Komunitas Bali Bersih Menjangkau yang Tak Terpantau

Perhatian pada sesuatu yang kecil menjadi awal dari program kepedulian lingkungan. Tujuannya, agar Bali tak berkurang keindahannya garagara sampah yang berserakan.

Rumah - - Koridor - TEKS PUSPITA DEWI dewi@tabloidrumah.com

Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura, itulah sebutan yang disematkan pada pulau Bali yang indah. Bali menjadi salah satu destinasi wisata favorit wisatawan lokal maupun internasional. Ini tentunya menjadi kebanggaan masyarakat Bali. Namun rasa bangga itu terkikis oleh pemandangan yang mengganggu, yaitu sampah. Tak dapat dipungkiri bahwa aktivitas yang berlangsung sejalan dengan gencarnya program wisata, biasanya menyisakan sampah. Tak hanya di tepi jalan besar, pantai, dan selokan, sampah juga berserakan di sawah dan ladang petani.

Masalah ini mengusik rasa kepedulian Dani Aristya Prihatini, seorang asisten akademik di sebuah universitas di Bali. “Pengairan ke sawah pun terhambat,” kata Dani. Hamparan sawah yang unik dengan sistem irigasi subak, tak lagi elok dipandang. Pengairan pun tersendat karena adanya sampah bekas bungkus makanan ringan, mi instan, gelas air mineral, dan sedotan yang dibuang oleh orang- orang yang tak bertanggung jawab atau terbawa aliran air.

Dani mengamati, tidak semua lokasi bisa diakses oleh truk pengangkut sampah. “Sampah di gang sempit dan padat ada yang tak terpantau, sedangkan yang di sawah-sawah juga sulit terjangkau oleh gerobak sampah,” kata Dani.

Keprihatinan Dani menular pada teman-temannya, yaitu Alit Sanjaya, Joshua Ega Yus Pratama, Eldhy Rushdy, Made Dharma Laksana, Amelia Tagaroi, Niar Ambamie, dan Kadek Dwi Anggayani. Maka, ketika Dani mencetuskan membentuk Komunitas Bali Bersih pada November 2013, teman-temannya langsung mendukung.

Sarat Aktivitas

Tangan-tangan anak muda ini pun terulur membersihkan sampah di gang sempit, sawah, dan saluran irigasi yang menjadi titik konsentrasi komunitas ini. Namun, mereka juga tidak bisa menutup mata dan ongkang-ongkang kaki jika melihat sampah terserak di mana-mana. Komunitas ini tidak lagi membelenggu diri pada area yang tak terjangkau dinas kebersihan.

Mereka memahami, Bali yang kaya akan keindahan alamnya seolah tak pernah berhenti “memproduksi” sampah. Sejak dini hari, menjelang matahari terbit, wisatawan berduyunduyun menyambut matahari di tepi pantai. Di berbagai tempat pertunjukkan budaya pun meriah dikunjungi wisatawan. Wisata kuliner Bali juga merupakan daya tarik sendiri. Nah, ketika semua aktivitas itu usai, yang tersisa adalah sampah.

Perlu diacungi jempol. Walau baru setahun, komunitas ini telah berhasil menggerakkan beberapa kegiatan, di antaranya adalah Denpasar City Cleanup (12 Januari) Kuta Beach Cleanup (9 Februari), Bali Cleanup Episode 1 (25 Mei), dan Bali Cleanup Episode 2 (24 Agustus). Program bersih-bersih ini menarik simpati masyarakat setempat dan para wisatawan. “Setiap kegiatan cleanup diikuti oleh 60 hingga 80 orang, bahkan pernah mencapai 200 sukarelawan,” kata Amel, salah satu pengurus menjelaskan.

Menyuarakan Pesan 3R

Komunitas Bali Bersih juga menyuarakan pesan 3R, yaitu reuse, reduce, dan recycle. Selain bergandengan tangan dengan komunitas lain untuk membersihkan sampah, Komunitas Bali Bersih juga kerap diminta untuk memberikan penyuluhan tentang pengelolaan sampah. Sedangkan pemanfaatan kembali sampah jenis tertentu, komunitas ini bekerja sama dengan Eco Bali Recycling.

Adalah sia-sia jika usaha membersihkan lingkungan ini tidak diikuti oleh perilaku yang baik. Menyadarkan masyarakat untuk mengurangi sampah tak pernah bosan digaungkan. “Memakai daun pisang untuk wadah penganan sebagai pengganti piring plastik, merupakan salah satu contoh penyuluhan,” kata Amel. Botol minuman sekali pakai juga dikurangi atau bahkan dihindari. Demikian pula tas kresek, sedapat mungkin dihindari. Kalau terpaksa memakainya, harus berulang-ulang

Menutup tahun 2014, Singaraja Cleanup akan diselenggarakan pada bulan Desember. Programnya telah bergema melalui jejaring media sosial dan poster. Harapannya, Bali akan selalu terjaga kebersihkannya sehingga lebih nyaman dan mengesankan sebagai kota tujuan wisata dunia.

Semangat kebersamaan membuat Bali lebih bersih menyatukan anggota Komunitas Bali Bersih dan para simpatisannya.

Denpasar City Cleanup, merupakan aktivitas pertama Kounitas Bali Bersih.

FOTO-FOTO

DOK. KOMUNITAS BALI BERSIH

Aksi komunitas Bali Bersih menyusuri pantai pada Kuta Beach Cleanup.

Kegiatan komunitas didukung oleh penduduk setempat dan para wisatawan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.