Tip

Rumah - - Material -

Mengingat fungsi asli sebuah kapal, yang harus berkenaan dengan air terus menerus, tak heran bila material pembentuknya terbuat dari kayu-kayu berkualitas, seperti jati, bangkirai, kamper, dan ulin. Alhasil, material bekas bongkaran kapal pun bisa dimanfaatkan lagi sebagai elemen interior dan eksterior hunian, mengingat karakternya yang tahan pada air dan perubahan cuaca. Karakter materialnya pun unik, bertekstur kasar, dengan guratan-guratan alami di permukaannya.

Namun, menurut Lukie Widya, desainer dan pemilik bengkel kayu Metronome, kayu bongkaran kapal ini akan terlihat berkarakter dan sesuai konsep rastik, bila tidak mengalami proses penyerutan. “Dengan tekstur kasar, justru furnitur berbahan kayu bongkaran kapal akan terlihat lebih eksotis,” ujar Lukie.

Berbeda dengan kayu peti kemas yang bisa dibeli per papan, kayu bongkaran kapal tidak tersedia dalam jumlah satuan. “Biasanya, dijual dalam jumlah besar, yaitu per meter kubik, kira-kira terdiri dari 1000 papan kayu. Harganya bisa mencapai Rp11 juta,” tambah Lukie.

TAN RAHARDIAN KEDIAMAN DAMIANUS SUNU WIBOWO, PONDOK CABE, JAKARTA SELATAN

Serat nan eksotis memang menjadi keunggulan kayu jati. Namun, kayu jati bekas seringkali dihinggapi jamur di permukaannya, oleh karena

itu perlu diserut hingga halus.

Kayu ini bisa menjadi bahan dasar furnitur eksterior ataupun interior. Namun, ada baiknya, Anda menyemprotkan larutan antihama dan antirayap

dulu, agar hama yang dapat berbahaya bagi manusia, tidak

masuk ke dalam kayu.

LOKASI

FOTO

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.