Seni Berkebun dengan Bola-Bola Lumut

Bentuknya unik dan menggemaskan, sifatnya pun fleksibel sehingga dapat ditempatkan di mana saja, bahkan di area sempit sekalipun.

Rumah - - Eksterior - TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com

Menanam dalam pot kemudian menggantungnya merupakan hal yang biasa dilakukan. Akan terlihat tidak biasa ketika tanaman tersebut dapat menggantung indah tanpa pot, dengan bentuk bulat dan diselimuti lumut. Sangat unik dan menggemaskan, kan? Tanaman jenis ini dikenal dengan sebutan kokedama.

Apakah

Itu?

Ide kokedama pertama kali dipopulerkan oleh masyarakat Jepang dengan memanfaatkan lumut sebagai media tanamnya. Seni menanam ini merupakan turunan dari teknik menanam bonsai, yakni nearai, teknik menanam tanpa menggunakan pot. Esmeraldi Paramaeswara, pengusaha tanaman dan kokedama dari Atelir_TE, mengungkapkan perawatan dan pembuatan bonsai yang mahal membuat masyarakat kecil di Jepang menggunakan teknik lain untuk berkebun.

“Kokedama adalah seni berkebun turunan bonsai. Tapi kalau bonsai untuk kalangan aristokrat, kokedama untuk masyarakat kecil di Jepang,” ujar Aldi, sapaan akrabnya.

Kokedama berasal dari dua suku kata, yakni koke yang berarti lumut dan dama yang berarti bola, sehingga tidak heran tanaman ini berbentuk bola dan berselimutkan lumut. Periode tahun 1600-an dianggap sebagai masa kejayaan kokedama dan kini para pecinta tanaman mulai kembali menggaungkan namanya.

Jenis Tanaman yang Cocok

Pada dasarnya semua jenis tanaman cocok dijadikan kokedama, kecuali tanaman air (yang hidup di air) seperti eceng gondok, teratai, dan lainnya.

“Tanaman air tidak bisa dijadikan kokedama, tapi tanaman seperti azalea dan mawar bisa dibuat kokedama,” ujarnya menjelaskan.

Selain lumut yang digunakan sebagai pembungkus, kokedama biasanya menggunakan campuran tanah liat dan pupuk organik sebagai pembentuk bola. Hal ini karena tekstur tanah liat yang mudah dibentuk. Namun, ada beberapa tanaman yang tidak cocok ditanam dengan tanah liat, contohnya jenis tanaman batang basah (bagian batang berair) seperti sukulen. Sebaliknya, jenis tanaman batang keras seperti kacapiring, kembang sepatu, mawar, dan azalea, sangat cocok di media tanam ini.

Sementara itu, lumut yang digunakan sebagai pembungkus biasanya menggunakan jenis lumut yang melekat di pohon. Saat dilepas, maka lumut itu akan berbentuk seperti lembaran.

Solusi di Lahan Sempit

Tidak hanya digemari karena sisi efisiennya, kokedama juga disukai karena dapat menjadi salah satu pengisi zona hijau di rumah. Bila Anda ingin menciptakan nuansa hijau dan asri di dalam rumah tapi terbentur lahan yang terbatas, kehadiran kokedama bisa menjadi solusinya.

Umumnya, ukuran kokedama tidak lebih dari tempurung kelapa.

ESMERALDI PARAMAESWARA Kalaupun ada yang lebih besar hal itu biasanya disesuaikan dengan selera dan kebutuhan sang empunya rumah. Selain hemat tempat, kokedama juga dapat diletakkan di mana saja tanpa harus repot mencari pot sebagai wadahnya.

Mudah tapi Harus Ulet

Merawat kokedama sama halnya merawat tanaman dalam pot, cukup mudah tapi perlu ketelatenan. Asupan nutrisi, air, sinar matahari yang cukup, serta pemilihan jenis tanaman menjadi salah satu kunci sukses agar kokedama dapat tumbuh sehat dan subur.

“Cukup disiram atau disemprot atau direndam ke dalam air 1 kali sehari dan diberi pupuk, kokedama bisa bertahan lama,” ujar Aldi lagi.

Pemberian pupuk dapat dilakukan dua minggu hingga sebulan sekali tergantung jenis tanaman yang di- kokedama- kan. Bila tumbuh subur, kokedama akan membuat hunian Anda tampil lebih sejuk dan asri.

FOTO-FOTO DAN KOLEKSI:

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.