Rombak Habis Dapur dan Hadirkan Meja Bar

Dapur yang ukurannya terbatas, usang, dan kotor, kini telah berubah menjadi ruang paling favorit di rumah ini.

Rumah - - Renovasi - TEKS CANDELLA SARDJITO candella@tabloidrumah.com FOTO VICTOR ADIANGGARA

One of the luckiest things that can happen to you in life is, to have a happy childhood. Begitulah kutipan ungkapan Agatha Christie—seorang penulis novel misteri legendaris—tentang masa kecil yang bahagia. Kutipan tersebut memang benar adanya. Pengalaman indah di masa kecil, yang lengkap dengan keluarga nan harmonis serta kegiatan bermain bersama teman, akan menjadi salah satu momen berharga yang tak akan terlupakan. Bahkan, konon, berpengaruh pula pada sisi psikologis seseorang.

Victor Willem, sebagai contohnya, merupakan salah satu dari banyak orang yang sangat terkenang akan indahnya masa kanak-kanak. Otomatis, ketika pria ini beranjak dewasa, rumah lamanya yang terdapat di bilangan Duren Sawit, menjadi rumah idamannya. “Banyak kenangan di dalam sana, saat saya dan keempat saudara saya lagi bandel-bandelnya, hahaha…” ujar pria bertubuh jangkung tersebut sembari tertawa semringah.

Sayangnya, ketika ia dan keempat saudaranya mulai memiliki kehidupan masing-masing, sang ibunda—yang menghuni rumah tersebut—merasa kesepian. Akhirnya, seluruh keluarga memutuskan untuk menjual rumah tersebut, lalu sang ibunda pindah bersama salah seorang saudara Victor, ke daerah Jatiasih, Bekasi, yang cenderung dekat dengan tempat tinggal Victor dan Rhiyantini—sang istri—kala itu.

BERJODOH DENGAN LINGKUNGAN RUMAH LAMA

Bak kisah cinta pertama yang tak tergantikan, pria ini ternyata masih terkenang dengan lingkungan rumah lamanya tersebut. Merasa penasaran, Victor—yang memang sedang mencari-cari hunian baru— berkunjung ke lingkungan rumah lamanya itu.

Kata orang, kalau sudah jodoh, memang tak akan ke mana. Kebetulan, saat itu, bangunan rumah yang terdapat tepat di depan rumah lamanya tersebut ditempeli oleh tulisan besar: “Dijual”. Sontak saja, Victor membatalkan niat awalnya untuk mencari rumah di wilayah permukiman lain, yang berjarak tak jauh dari sana. Dalam waktu singkat, Victor langsung menghubungi sang pemilik rumah. Akhirnya, pada Mei 2014, Victor resmi membeli bangunan 2 lantai tersebut. “Jadi, sekarang saya tinggal tepat di depan rumah masa kecil saya, sudah jodoh sih sepertinya,” ujar bapak dari 2 anak itu dengan antusias.

Kesan garis tegas pada panel dinding menghadirkan kehangatan tersendiri pada ruang keluarga ini.

Meja bar merupakan salah satu hal yang diidamkan Victor sejak kecil.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.