ADA BAHAYA di Balik Fogging

Rumah - - Rumah Sehat - CANDELLA SARDJITO candella@tabloidrumah.com

menyemprotkan gas-gas dengan kandungan insektisida khusus ke dalam sebuah lingkungan tertentu, bisa permukiman, perkantoran, atau bangunan-bangunan lainnya.

Namun, masalahnya tak hanya berhenti pada aromanya saja, seperti yang dirasakan oleh Anna. Ternyata, fogging— yang sebenarnya bertujuan untuk melindungi masyarakat dari penyakit—memiliki beragam dampak yang dapat membahayakan Anda dan keluarga Anda. Penyakit DBD bisa dihindari, namun ancaman kesehatan lainnya akan mengantri di belakang Anda.

Kandungan dalam

Asapnya

Sama halnya seperti proses pembasmian serangga biasa, fogging ini menggunakan kandungan insektisida yang sesuai dengan karakter serangga yang akan dibasmi, yakni nyamuk, khususnya Aedes aegypti. Insektisida yang digunakan adalah golongan organophosporester insectisida, seperti malation.

Untuk memprosesnya ke dalam mesin penyemprot, kandungan insektisida tersebut harus ditambah dengan solar atau minyak tanah. Makanya, bila rumah Anda telah selesai diasapi, Anda akan merasakan lantai Anda licin dan berbau minyak tanah.

Sayangnya, di balik fungsinya tersebut, kandungan malation memiliki banyak “cerita kelam” yang membuatnya dianggap berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Selain itu, ternyata proses fogging hanya bisa membunuh nyamuk-nyamuk dewasa saja. Bila jentik-jentik nyamuk masih berkubang di genangan air, maka pembasmian itu akan terasa sia-sia belaka. Bahkan, beberapa anggapan mengungkapkan, nyamuk yang terkena fogging akan menjadi kebal dengan sendirinya. Mengerikan, bukan?

Pencemaran Lingkungan, Merugikan Manusia

Memang, ketika diasapi, Anda dan seluruh anggota keluarga Anda menjauh dari dalam rumah. Tujuannya, agar Anda tak menghirup asap yang sebenarnya beracun bagi manusia tersebut. Namun, pernahkah Anda berpikir, meskipun asapnya telah menyurut, kandungan racun serangga tersebut masih menempel di setiap sudut rumah Anda?

Sisa-sisa racun yang masih menempel akan kembali terhirup oleh para penghuni rumah. Bahayanya, kandungan malation tersebut memiliki dampak dan efek samping yang cukup berbahaya. Salah satunya, bahaya yang terjadi pada wanita hamil. Jika terhirup, anaknya akan berisiko terkena kelainan saluran cerna, atau gastrointestinal.

Satu hal lain lagi, adalah gangguan pada sistem pernafasan dan syaraf. Bahaya jangka panjang ini mengakibatkan para

www.

HTTP://DURANGOHERALD.COM penghirupnya mengalami masalah ingatan lemah, sulit berkonsentrasi, perubahan kepribadian, kelumpuhan, hilang kesadaran, bahkan koma. Selain itu, lama kelamaan, racun-racun serangga ini dapat menyebabkan pembentukan jaringan kanker dalam tubuh dan kerusakan genetik.

Gangguan lainnya, berupa gagal ginjal, diare, penurunan kekebalan tubuh, dan pengaruh psikologis pada anak pun menjadi beberapa kekurangan racun serangga ini.

Selain kandungan malation, solar—bahan pengencernya—pun memiliki dampak berbahaya bagi kesehatan. Pembakaran solar akan menghasilkan gas beracun yang dapat mengakibatkan radang paruparu, penyumbatan bronchioli, dan iritasi pada saluran pernafasan.

Untuk mencegahnya, ada baiknya Anda menghindari proses fogging yang akan memberi dampak lebih mengerikan ketimbang nyamuk yang akan diberantas itu sendiri. PSM (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan melakukan 3M (menguras, menutup, mengubur), akan menjadi cara terbaik bagi Anda dan lingkungan Anda untuk mencegah penularan nyamuk DBD ini.

com

tabloidrumah.

26 Desember 2014 - 08 Januari 2015- 307 - XII

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.