Terinspirasi dari Komunitas

Rumah - - Eksterior -

Sejak kecil, saya memang sudah senang bermain tanah. Sudah sering ikut-ikutan orang tua merawat kebun di rumah. Tapi, memang tidak terlalu rutin. Hanya sebagai hobi selingan saja. Dulu pun saya hanya berkebun tanaman hias dan buah-buahan.

Nah, sejak 3 tahun lalu, tepatnya setelah saya mulai berkecimpung dalam kegiatan Bandung Berkebun, saya mulai menanam sayur, meskipun tidak berjumlah banyak. Masalahnya, rumah saya terlalu rimbun, jadi cahaya matahari untuk sayur pun cenderung sulit masuk. Tapi, saya tetap coba menanam kangkung, bayam, pakcoy, selada, dan bawang tuktuk. Hasilnya pun terbilang lumayan, kok!

Awalnya sih, saya merasa kesulitan karena kurang mengetahui kebutuhan sayurnya, seperti asupan cahaya dan nutrisi. Penyakit tanaman pun sering menyerang. Akibatnya, tanaman-tanaman ini tidak tumbuh secara optimal. Tapi, lama-lama, saya pun mulai mengerti karena iseng mencoba-coba. Plus, pengetahuan dari komunitas Bandung Berkebun pun berguna sekali.

Bagi saya, manfaatnya banyak sekali. Pertama, saya jadi yakin, sayur yang saya makan itu sehat dan aman, karena saya yang menanamnya sendiri. Kedua, dengan berkebun, saya lebih mendekatkan diri dengan alam. Saya pun lebih menghayati keberadaan saya, keberadaan kita semua, sebagai seorang penghuni bumi. (Listia Rahmandaru Guntur, Penggiat Bandung Berkebun)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.