Batako PILIHAN BIJAK UNTUK HARGA EKONOMIS

Batako dianggap sebagai pengganti bata merah yang memiliki konsep bagus tetapi eksekusinya belum sempurna.

Rumah - - Ruang Utama - TEKS IRFAN HIDAYAT irfan@tabloidrumah.com FOTO JOU ENDHY PESSUARISSA

Dengan proses kerja yang tak melalui proses pembakaran, ukuran material yang lebih presisi, tak mudah patah, kualitas yang lebih terjamin, dan proses pengerjaan yang lebih cepat, membuat material ini sempat

booming di tahun 1990-an. Bahkan, pembeli harus rela mengantri demi mendapatkan material ini. “Waktu dulu, kalau beli harus antri. Paling cepat 2 minggu, bahkan bisa sampai 1 bulan lebih,” ucap Dadang, pemilik pembuatan batako di Jalan Cirebon Majalengka.

Dadang mengakui kini antusiasme orang menggunakan batako tak sebesar dahulu. Banyaknya jenis material dinding di pasaran bisa jadi salah satu penyebabnya. Ia juga tak menutup mata ada beberapa orang yang menyangsikan kekuatan batako. Dari mulai gampang hancur, memiliki porositas yang besar, dan tak bisa digantungi beban terlalu berat. Hanya, ia tak sepenuhnya setuju dengan anggapan orang. Dadang mengakui ada banyak jenis batako di pasaran, kualitasnya pun berbeda-beda. “Saya akui, setiap tempat pembuatan itu kualitasnya tak seragam. Ini yang memang sulit membalikkan persepsi masyarakat,” ucapnya.

Bambang Tri Handoko, kontraktor perumahan khusus rumah mungil berukuran 36m2 mengakui bahwa secara konsep material, batako itu sebenarnya menarik. Hanya, secara eksekusinya memang masih banyak kelemahan. Akan tetapi, harga yang murah dan proses pekerjaan yang cepat pada akhirnya membuat material ini terus bertahan di pasaran.

“Secara harga sih bagus, kompetitif. Batako juga membantu proses pengerjaan lebih cepat. Hanya, secara kualitas memang perlu ditingkatkan lagi agar sempurna,” ucap Bambang.

JENIS BATAKO

Secara tampilan, batako terbagi menjadi 2, yaitu batako berlubang ( hollow block) dan batako tak belubang ( solid block). Batako berlubang itu adalah batako yang ditengahnya memiliki rongga. Ada yang rongganya 2, ada juga yang rongganya 3.

Dari segi adonan, batako dibagi menjadi 2, yaitu batako putih atau biasa disebut dengan tras dan batako semen atau biasa disebut batako press. Batako putih terbuat dari campuran tras, batu kapur, dan air. Campuran tersebut dicetak, lalu dibakar. Tras merupakan jenis tanah berwarna putih atau putih kecokelatan yang berasal dari pelapukan batu-batu gunung berapi.

Sementara, batako semen atau press dibuat dari campuran semen PC dan pasir atau abu batu. Material ini mirip dengan bataton, hanya komposisi campurannya saja yang berbeda. Jika di batako 1 semen: 7 pasir press mesin dan press tangan, sementara bataton 1 semen: 3 pasir. Bentuk keduanya pun berbeda.

Batako press ini dibedakan menjadi 2, yaitu press mesin dan tangan. Keduanya dapat dilihat pada kepadatan permukaan batakonya. Untuk press mesin lebih padat, berat, dan porositasnya lebih kecil. Sedangkan untuk press tangan, sebaliknya. Secara kualitas, press mesin lebih bagus.

PASANGAN IDEAL

Dulu, pasangan ideal batako adalah plesteran semen konvensional. Kini, batako sudah bisa dipasangkan dengan semen instan. Jika dikawinkan dengan semen konvensional, tebal antar- batako adalah 2cm. Sementara, jika dikawinkan dengan plesteran semen instan tebalnya 5mm.

Untuk batako seluas 1m2 dapat dikerjakan dalam waktu 15-20 menit. Dengan syarat, material adukan sudah jadi. Sedangkan untuk proses pengeringan, jika menggunakan plesteran konvensional harus melalui proses pengeringan selama 3 minggu. Sementara, jika menggunakan semen instan harus melalui proses pengeringan selama 5—7 hari. Tujuan pengeringan ini agar batako menempel sempurna.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.