SVLK Mulai Diberlakukan, Industri Mebel Pun Berbenah

Rumah - - Yang Baru - JOHANNA ERLY WIDYARTANTI

Pemerintah mewajibkan setiap industri memiliki sertifikat Sistem Verifikasi Lagalitas Kayu (SVLK) mulai 1 Januari 2015. Dalam rangka sosialisasi program SVLK ini, WWF Indonesia dan Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) mengemas acara bertajuk Media Trip Switch Asia ke Salatiga dan Yogyakarta, pada 20-21 Januari 2015. Ikut serta dalam rombongan, Project Leader of Market Transformation Timber Section WWF, Indonesia Aditya Bayunanda, Wakil Ketua Umum Asmindo, Rudy T Luwia, dan Koordinator Program Swicth Project Asmindo Indrawan.

SVLK merupakan inisiatif pemerintah Indonesia untuk mengatasi pembalakan liar dan mempromosikan produk kayu legal di Indonesia. Hal ini akan memberi kepastian bahwa kayu dan produk kayu yang diproduksi di Indonesia berasal dari sumber yang legal dan dapat diverifikasi.

WWF-Indonesia melalui program Global Forest & Trade Network (GFTN), bekerja sama dengan Asmindo didukung oleh Uni Eropa, memfasilitasi 30 UKM (Usaha Kecil Menengah) dalam mencapai sertifikat SVLK. Kerja sama WWF, Asmindo, dan Uni Eropa itu membantu produsen produk kehutanan untuk berbisnis secara bertanggung jawab dan dilakukan di bawah payung program Swich Asia.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.