Ketika Perjalanan Menginspirasi Hunian

Sebuah hunian bisa menggambarkan hobi si pemiliknya. Inilah yang terlihat pada rumah mungil di kawasan Bintaro ini.

Rumah - - Rumah Kita - TEKS RAHMA YULIANTI rahma@tabloidrumah.com FOTO TAN RAHARDIAN, ABDUL HAKIM SANTOSO

“Once you have traveled, the voyage never ends, but is played out over and over again in the quiestest chambers. The mind can never break off from the journey.”

Ya, kata-kata yang dikemukakan oleh Pat Conroy, seorang novelis terkenal asal Amerika ini memang benar. Perjalanan, apapun bentuknya, akan selalu terngiangngiang di benak seseorang. Hal indah yang ditemui di sebuah perjalanan akan membuat orang ingin kembali dan kembali lagi.

Inilah yang terjadi pada pasangan Rully Rahman (35) dan Era Islami (37). Hobi travelling yang dilakoni mereka beberapa tahun ini membawa banyak kenangan indah. Kenangan ini bukan hanya tersimpan abadi di memori mereka, tapi juga terekam lewat foto-foto dan cenderamata dari negara yang mereka sambangi.

Benda-benda kenangan inilah yang kemudian menjadi insiprasi Fadli Sirajuddin, desainer dari a+Plan Architect and Interior Works, ketika merenovasi dan kemudian mengisi seluruh interior rumah pasangan muda ini.

KENANGAN LEWAT PAJANGAN

Sang desainer mencoba membuat beberapa bagian rumah yang punya fungsi ganda, bukan hanya sebagai elemen interior, namun sekaligus juga sebagai wadah untuk memajang kenangan indah Rully dan Era.

Elemen rumah berbau travelling yang pertama terlihat adalah partisi berisi foto-foto kenangan Rully dan Era saat berpelesiran di berbagai kota di Eropa. Partisi ini dibuat sebagai pemisah antara ruang tamu mungil dengan ruang keluarga. Di tengah partisi terdapat bingkai foto yang dapat diputar hingga 180 derajat, sehingga foto yang terlihat dari ruang tamu—dan ruang di baliknya—bisa berganti rupa.

“Selama ini foto-foto kami cuma disimpan di laptop, enggak dipajang. Ternyata bagus juga dibuat begini,” tutur Era dengan logat Melayunya yang khas. Wanita muda asal Riau ini memang sedang gemargemarnya mengabadikan kenangan lewat kamera miliknya sehingga laptopnya penuh dengan foto-foto hasil jepretannya.

Ruang keluarga. Awalnya, ruang ini sangat mungil. Fadli mempebesarnya dengan menambah luas ke arah lahan kosong di belakang rumah.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.