbagian sudut plafon. 3. Jika plafon gipsum sudah hancur, langkah ke-2 di atas tak bisa langsung dilakukan. Plafon hancur terjadi karena terlalu lama terendam air. Saat disentuh, plafon ini rapuh. Untuk memperbaikinya, ini tahapan yang harus Anda lakukan. • Potong area plafon gipsum yang sudah hancur. Tambahkan area potongan dengan jarak maksimal 10cm dari pinggir noda gipsum yang hancur. Sebaiknya, bentuk potongan persegi agar memudahkan penambalan. Potong gipsum baru seukuran gipsum plafon yang Anda potong tadi. Tambahkan lem khusus di area pinggiran gipsum baru, lalu tempelkan ke plafon gipsum. Biarkan 1 jam hingga lem mengering. Tambahkan kompon di antara plafon gipsum baru dan lama. Setelah kering lakukan pengecatan sebanyak 2 kali. Pengecatan pertama menggunakan campuran cat dinding dan air sebanyak 10% jumlah cat sedangkan pengecatan kedua menggunakan campuran cat dan air 20%. Gunakan roller agar pengecatan merata. Sebaiknya pengecatan terakhir dilakukan 1 bidang plafon, agar tidak terlihat belangnya.

Indra Budi Wibowo, Techincal Manager PT Petrojaya Boral Plasterboard (Jayaboard)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.