28

Rumah - - Material -

Penamaan nama pasir berdasarkan daerah asal sebenarnya dapat membuat bingung orang. Karena itu, kami lebih suka membaginya ke dalam 3 kategori, yaitu pasir gunung, pasir sungai, dan pasir pantai.

Dari ketiga pasir ini, mana yang paling baik digunakan untuk bangunan?

Terbaik, Sumbernya dari Pegunungan

Pasir yang sumber penambangannya berasal dari pegunungan, umumnya memiliki kualitas yang jauh lebih baik bila dibandingkan dengan pasir yang ditambang dari sungai atau laut. Ini karena pasir yang berasal dari pegunungan memiliki kekerasan yang lebih dibanding pasir jenis lainnya. Kekerasan inilah yang akan membuat kokoh bangunan rumah Anda. Selain itu, pasir ini memiliki kandungan lumpur yang sangat minim, yang membuat adonan plesteran atau cor-coran menjadi sempurna.

Selain itu, pasir ini tak mengandung senyawa kimia apapun, dibandingkan pasir pantai yang mengandung garam sulfat (MgSO4), yang dapat mengakibatkan karat pada besi struktur. Apakah pasir sungai dan pasir laut bisa tetap dimanfaatkan dan kualitasnya menjadi lebih baik? Jawabannya, bisa. Asalkan, kedua pasir ini mendapatkan penanganan khusus terlebih dahulu sebelum dipergunakan.

Memoles Pasir Sungai

Sesuai namanya, pasir sungai berasal dari sungai. Biasanya, pasir ini ditambang di muara sungai. Pasir ini memiliki kualitas yang cukup baik, asalkan tidak mengandung banyak lumpur dan berbagai bahan lainnya yang berada di dalam air. Untuk menghilangkan kandungan lumpur dan kotoran lainnya, pasir harus melewati proses pencucian terlebih dahulu dengan menggunakan air bersih. Pencucian ini idealnya dilakukan 3x agar pasir benar-benar bersih.

Bagaimana cara mengecek kandungan lumpurnya? Anda dapat mengambil segenggam pasir dan memasukkan ke dalam botol air. Beri air lalu kocok-kocok pasir. Setelah itu, diamkan botol. Endapan lumpur biasanya akan berpisah dengan pasir. Jika endapan lumpur banyak, maka kualitas pasir sungai tidak baik. Cara ini juga bisa diaplikasikan ke pasir yang berasal dari gunung. Karena, ada beberapa penjual yang mencoba curang, dengan mencampur pasir gunung dan tanah.

Cara lainnya adalah, ambil segenggam pasir, lalu kepalkan. Pasir yang berkualitas bagus tidak akan menggumpal ketika dikepalkan. Sedangkan pasir kualitas jelek akan menggumpal, sebab di dalamnya mengandung banyak tanah atau lumpur.

Bagaimana dengan Pasir Laut?

Pasir laut mengandung garam sulfat (MgSO4) yang sangat agresif terhadap semen. Bila bereaksi dengan semen, maka akan menghasilkan senyawa-senyawa yang sedikit demi sedikit dapat merusak bangunan. Selain itu, kandungan garam yang tinggi akan membuat besi berkarat. Jika besi digunakan pada struktur, tentu akan membahayakan struktur rumah Anda. Inilah yang menyebabkan banyak ahli bangunan berpendapat bahwa pasir laut tidak dapat digunakan sebagai material bahan bangunan.

Pendapat ini tidak sepenuhnya salah, tapi tidak sepenuhnya benar. Dalam kondisi mentah (tidak dilakukan proses apapun), pasir laut memang benar tidak dapat dijadikan material bahan bangunan. Tetapi, jika material ini telah distabilisasi, yaitu dicuci dengan cara dinetralkan kandungan garam sulfat-nya, pasir laut tetap dapat dijadikan bahan bangunan. Ada cara mudah menilik kandungan

garam sulfat (Mg-

com SO4) di dalam pasir. Pertama, dari warna. Masukkan pasir ke dalam gelas berisi air bersih. Jika air berubah kekuningan, berarti ada kandungan garam yang tinggi di pasir tersebut. Cara kedua adalah dengan merabanya. Basahi pasir dengan air, lalu rabalah. Pasir yang berisi garam akan membuat tangan kita lebih lengket dibanding dengan pasir biasa. Cara ketiga, gunakan indra perasa. Masukkan pasir ke dalam gelas berisi air bersih. Lalu, masukkan jari Anda ke dalam larutan tersebut dan letakkan di lidah. Jika terdeteksi rasa asin, berarti pasir tersebut masih terdapat kandungan garam.

Jika ketiga hal di atas tidak terjadi, maka pasir laut masih dapat digunakan. Apalagi, pasir laut memiliki karakteristik yang hampir sama dengan pasir gunung, yaitu memiliki kekerasan yang cukup baik dan butiran yang rata sehingga, dapat dipakai di plesteran atau beton.

tabloidrumah.

12 - 25 Desember 2014 - 306 - XII

Coba ambil cangkul. Lalu cangkulkan pada pasir. Pasir yang berkualitas akan terdengar lebih “renyah”. Sedang pasir yang mengandung banyak tanah akan terasa lebih empuk.

Jika Anda memiliki waktu luang, beli pasir dari sumbernya. Selain murah, kwalitasnya terjaga

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.