Mewariskan Rumah pada Keluarga Sedarah

Rumah - - Konsultasi Properti Gudang Ide -

QPada awal tahun 2014 lalu, kakak lelaki saya meninggal dunia tanpa meninggalkan surat wasiat. Mendiang kakak saya tidak meninggalkan keturunan maupun istri, sedangkan kedua orang tua saya, dan 2 kakak saya yang lainnya masih hidup. Kakak saya mempunyai 1 unit rumah di daerah Hang Lekir, Senayan. Sekitar 2 minggu yang lalu, saya dan keluarga memutuskan akan menjual rumah yang dimiliki kakak saya tersebut karena rumah tersebut tidak ada yang menempati dan mengurus semenjak meninggalnya kakak saya. Saya dan keluarga saya beragama non-muslim dan bukan keturunan Tionghoa. Terkait dengan hal tersebut, atas hasil penjualan rumah mendiang kakak saya, apakah orang tua saya saja atau saya juga berhak atas hasil penjualan tersebut? Mohon nasehat hukum dari Bapak. Terima kasih.

Melly Purnama, Jakarta Selatan

AIbu Melly Purnama yang terhormat, terima kasih atas pertanyaannya. Terkait pertanyaan ibu di atas, dapat kami jelaskan sebagai berikut.

Dalam penerapan hukum waris, apabila seorang pewaris yang beragama selain Islam dan keturunan Tionghoa meninggal dunia, maka yang digunakan adalah sistem pewarisan berdasarkan Hukum Waris sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).

Menurut KUHPerdata, prinsip dari pewarisan adalah: 1. Harta waris baru terbuka (dapat diwariskan kepada pihak lain) apabila terjadinya suatu kematian; 2. Adanya hubungan darah di antara pewaris dan ahli waris, kecuali untuk suami atau isteri dari pewaris, dengan ketentuan mereka masih terikat dalam perkawinan ketika pewaris

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.