Wujudkan Kota “Bahagia” Lewat Taman Kota

Rumah - - Lintas Kota -

Melanjutkan fokus utama Pemerintah Kota Bandung sejak tahun lalu—yakni revitalisasi taman-taman kota sebagai ruang publik—di tahun 2015 ini, beberapa taman tematik akan kembali dibangun, di antaranya adalah Taman Piknik, Taman Caang Baranang, dan Study Park. Hal ini dilakukan demi mewujudkan kembali slogan “BERHIBER” (Bersih, Hijau, Berbunga) yang telah lama terabaikan.

Sebagai seorang wali kota, Ridwan Kamil ingin menghidupkan kembali ruang-ruang terbuka hijau, tak hanya untuk memenuhi kebutuhan ekologis serta visual semata. Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil ini, taman-taman kota tersebut merupakan ruang publik gratis yang bisa dikunjungi oleh siapa saja—baik itu warga Bandung ataupun bukan. Bagi Kang Emil, setiap kota bisa disebut sebagai kota yang “bahagia” bila masyarakatnya banyak berinteraksi di ruang publik, salah satunya di taman-taman kota.

Belakangan ini, salah satu taman kota yang baru rampung direvitalisasi adalah Taman Alun-alun Bandung. Semula, taman ini seakan dicampakkan oleh warga, terlihat kumuh, kotor, dan beralih fungsi menjadi ruang singgah para pedagang kaki lima.

Namun, lihatlah bedanya sekarang! Taman seluas 4000m2 ini dilapisi oleh rumput sintetis nan rapi, dengan 2 warna yang berbeda—hijau muda dan hijau tua. Tidak ada lagi kata “kumuh” bagi taman yang menjadi pusat kota Bandung ini. Diharapkan, setiap kalangan bisa menikmati kenyamanan taman ini, tetapi tetap menjaga kebersihan dan etika masing-masing.

www.commons.wikimedia.org

MUHAMMAD FADHURAHMAN

FOTO Salah satu taman tematik yang sudah rampung adalah Taman Pasupati, yang biasa disebut Taman Jomblo.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.