BERSOLEK DENGAN SECONDARY SKIN

Layaknya manusia, bangunan juga perlu pakaian untuk melindungi dari terpaan panas dan tampias hujan. Selain itu, pakaian juga membuat bangunan tampil lebih ekspresif.

Rumah - - Sudut - TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com FOTO SITI AISAH PUJIANTI

Mempercantik wajah rumah juga bisa dilakukan dengan menambahkan elemen pelindung pada bagian fasad. Elemen tambahan ini dalam dunia arsitektur disebut dengan secondary skin atau kulit kedua hunian. Secondary skin mengusung konsep layaknya pakaian pada manusia. Kulit pertama bangunan dianalogikan sebagai fasad, sementara kulit kedua diibaratkan sebagai pakaiannya. Pakaian pada manusia akan melindunginya dari bahaya kuman, sengatan matahari, dan hujan. Pun halnya fungsi pakaian pada bangunan.

Selain mempercantik wajah, secondary skin juga dapat menjawab permasalahan hunian di kawasan tropis yang kerap menghadapi cuaca ekstrem yang tidak menentu. Pemasangan secondary skin diharapkan dapat menahan sinar matahari agar tidak langsung memasuki bagian dalam rumah. Ren Katili, arsitek dari Arsitektropis, mengungkapkan elemen ini sebaiknya dibuat dengan memberi celah pada permukaannya dan memberi jarak bentang antara dinding pertama dan secondary skin.

Hal ini bertujuan agar angin dan paparan sinar tetap bisa bergerak masuk ke dalam hunian. Jarak bentang antara lapisan kulit pertama dengan secondary skin sekitar 40-60cm. Saat ini aplikasi secondary skin sudah mulai menyatu dengan gaya bangunan yang diusung. Tidak heran, di samping melihat fungsi, secondary skin juga dilirik karena dapat membuat bangunan jadi lebih molek dan ekspresif.

Banyak Pilihan

Layaknya dunia mode yang terus berkembang, material secondary skin juga terus mengalami perkembangan. Kalau dulu material kerai dan kisi-kisi umum digunakan, saat ini bahan dasar meracik secondary skin sudah beragam, seperti tanaman, besi aluminium, kayu olahan, laser cutting dan lain sebagainya.

Nah, Tabloid RUMAH akan menyajikan beberapa inspirasi material pembentuk secondary skin yang dapat Anda

aplikasikan.

Asal dilakukan penyiraman secara rutin dan dipupuk tiga bulan sekali, tanaman lee kuan yew dapat berumur panjang.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.