10 CARA MERENCANAKAN KEUANGAN

Rumah - - Pengantar - TEKS JOHANNA ERLY WIDYARTANTI FOTO JOU ENDHY PESUARISSA

Butuh perencanaan matang untuk membeli rumah. Agar keuangan Anda aman nantinya, lihatlah kondisi keuangan Anda secara menyeluruh dan rencanakan dengan cermat pemakaiannya. Ini caranya!

1

Punya Pendapatan Tetap

Agar cicilan rumah tak macet, Anda harus pastikan punya pendapatan tetap sebagai pemasukan. Jika memang terpaksa meninggalkan pekerjaan tetap, siapkan dana cadangan (tabungan) untuk membayar cicilan ke depannya.

2

Ingat Tujuan Jangka Panjang

Alokasikan terlebih dulu pendapatan yang siap dibelanjakan ( disposable

income) untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti pangan, sandang, dan papan. Di luar itu, pengeluaran yang

lain adalah masalah pilihan.

3 Siapkan Dana Cadangan (Tabungan)

Apabila Anda sudah mengambil cicilan KPR, maka usahakan untuk membuat dana cadangan. Walaupun nilainya kecil, usahakan setiap bulan menyisihkan penghasilan untuk dimasukkan ke dalam dana cadangan. Dana ini berfungsi sebagai “ban serep” kalau ada kesulitan ekonomi, kebutuhan mendadak, atau menghadapi masamasa sulit lainnya. Tanpa dana cadangan ini, kesulitan ekonomi yang sifatnya temporer bisa berkembang menjadi masalah besar. Anda dapat menyimpan sisa pengeluaran sebagai dana cadangan.

4

Membuat Anggaran Rumah Tangga

Pengeluaran untuk rumah sebaiknya tidak dipisahkan dari anggaran belanja rumah tangga secara keseluruhan. Anggaran rumah tangga dibuat berdasarkan pada penghasilan yang siap dibelanjakan (yaitu: gaji, laba usaha, bonus, deviden, komisi, hasil sewa rumah, dan hibah).

5 Siapkan Uang Muka

Pihak pengembang atau bank biasanya menetapkan uang muka sebesar 10%-30%. Siapkan uang muka ini sebelumnya, dan bisa dibayarkan dengan cara tunai

maupun cicilan berkala.

6 Dana Cadangan Angsuran

Selain dana untuk uang muka, Anda juga harus siapkan dana untuk cadangan angsuran sampai dengan bulan ketiga. Ini penting, karena biasanya pada awal-awal bulan setelah akad kredit, jumlah pengeluaran Anda bertambah banyak, entah untuk renovasi kecil, membeli berbagai peralatan rumah tangga, atau biaya pindahan rumah.

7

Siapkan Biaya Lain-Lain

Biaya lain-lain meliputi asuransi, pajak, biaya notaris, biaya balik nama, dan biaya peningkatan status kepemilikan tanah (bila ada). Tanyakan sejak awal berapa biaya yang harus Anda siapkan untuk ini, dan kapan harus dibayarkan. Semua biaya ini jumlahnya cukup besar dan harus dibayar secara tunai.

8 Pikirkan Pengeluaran Lain

Selain untuk rumah, Anda juga harus memikirkan biaya lain-lain yang harus Anda penuhi seperti biaya air, listrik, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Juga, biaya pendidikan anak. Jangan sampai garagara mencicil rumah, Anda harus menunggak biaya sekolah dan biaya lainnya yang akan membuat hidup Anda tak tenang. Masukkan biayabiaya lain ini di pos anggaran, terpisah dengan pengeluaran untuk rumah.

9

Kendalikan Hutang

Bila Anda memiliki hutang lain, sebaiknya lunasi dulu. Hutang yang dimaksud di sini bisa berupa cicilan mobil atau hutang kartu kredit. Lunasi dan kurangi tagihan kartu kredit dan bayar cicilan hutang kartu kredit secara tepat waktu. Lunasi juga hutang kecil lainnya (pinjaman ke teman, dsb) agar Anda tak punya beban hutang lain selain hutang rumah.

10

Jangan Beli di Luar Kemampuan

Jangan biarkan rumah yang Anda beli jadi beban finansial Anda. Jika anggaran tidak cukup untuk memperoleh rumah yang memenuhi kebutuhan dan sesuai selera, sebaiknya bersabarlah dan bekerjalah lebih keras sampai penghasilan meningkat. Setelah penghasilan naik barulah Anda bisa meningkatkan

kualitas rumah Anda.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.