Desa Nelayan yang Kaya Potensi Wisata

Mari menengok Desa Messah, salah satu desa potensial yang dapat dipilih sebagai site dalam Sayembara Desain Arsitektur Nusantara 2 - 2014.

Rumah - - Propan Arsitektur Nusantara -

Jika ingin melihat kehidupan masyarakat Bajo, berkunjunglah ke Desa Messah. Di desa yang berada di Pulau Messah, gugusan Kepulauan Komodo, Nusa Tenggara Barat ini, bermukim sekitar 2.000 penduduk Bajo yang hidup dari hasil menjadi nelayan tradisional.

Seperti pulau lain di Kepulauan Komodo, Pulau Messah dianugerahi keindahan alam yang luar biasa. Pantai pasir putih di tepian lautan biru yang jernih memanjakan mata siapa saja yang bertandang ke sana. Di atas hamparan pasir putih itulah terdapat 300 rumah panggung milik penduduk yang dibangun dengan sederhana.

Di ujung pulau, terdapat sebuah bukit kering beralaskan semak-semak cokelat, menjadi tempat yang tepat untuk mengamati seantero kampung dan pulau-pulau di sekitarnya. Dari atas bukit, terlihat jelas perahu-perahu yang bersandar di dermaga, anak-anak yang bermain bola di lapangan pasir putih yang menghampar luas, dan tentu saja aktivitas masyarakat yang memanah ikan di lambung pulau.

Potensi wisata desa ini sangat besar. Letaknya yang hanya satu jam dari Labuan Bajo membuatnya mudah dicapai oleh para pelancong. Itu sebabnya, PT Propan Raya memilih desa ini sebagai salah satu site dalam Sayembara Desain Arsitektur Nusantara 2 - 2014.

Di balik potensi yang tinggi, masih banyak kekurangan yang ada di sini, terutama soal infrastruktur untuk para pelancong, mulai dari kamar mandi hingga air bersih. Tidak hanya itu, ketidaktersediaan bahan makanan yang cukup membuat Pulau Messah menjadi “importir” makanan instan dalam kemasan plastik. Karena tak ada tempat pengolahan sampah yang memadai, mereka lantas membakarnya, menimbulkan polusi udara yang cukup mengotori lingkungan alami ini.

Persoalan lain adalah soal desain rumah yang mengalami pergeseran. Dahulu, penduduk Desa Messah menggunakan anyaman daun Gebang sebagai dinding utama rumah mereka. Namun kini, anyaman tersebut diganti dengan material seng yang dicat warna-warni. Dari luar memang terlihat indah, namun akibatnya, aliran udara ke dalam rumah jadi terhambat dan suhu di dalam rumah pun bertambah tinggi.

Persoalan-persoalan inilah yang harus ditangani dan dijawab para arsitek peserta lomba Sayembara Desain Arsitektur Nusantara 2-2014. Dengan desain arsitektural yang tepat, Desa Messah akan menjadi salah satu desa tujuan wisata yang memikat mata dunia.•

DOK. GDE KRESNA

Rumah panggung yang dindingnya sudah berganti

dengan seng. Kolong rumah yang dimanfaatkan sebagai sarana

bersosialisasi.

Pemandangan indah ke arah dermaga kayu.

Melihat pembuatan perahu adalah salah satu objek

wisata yang dapat dikembangkan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.